
Sudah seminggu Anatasya di rawat di rumah sakit, namun tidak ada kabar perkembangan kondisinya membuat Nasha selalu memikirkannya. Bahkan pikiran tentang kondisi ibunya tersebut sampai terbawa ke dalam pekerjaannya tersebut sehingga membuat kerjaan yang dilakukan oleh Nasha berantakan. seperti hari ini ketika Nasha mengatur jadwal pertemuan antara perusahaan Kenz dengan klien dari Negara yang selalu identik dengan bunga sakura di musim semi.
"NASHA APA-APAAN KAMU. SEMUA JADWAL RAPAT BERANTAKAN DAN HAMPIR SAJA PIHAK DARI JEPANG MEMBATALKAN KERJA SAMA DENGAN PERUSAHAAN INI KALAU TIDAK ADA ASISTENKU YANG MEYAKINKAN KE SANA," teriak Kenz marah melihat kerja Nasha berantakan.
"Maaf pak, saya akan atur ulang jadwal dan memperbaiki semuanya," ucap Nasha menyesal kerjaanya berantakan dan membuat atasannya kecewa baru 2 minggu kerja sudah tidak buat kacau.
"Maaf... maaf kamu bilang, proyek kali ini itu bernilai 2 M. kalau kamu seperti ini lagi kamu saya keluarkan dari perusahaan ini mengerti," bentak Kenz dengan tangan memegang pinggang serta mata tajam mengarah ke Nasha yang menundukkan wajahnya.
"Jangan pecat saya pak, saya mohon kalau tidak bekerja di sini gimana saya bisa untuk membayar biaya rumah sakit ibu saya yang sedang koma," tangis Nasha dengan air mata yang terus mengalir dan matanya yang merah karena menangis.
"Kalau sudah tawu begitu kenapa kamu malah mengacaunya," bentak Kenz yang bingun dengan pemikiran Nasha yang tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya.
"Lain kali saya tidak akan begini lagi pak, beri saya satu kesempatan lagi," mohon Nasha memegang kaki atasannya agar memberi kesempatan lagi untuk bekerja.
"Apa ucapanmu bisa di pegang ?" tanya Kenz ragu akan ucapan Nasha bahwa pekerjaannya bisa rapi dan bisa berkonsentrasi dengan baik.
"Bisa pak. saya janji," ucap Nasha meyakinkan atasannya agar bisa dipercaya lagi dan bisa kembali bekerja untuk tidak mengecewakan ibu yang telah mendoakannya sebelum sakit.
"Baiklah... kembali kerja tapi saya akan terus mengawasimu bekerja, apa benar-benar kamu tidak akan mengecewakan saya dan perusahaan ini," jelas Kenz yang sebenarnya punya sisi baiknya yaitu ingin menolong namun karena kerja sama dengan pihak perusahaan jepang bisa mengembangkan perusahaannya, dia menjadi sangat keras dan dingin terhadap orang lain.
"Terima kasih pak," seru Nasha berterima kasih telah memberi kesempatan yang diberi oleh Kenz. Nashapun kembali ke ruangannya dan melihat jadwal yang berantakan lalu memperbaikinya dengan focus.
Kenz sebenarnya masih tidak percaya alasan Nasha yang menyebabkan pekerjaanya berantakan, maka dari itu Kenz meminta bantuan kepada temannya lagi untuk mengikuti Nasha dan melaporkan apa yang dilihat olehnya serta ada bukti dari yang diucap oleh Nasha.
**To Haikal
Bro... gue minta bantuan lo lagi nih.
Send ?Yes
From Haikal
Bantuan apa nih ?
Replay ? Yes
To Haikal
Lo ikutin Nasha aja, dan laporin ke gue terutama tentang ibunya yang dirawat, gue mau tawu apa dia bener atau bohong ke gue.
Send ? Yes
From Haikal
Ngga ada yang lain apa selain ikutin dia,
Replay ? Yes
To Haikal
Send ?Yes
From Haikal
Baiklah... gue nanti suruh anak buah gue buat ikutin Nasha kemanapun.
Replay ? Yes
To Haikal
Thanks Bro.. Lo emang the best lah.
Send ? Yes**.
Sedangkan Anita di perusahannya terus memikirkan kejadian yang waktu dilihat sikap dan tatapan lembut milik papanya ketika melihat Anatasya ibu dari Nasha, dan sebenarnya ada apa semua ini ? dan kenapa bisa papanya menatap seperti itu ? namun karena dia kerja. Anita harus profesional dalam bekerja dan mengesampingkan urusan pribadinya. Tiba-tiba Anita mendapatkan pesan dari Nasha disela rapatnya.
"Permisi saya izin membalas pesan terlebih dahulu," izin Anita kepada peserta rapat.
"Silahkan bu, mungkin itu pesan penting," ucap salah satu peserta rapat untuk memberi kesempatan kepada Anita membalas pesannya.
**To Anita
Nita gue minta tolong. nanti sehabis kerja tengokin Ibu. gue lembur di kantor
Send ? Yes.
From Anita
Iya... serahin aja ke gue. nanti gue kasih tawu perkembangannya, lo focus kerja aja.
Replay ? Yes
To Anita
Thanks Nit
Send ? Yes**
Nasha pun bernafas lega ada yang bisa untuk melihat kondisi ibunya yang sedang dirawat di rumah sakit, dan dia bekerja dengan tenang dan konsentrasi biar semua kerjaannya rapi.
Berbeda dengan Tuan Anggara yang berada di kediamannya tersebut, dia tidak menyangka bahwa akan bertemu dengan Anatasya yang dicari selama bertahun-tahun.
'Anatasya... kenapa bisa seperti ini. aku sudah bertahun-tahun mencari keberadaanmu dan setelah bertemu kamu sudah punya anak bahkan kondisimu malah prihatin," pikir Tuan Anggara menyesal tidak berhasil menemukannya sebelum Anatasya jatuh sakit.
Tuan Anggara mencari waktu untuk menjelaskan kepada Anita dan Nasha tentang yang sebenarnya terjadi antara dirinya dengan Anatasya.