
Setelah mengalami hari kemarin, Anita yang bersandiwara menjadi Nasha kini mulai menyusun pembalasan dendam kepada Kenz dan Asistennya yang sombong dan angkuh.
"Apa yang bagus untuk di kasih pelajaran agar mereka tidak meremahkan dan merendahkan orang lain ya ?" pikir Anita di kamar milik Nasha karena kemarin melelahkan dan menyebalkan.
sambil memikirkan rencana yang bagus, Anita memejamkan matanya untuk bersantai agar rasa lelahnya hilang.
"Aha... gue ada ide bagus. wkwkwkwk" pikir Anita yang mempunyai rencana yang membuatnya tertawa terbahak-bahak karena melihat reaksi Kenz.
Anita mulai memakai baju formal dan celana jinz untuk ke kantor seperti kemarin, namun kali ini Anita memesan makanan untuk Ibunya Nasha agar bisa beristirahat.
"Ibu sekarang istirahat... Anita berangkat kerja dulu," Ucap Anita dalam hati sambil merapikan meja makan dan berangkat ke kantor.
seperti biasa ke kantor menggunakan kendaraan umum yang memakan waktu lumayan lama karena kemacetan.
10 menit kemudian
Anita telah sampai lebih awal di banding Kenz, karena ingin menjalankan rencana yang telah di pikirkan tadi pagi sebelum berangkat. dan pergi ke arah patry kantor untuk membujuk office girl agar mau membantu menjalankan Rencananya.
"Kamu nanti kalau ada Tuan Kenz pura-pura menabrak dan terjatuh ya!" Perintah Anita kepada office girls yang berada di hadapannya.
"Maaf mba, saya tidak berani," tolak office girls takut dirinya akan di pecat oleh atasannya itu.
"Hanya pura-pura jatuh aja," bujuk Anita mendesak office girl tersebut.
"tapi mba," kalimat office girls di potong oleh Anita yang tidak suka ada kata tapi.
"Nggak ada tapi... tapian," ucap Anita yang tidak ada kata penolakan.
"Baiklah... tapi mba harus bantu saya kalau saya di pecat." pinta Office girl tersebut.
"iya saya janji." sahut Anita yang tidak mau kesempatan ini sia-sia.
Akhirnya setelah mendapat sedikit orang yg bisa menjebak Kenz, Anita segera membuat langkah selanjutnya yang lebih kejam agar sakit hatinya terbalas.
di ruang direktur presiden
Kenz masuk dengan gagah ke dalam ruangannya untuk mengecek dokumen yang harus di tanda tangan, Anita memberi instruksi kepada office girls untuk masuk ke dalam ruangan presdir seperti yang telah direncakanan olehnya.
"kamu masuk dan pura-pura jatuh ya sampai Presdir tolong kamu!" perintah Anita di luar ruangan presdir.
"👍👍👍 mba tapi mba jangan ingkar ya." jawab Office girls tersebut sambil membawa kopi untuk presdir.
"Tenang aja," ucap Anita santai.
Office girl tersebut mengetuk pintu ruangan presdir untuk meletakkan kopi di meja kerja presdir. sedangkan Anita mengikuti Office girls dari arah belakang untuk mengabadikan moment tersebut.
tok... tok... tok...
"Tuan... ini saya, mau mengantar kopi," ucap office girls membawa kopi tersebut.
"Masuk," jawab Kenz sebagai presdir perusahaan tersebut, mempersilahkan Office girls masuk.
Office girls masuk ke ruangan dan meletakkan kopi di atas meja kerja presdir, sebelum pergi office girls tersebut pingsan di ruangan presdir. Kenz melihat karyawannya hampir jatuh tidak sadarkan diri langsung bergerak cepat untuk menahannya.
" Hei kamu..." ucap Kenz terhenti melihat Karyawan jatuh. dengan sigap Kenz menahan tubuhnya
cekrek...
suara orang memotret dari balik jendela sedang mengabadikan momen tersebut dimana Kenz bersama Office girls bermesraan di ruang direktur. Anita yang sudah mendapat yang ia mau, segera merencanakan rencana selanjutnya di meja kerjanya melalui akun rahasia untuk menyebarkan fhoto tersebut.
Kenz yqng tidak tahu dirinya di jebak, memulai aktifitas kembali. dan rapat bersama para manager sampai terdengar ada yang menggosipin dirinya.
"Eh... itu kan Presdir, ngga nyangka ya. Presdir bisa mesra sama Office girls sampai memeluknya," bisik karyawan yang sedang berkumpul.
"Iya... ya Ngga nyangka Presdir begitu," bisik salah satu karyawan lainnya.
"Ada apa Ini ? Kalian semua kembali kerja masing-masing," perintah Kenz yang oanas mendengar dirinya sedang dibicarakan.
Anita yang menyaksikan itu tertawa puas dendamnya terbalaskan. Kenz sudah bisa dipermalukan olehnya tanpa sepengetahuan oleh orang lain
sedangkan di Perusahaan Anggara
Nasha yang berada di posisi Anita, memahami dokument penting perusahaan mendapat telpon misterius.
"Hallo... Nona Sebaiknya Anda keluar dan mengundurkan diri dari jabatan Presiden Direktur Kalau tidak makanya nasib Perusahaan akan hancur," Ancam seseorang di balik telpon.
"Ini siapa... ?" tanya Nasha panik, tiba-tiba ada yang menelpon mengancam dirinya.
"Anda tidak perlu tahu siapa saya sebenarnya," jawab si pengancam di sebrang telpon.
Nasha yang panik akan hal itu, mencoba mengirim pesan kepada Anita tentang apa yang terjadi di perusahaan ayahnya itu. hanya itu yang sedang terpikirkan saat ini.
