
Anita pun setelah selesai bekerja langsung pergi ke arah rumah sakit dimana tante Anatasya dirawat. Dalam hatinya itu masih terasa sikap lembut dan kasih sayang yang diberikan oleh tante Anatasya sewaktu dirinya bertukar peran dengan Nasha waktu pertama bertemu. Tak terasa Anita meneteskan air mata selama mengendarai mobil, hatinya begitu sakit mengingat orang yang disayang selain papanya terbaring lemah di rumah sakit.
"Ibu... aku tahu bahwa kamu bukanlah ibuku tapi ketika kamu perhatian denganku aku merasakan kasih sayang yang selama ini belum aku rasakan. aku berharap semoga tuhan mengabulkan permintaanku agar ibu sehat dan berkumpul dengan Nasha yang ku anggap sebagai saudara sendiri," harap Anita di dalam hati mendoakan kesembuhan tante Anatasya yang sudah dianggap sebagai ibunya sendiri.
Setelah memakan waktu 2 jam, Anitapun telah sampai segera memakirkan mobilnya di basement lantai bawah dan pergi ke kamar rawat inap ibu dari temannya itu, tidak lupa untuk mengabarkan kepada papanya agar tidak khawatir putrinya tidak pulang tepat waktu.
TO PAPAKU TERSAYANG
Papa... aku bakal pulang terlambat karena Nasha meminta Nita untuk menjaga ibunya selama dia kerja.
Send ? Yes
FROM PAPAKU TERSAYANG
Iya sayang hati-hati ya. begitu Nasha di sana. kamu langsung pulang ya
Replay ? Yes
'Anita sudah mulai dekat dan akrab dengan Nasha, kalau di kasih tawu kebenarannya sekarang aku takut pertemanan mereka berdua hancur yang baru dijalanin. Anatasya apa yang harus aku lakukan ?' pikir Anggara memikirkan pertemanan anaknya dengan Nasha.
TO PAPAKU TERSAYANG
Iya pa.. nanti Nita akan langsung pulang begitu Nasha selesai kerja.
Terima kasih ya pa.
Send ? Yes
Anitapun masuk ke kamar inap tersebut, dan lagi-lagi tidak bisa menahan tetesan air matanya jatuh perlahan melihat wanita dihadapannya terbaring lemah tak berdaya. tanpa ragu Anita memegang lembut tangan wanita itu dan mengucapkan sesuatu.
"Tante Anatasya... Anita sayang banget sama tante, pengen sekali Anita memanggil tante dengan sebutan ibu. boleh ngga Anita memanggil tante sebagai ibu," ucap Anita terbata-bata dan menangis sejadi-jadinya. hatinya begitu hancur tidak karuan, tangannya yang bergetar mencoba untuk kuat dan memegang tangan itu dengan kuat seolah memberi kekuatan untuk wanita tersebut.
sedangkan di perusahaan Kenz, Nasha mencoba sedikit demi sedikit memperbaiki semua kelalaiannya sampai membuat atasannya itu setuju dan puas akan kinerja yang dia lakukan untuk menembus kesalahannya. Kens melihat Nasha yang begitu tekun dan gigih memperbaiki jadwal rapatnya dengan klien, merasa kasihan disaat karyawan lainnya pulang tetapi Nasha malah bertahan mengetik jadwal rapatnya dengan sangat teliti sampai menunjukkan waktu telah sore.
"Sha... sudah hampir malam sebaiknya kamu lanjutkan besok lagi. saya tidak mau melihat ada karyawan saya sakit akibat kerja lembur di perusahaan ini," tegur Kenz mengampiri tempat kerja Nasha yang dimejanya penuh dengan makanan dan secangkir kopi hitam.
"Tapi pak... ini sebentar lagi selesai," balas Nasha masih focus dengan layar laptopnya itu.
"Kalau saya bilang besok ya besok. jangan membantah perintah dari atasan," tegur Kenz sebenarnya dia malu untuk bilang bahwa dirinya tidak tega melihat Nasha kerja sampai tengah malam.
"Baik pak... terima kasih. saya akan bereskan barang-barang dulu baru akan pulang," ucap Nasha malu bahwa dirinya begitu dipedulikan dengan atasannya sendiri.
