
Nasha memberikan surat pengunduran diri kepada Chaca tanpa pemberitahuan yang membuatnya bingung karena menyerahkan surat itu.
'kenapa Nasha mengundurkan diri padahal cuma melakukan kesalahan sekali tapi itu sudah diperbaikinya. dan selama ini kerjanya dia bagus gitu.' guman Chaca dalam hati menatap Nasha yang sudah pergi menjauh tanpa berkata apapun.
setelah Nasha pergi dan hilang dari pandangannya. Chaca baru tersadar jika dia memberikan surat ini kepada Kenz sebagai atasannya apa yang akan dia katakan ketika di tanya alasan Nasha mengundurkan diri.
Nasha mengapa mempersulit posisi Chaca sebagai asisten Kenz daan Chaca berpikir kembali
'Apa yang terjadi sebenarnya? apa ada yang
sesuatu yang tidak diketahuinya kemarin.' Saat Chaca memikirkan hal itu, Kenz
masuk ke dalam dengan aura wibawanya membuat semua orang yang melihat berdecak
kagum, sebagian besar perempuan yang akan datang
yang tampan, takjir, keren mana semua perempuan memimpikannya sosok laki-laki
seperti itu.
Begitu Kenz menaiki lift khusus
direktur, Chaca langsung menyusul untuk memberi tahu bahwa sekretarisnya
mengundurkan diri tadi. Kenz melihat Chaca heran, apa yang sedang dia lakukan
karena dia bisa saja menaiki lift karyawan tapi kenapa malah menaiki bersama dengan
Kenz di lift khusus direktur, setelah sampai di lantai atas Kenz bingung dan mencari
Nasha dimana-mana karena sudah jam kerja.
"Cha ... Ada apa, dari tadi kamu
mengikuti saya? "tanya Kenz melihat Chaca yang terlihat kebingungan
untuk memberi tahu sesuatu.
"Itu ... itu pak, ada yang ingin
saya beri tahu sesuatu tetapi lebih baik bicara di ruangan bapak saja. ”Jawab Chaca
mencoba berbicara dengan tenang tentang
pengunduran diri Nasha.
"Baiklah, silahkan masuk."Ucap Kenz
mempersilahkan Chaca asistennya masuk terlebih dahulu sebelum memberi
penjelasan.
Kenzpun masuk dan diikuti
Chaca dari belakang ke dalam ruangan direktur, dan mempersilahkan Chaca duduk
di bangku depan meja kerja Kenz.
Kenzpun menekan tombol telpon yang menghubungkan ruangan pantry untuk memesan minuman untuk dirinya dan Chaca sebelum pembicaraan dimulai.
Tok... tok...
Suara ketukan pintu terdengar,
Kenz mempersilahkan seorang office girl masuk untuk meletakkan minuman
yang diminta oleh direktur tersebut.
Kenz mengetahui bahwa Chaca ingin
berbicara masalah serius dilihat dari sikapnya yang tidak tenang
dan ragu-ragu untuk memulai sesuatu sampai akhirnya Kenz memulai pembicaraannya.
"Ada apa Cha?" tanya Kenz tenang
dan melanjutkan membuka laptop yang sedang menyiapkan file untuk
rapat nanti.
"Ini pak ... itu ... itu."Ucap Chaca
gugup karena takut mendengar berita ini, Kenz akan marah dan pasti
melampiaskannya ke Chaca.
“Coba atur nafas kamu perlahan
baru kamu jelaskan sebenarya ada apa. ”Saran Kenz mencoba membuat Chaca sedikit
santai sebelum memulai pembicaraannya.
"Hu ... Hu ... Hu ... tadi pagi Nasha
memberikan surat pengunduran diri ke saya untuk disampaikan ke bapak, ini pak
surat pengunduran dirinya. "Ucap Chaca hati-hati berbicara agar bisa mengontrol
hatinya yang takut menghadapi Kenz.
Sontak Kenz kaget mendengar kabar
tentang pengunduran diri Nasha sampai dia berhenti mengetik dokumen yang
sangat penting itu. Chaca melihat raut muka atasannya itu tahu bahwa Kenz sangat kaget
dan sedikit kecewa dengan Nasha, namun Chaca tidak berani memberi saran
karena takut Kenz tidak menerima saran darinya.
“Maaf pak… aku tidak bisa
Menghindari Nasha akan mengundurkan diri karena aku tidak tahu Nasha akan mengundurkan
diri. " Ucap Chaca sedikit menyesal karena tidak bisa menolak pengunduran diri
setelah melihat raut muka Nasha yang sedikit lelah dan sedih.
“Terima kasih, kembali
ke tempat kamu kerja." Perintah Kenz Kepada Chaca agar bisa membahas, mencerna kenapa
semua terjadi sementara dirinya mulai mempunyai perasaan kepadanya, kenapa Nasha malah
pergi jauh.
