
“Saya mengundang Pak Jay, nak Haikal dan Andisi kesini untuk menjodohkan cucu kesayangan saya dengan Haikal putra dari pak Jay,” ucap Diana sambil meminta ART untuk membuatkan minuman dan membawakan makanan ringan untuk disuguhkan kepada tamunya.
“Ibu Diana serius menjodohkan anak saya dengan Anita ?!” balas Jay tidak mempercayai perkataan yang telontar dari seorang Diana. Wanita paruh baya, namun kharismanya masih tetap melekat.
“Seorang Diana … tidak pernah berbicara bercanda mengenai perjodohan yang menyangkut Anita! “ ucap Diana ketus karena Jay tidak percaya dengannya kalau ingin menjodohkan Anita dengan laki-laki pilihan yang terbaik.
“Maaf bu Diana … saya hanya kaget saja. Pasti Haikal setuju dengan perjodohan ini,” ujar Jay merasa takut kalau saja Diana tersinggung dengan ucapannya itu.
“Iya nek … Haikal mau sama Anita. Sudah lama, Haikal menyukai dan mencintai Anita. Namun, perasaan Haikal bertepuk sebelah tangan karena Anita menyukai laki-laki lain,” sela Haikal agar Diana tidak jadi kesal dengan sikap papanya tersebut.
“Saya maafkan … saya sudah lama memperhatikan Haikal dengan Anita. Tidak pernah sekali pun, mencuekinya atau bersikap dingin. Berbeda dengan laki-laki bernama Kenz, Anita sangat tergila-gila dan mencintai tapi Kenz tidak sedikit pun peduli dengan Anita. Maka dari itu, Haikal lah yang cocok jadi calon suami untuk Anita. Nenek sangat yakin itu,” ucap Diana merangkul cucu kesayangannya itu.
“Tapi Nek … Anita tidak menyukai dan mencintai Haikal. Anita hanya mau Kenz lah yang jadi calon suami! Bukan yang lain!” tolak Anita tidak terima dengan perjodohan yang sudah ditetapkan oleh Diana.
“Sayang … dengarkan Nenek bicara, Nenek hanya ingin yang terbaik untuk kamu. Nenek juga menyesal atas perbuatan nenek kepada ibumu dulu. Tetapi Nenek tidak pantas menerima kebaikan mereka,” bujuk Diana sekarang yang hanya ingin melihat kebahagiaan Anita.
“Anita … sepertinya harus ada yang kamu tahu tentang Nasha,” ucap Andini ketika semua terdiam karena Anita harus tahu kondisi Nasha saat ini.
“Nasha kenapa nak ?” tanya Diana mendengar nama Nasha. Terlihat sekali, Diana juga sangat peduli dengan Nasha cucu kandungnya itu yang tidak pernah melihat sebelumnya.
“Jangan dek !” ucap Haikal melarang Andini untuk membahas kondisi Nasha saat ini yang masih belum sadar semenjak tadi pagi.
Diana merasa heran dengan sikap Haikal yang melarang Adeknya untuk mengungkapkan kondisi Nasha, namun Andini lebih tidak tega. Jika Anita menyesal terlambat ketika kondisi Nasha sudah semakin menurun, mungkin dengan Andini berbicara dan Anita meminta maaf. Nasha akan segera membaik dan keluarga mereka bisa bersama lagi, seperti harapan Nasha sewaktu menceritakan di rumah.
“Nek Diana … Anita … Nasha sekarang ada di rumah kami, tetapi kondisinya saat ini tidak sadarkan diri ketika Anita tidak bisa menerima pertunangan dan perjodohan Nasha dengan Kenz. Nasha dari dulu, selalu menderita dan bating tulang membiyai keluarganya tanpa ayah angkatnya. Sekarang, aku mohon agar kamu mengikhlasan Kenz untuk Nasha biar bahagia,” ucap Andini menjelaskan dan tidak kuat untuk menahan tangisannya ketika mengingat kondisi Nasha saat ini.
“APAAA NASHA NGGAK SADARKAN DIRI!” balas Anita begitu kaget adek yang sangat disayang kondisinya droup sehingga nggak sadarkan diri. Langsung tangis Anita pecah saat itu juga, karena sudah membuat kondisi Nasha sekarang ini.
“Sabar sayang … untuk kebaikan semua Nita. Kamu mau menerima perjodohan ini, Haikal tulus sayang dan cinta sama kamu. Nenek yakin kamu akan bahagia,” bujuk Diana agar Anita mau mempertimbangkan perjodohan ini.
“Baiklah … Anita akan pertimbangkan kembali perjodohan ini,” jawab Anita pasrah karena kalau pun dirinya sudah mendapatkan apa yang dia mau. Tetapi orang yang disayang, seperti Ibu dan adeknya sekarang sakit membuat hati menjadi sakit.
“Alhamdulillah … terima kasih Nita, Nenek. Semoga dengan kabar ini, semua menjadi lebih baik lagi. Kita nggak bisa lama-lama karena Nasha harus dirawat,” pamit Haikal beserta keluarganya karena masih ada Kenz, Amel dan Nasha di rumahnya.
Sedangkan Kenz di rumah Haikal masih setia menunggu kabar baik, badan yang sudah lelah menjaga Nasha. Masih harus menjaganya, sehingga membuat Kenz tertidur disamping Nasha. Amel melihat betapa sayang anaknya kepada Nasha, membuat sedikit menyesal sudah hampir memisahkan mereka berdua waktu itu.
Ketika Amel memperhatikan dua pasangan itu, tiba-tiba ada seseorang memakai jas hitam, dasi merah dan sepatu kulit masuk dan memanggilnya.
“Amell …. “
Note : Maaf untuk para Reader tersayang. Cerita Me and Mr Perfeck dipersingkat karena Author takut semakin kesini cerita ini semakin tidak jelas alur ceritanya. Dan mohon untuk mendukung author dengan memberi vote.