"Silahkan. saya pulang duluan," ucap Kenz meninggalkan Nasha sendirian di lantai 2 tempat ia bekerja.
Nasha yang merapikan barang-barang, langsung mengirim pesan kepada Anita bahwa dirinya sudah mau pulang dan berterima kasih sudah menjaga ibunya.
To Anita
Nita.. aku sudah mau pulang.
Send ? Yes
From Anita
Baik kalau gitu gue pulang dulu ya. sudah di sms oleh papa
Replay ? Yes
To Anita
Send ? Yes
From Anita
Sama-sama. aku juga terima kasih sudah diperbolehkan untuk menjaga ibu
Replay ?Yes
To Anita
Salam untuk papamu. sudah memperbolehkan kamu menjaganya
Send ? Yes
Anitapun mencium kening Anatasya dan membisikkan bahwa dirinya pamit untuk pulang. sedangkan Nasha sudah bersiap-siap untuk pulang dan memesan taksi online karena kalau jam sekarang kendaraan umum sudah penuh dengan karyawan yang pulang kerja.
tibalah mobil berwarna merah parkir di depan perusahaan besar itu dan membuka jendela menanyakan apa benar bahwa gadis yang di depannya telah memesan ge-car dari aplikasi tersebut.
"Maaf.. nona bener ini dengan nama nona Nasha ?" tanya pengemudi mobil itu.
"Iya pak. betul," jawab singkat Nasha menunggu aba-aba dari si pengemudi tersebut.
"Silahkan masuk nona, tujuan anda Rumah sakit harapan," ucap si pengemudi sambil menekan tombol kunci mobil terbuka.
"Iya pak benar. saya kesana untuk menjaga seseorang," jawab Nasha memasuki jok tengah mobil tersebut agar dirinya bisa istirahat dan memejamkan matanya dengan tenang.
"Silahkan istirahat nona. kalau sudah sampai tempat tujuan saya akan memberi tahu," ucap si pengemudi ramah sambil membenarkan kacanya.
sedangkan dari kejauhan anak buah dari Haikal sudah siaga mengikuti Nasha yang sudah memasuki mobil dan mulai berjalan. Nasha tidak tahu bahwa dirinya sudah dimata-matai oleh suruhan teman atasannya tersebut karena alasan takut ditipu oleh dirinya. sampai berhenti di depan rumah sakit besar dan supir tersebut memberi tahu bahwa sudah sampai di tempat tujuan.
"Nona Nasha. kita sudah sampai di tempat tujuan," ucap supir tersebut mencoba memberi tahu kepada Nasha bahwa telah sampai di rumah sakit.
"Terima kasih yak pa. ini uangnya kalau ada kembalian ambil saja," balas NAsha memberikan uang tunai kepada pengemudi dengan senyuman yang ramah dan keluar dari mobil tersebut untuk masuk ke dalam rumah sakit itu.
sedangkan seseorang yang di sebrang, menelpon Haikal untuk memberi tahu bahwa target memasuki rumah sakit dan menunggu intruksi selanjutnya untuk bergerak cepat agar puas hasil selidikannya tersebut tanpa ada yang kurang sedikitpun informasinya.
orang suruhan : Hallo Tuan, Nona Nasha benar pergi ke rumah sakit dan tadi pergi menggunakan taksi online.
Haikal : baguslah kalau benar dan lanjutkan ikutin dia jangan lupa sama bukti fhotonya.
orang suruhan : baik tuan akan saya laksanakan.
orang tersebut mematikan telpon dan masuk mengikuti Nasha pergi sehingga sampai di mana Nasha masuk dan meletakkan tasnya serta membisikkan ke telinga ibunya.
"Ibu.. Nasha datang, maaf yaa terlambat tadi banyak kerjaan," bisik Nasha pelan berharap ibunya cepat sadar dan membasuh tangan serta wajahnya yang kusam agar lebih refresh.
Cekrek... Cekrekk..
seseorang telah memotret Nasha yang tengah membasuh tangan dan kening ibunya untuk menjadi bukti bahwa ucapan Nasha tidak bohong lalu mengirim kepada Haikal untuk diberikan kepada Kenz yang memintanya.