Sementara di luar ruangan
direktur, Chaca mulai memikirkan sesuatu dan mengaitkan pengunduran diri
Nasha dengan kekecewaan Kenz mendengar kabar ini.“ apa ada hubungan dengan pengunduran diri
Nasha bekerja dikantor dengan Kenz, juga Kenz sepertinya ada
Pikirkan tentang semua yang perlu diselesaikan sambil mendorong saja.
'NASHAAAAA .... "Teriak Kenz di dalam
ruangan, melemparkan barang-barang melewatinya yang bisa didapat. Dirinya terlihat
sangat kacau sebagian besar terporak-porakdakan.
Tidak sengaja Kenz memecah kaca
yang berada di ruangannya sampai membuat tangannya mengeluarkan darah segar dan
bercecer kemana-mana.
Chaca yang mendengar teriakan Kenz langsung
menghampirinya dan sangat kaget ketika melihat ruangan direktur kacau
dengan barang-barang yang berserakan dimana-mana, tangan Kenz yang terluka
akibat memukul kaca di ruangannya.
Tanpa menunggu lama Chaca mengirimkan
pesan untuk Haikal sahabat dekat Kenz untuk menenangkannya.
To Haika
Pak Haikal tolong Pak Kenz
Send ? Yes
Haikal yang sedang rapat dengan
karyawannya melihat ada notif pesan dari Chaca asisten Kenz, dalam pikirannya
Haikal. 'Kenz tumben banget menyuruh asistennya untuk hubungin gue, biasanya
dia sendiri yang mengirim pesan, 'pikir Haikal yang tidak mengerti bahwa Chaca
mengirim pesan bukan karena suruhan dari Kenz.
Beberapa menit kemudian, setelah
pertemuan selesai. Haikal membuka dan membaca pesan dari Chaca, betapa kaget
isi pesan Chaca bahwa Kenz sedang dalam perasaannya yang tidak ada
bagus. Tanpa menunggu lama Haikal mengambil kunci mobil di ruangannya lalu segera
pergi ke perusahaan itu untuk menolongnya.
"Kenz ada apa sama lo?" pikir Kenz
terus menerus dalam perjalanan ke perusahaan Kenz yang memikirkan kondisi Kenz
di sana sampai asistennya mengirim pesan meminta tolong untuk
membantu kenz.
Sementara di perusahaan Kenz, setelah
emosi yang diluapkan Kenz sedikit mulai kehilangan kesadarannya dan jatuh dari kursi
kebesarannya tersebut. Chaca yang mulai panik melihat atasannya tidak sadarkan
diri, menelpon satpam dari telpon di ruangan direktur untuk membantunya
memidahkan Kenz ke sofa.
Nasha: Hallo pak, ini Chaca
asisten direktur tolong ke ruangan direktur ya
Satpam: Baik bu, saya segera
kesana.
Satpam pun langsung pergi ke
dalam perusahaan itu untuk ke dalam ruangan direktur atas permintaan Chaca tanpa
mempertimbangkan apa saja yang terjadi di sana.
Selang beberapa lama disusul oleh Haikal
yang sudah sampai di perusahaan Kenz dan pergi ke ruangan Kenz bekerja,
ekspresi yang sama dilihat oleh Chaca setelah masuk sekarang Haikal dan satpam
kaget melihat di dalam ruangan itu.
Haikal melihat chaca kesusahan membawa
Kenz yang sudah tidak sadarkan diri. dan menayakan apa yang terjadi.
“Sebenarnya ada apa ini, kenapa
Kenz bisa seperti kondisi begini? ”tanya Haikal menunggu penjelasan dari Chaca yang
berdiri di dekat meja kerja Kenz.
“Saya tidak tahu tapi sebelum
peristiwa ini, saya memberikan surat pengunduran diri Nasha. Dan raut wajah Pak
Kenz kecewa besar setelah itu aku dengar Pak Kenz berteriak di
ruangannya. Setelah saya masuk ke ruangan sudah mulai seperti ini. "Jelas Chaca
memceritakan kejadiannya secara terinci kepada Haikal.
"Nasha ... Nasha ... Nasha ... Nasha ...
jangan pergi aku mohon. "panggil Kenz dalam kondisi tidak sadarkan diri dan terus
memanggil nama Nasha.
Tiba-tiba Kenz tiba Nasha
berulang kali dalam keadaan tidak
sadarkan diri, Haikal yang ada di samping Kenz dapat dipahami sebenarnya ada
apa dengan sahabatnya itu.Jika Nasha hanya sebagai karyawan biasa
mungkin bisa membuat Kenz jadi hancur seperti sekarang, pasti Kenz mempunyai
perasaan untuk Nasha dan dia tidak bisa menerima jika Nasha pergi dari
kehidupannya.