From Nasha
Anita, perusahaan bokap lo sudah di ambang kehancuran sebaiknya kita kembali ke tempat masing-masing.
Replay ? Yes
To Nasha
Maksud Lo apa ?
Send ? Yes
Nasha yang cemas berusaha tenang agar tidak ketahuan bahwa dirinya bukan Anita mulai mengatur nafas dan membalasnya.
From Nasha
Sebaiknya kita ketemuan di restoran dekat apartemen aja, sore ini sehabis jam kantor selesai.
Replay ? Yes
Anita mulai berpikir pasti ada hal yang tidak benar diperusahaan ayahnya. Anita menyetujui apa yang telah dibilang oleh Nasha untuk kembali posisi semula.
To Nasha
Baiklah kita ketemuan dan jelaskan semuanya apa yang sedang terjadi.
Send ? Yes
Nasha dan Anitapun segera menyelesaikan kerjaan masing-masing. Anita di perusahaan Kenz menyelesaikan dan membuat jadwal meeting dengan klien, sedangkan Nasha juga memeriksa berkas dokumen pentingnya namun tidak mentanda tanganin biarlah itu tugasnya Anita
beberapa jam kemudian, jam pulang kantor tiba. Anita dan Nasha segera berangkat ke tempat yang sudah di janjikan oleh Nasha untuk bertemu dan menjelaskan secara detail dan rinci.
Di restoran
Nasha memesan makanan dan minuman terlebih dahulu sambil menunggu Anita datang, karena Jalanan macet. beberapa menit kemudian, Anita memanggil Nasha di meja dekat sebuah air mancur agar tidak ketahuan oleh supir pribadinya tuan Anggara atau ayah dari Anita.
"Duduk Nita, kamu mau pesan apa ?" tanya Nasha ramah sambil memanggil pelayan restoran untuk memesan.
"Steak Beaf aja dan lemon tea," pinta Anita keoada pelayan tersebut.
"Baik nona tunggu sebentar ya," ucap pelayan tersebut sambil mencatat isi pesanan Anita.
setelah mencatat pelayan tersebut pergi meninggalkan Nasha dan Anita. Anita langsung menanyakan apa yang sedang terjadi.
"Sha apa yang terjadi ?" tanya Anita to the point tanpa basa-basi.
Nashapun berhenti memakan dan menjelaskan kepada Anita.
"Sewaktu gue lagi memeriksa beberapa berkas file perusahaan, gue dapat sebuah panggilan telepon yang berkaitan dengan perusahaan, katanya kalau gue ngga kembali dan ngga menyerahkan posisi jabatan presiden direktur maka perusahaan akan bangkrut dan tidak ada klien yang mau bekerja sama dengan perusahaan," jelas Nasha.
"Lo tahu siapa yang mengancam ?" tanya Anita menyimak penjelasan Nasha.
"Ngga tahu, dia ngga sebutin namanya," jawab Nasha bingung.
"Ada yang lo curigain nggak karyawan bokap gue ?" tanya Anita lagi untuk menganalisa kejadian yang menimpa perusahaannya.
"Asas praduga tidak bersalah ya. kalau dipikir-pikir ada salah satu yang nggak suka sama posisi gue cuma ngga yakin apa benar dia," jawab Nasha memikirkan siapa yang suka dirinya.
"Siapa ?" tanya Anita penasaran.
"Ayu... dia ngga suka gue berada di posisi itu," ucap Nasha jawab ragu-ragu apa benar namanya itu.
"AYU ORANG KEPERCAYAAN BOKAP GUE," kaget Anita mendengar nama ayu orang yang sangat di percaya oleh ayahnya.
"Iya bener... tapi dia itu kayak cari muka biar dapat posisi direktur," ucap Nasha mengingat kejadian kemarin dimana Ayu centil dengan tuan Anggara.
"Maksud lo ?" tanya Anita kembali penasaran apa yang di maksud cari muka.
"Ayu sewaktu gue di kenalin dengan tuan Anggara. dia berusaha mendekati bokap lo dan mengedipkan matanya ke bokap lo. genit dan centil ayu tapi bokap lo tidak menggubrish hal itu," bisik Nasha pelan agar tidak terjadi rumor.
"Ah... yang benar lo. Ayu begitu ?" tanya Anita tidak percaya.
"Iya sebaiknya lo ngawasin gerak-gerik Ayu ketika ada bokap lo. jadi lo lihat sendiri."
pelayan tersebut mengantarkan pesanan Anita ke meja dan kembali lagi. dan Nasha menyelesaikan makanannya.
"Baiklah kalau gitu besok kita kembali ke tempat masing-masing dan lo mintain nomor office girls ya." pinta Anita mengingat ada hal yang belum selesai di kantor Kenz.
"nanti gue minta, habis ini gue mau langsung pulang ke apartemen," jawab Nasha yang khawatir dengan ibunya.
"Nanti gue antar sekalian ada yang mau kasih ke nyokap lo," ucap Anita tersenyum mengingat kebaikan dan kelembutan ibunya Nasha.
"Apa itu?" tanya Nasha.
"Bahan pokok... gue baru kali ini ngerasa kasih sayang dari seorang ibu. hanya ini yang bisa gue perbuat." jawab Anita pelan.
"Baiklah dan terima kasih." ucap Nasha tersenyum.
selesai makan di restoran Nasha dan Anita membayar makanan tersebut di kasir. Anita mampir ke sebuah minimarket untuk membeli keperluan Nasha sebelum mengantarnya ke apartemen.
pembaca yang baik minta like dan comannya ya agar author bisa memperbaiki tulisan ke depannya. kalau mau gabung di group untuk mengenai update dan berbagi cerita silahkan cantumkan nomor handphone beserta nama.