
Haikal yang berada di ruangan direktur menoleh ke Arah Kenz masih dalam keadaan tidak sadarkan diri dan masih masih memegang Nasha gadis yang dicintainya itu.Haikal melirik dan mencoba menyimpulkan semua yang terjadi dari penjelasan Chaca hingga Kenz yang terus dipanggil Nasha.
'Apa yang mungkin Kenz sudah nyatakan tentang kebebasan pada gadis bernama Nasha itu, apa Nasha juga memberikan jawaban atas pengakuannya itu?'Haikal mempertimbangkan penyebab yang sebenarnya terjadi karena Kenz terlihat sangat berbeda, sedangkan Kenz yang selalu terlihat dingin perempuan tetapi tidak dengan Nasha.
Haikal tidak mau mengambil pusing yang dilakukan Kenz, dia menyuruh satpam membantunya untuk memapah dan meminta kenz di kursi tengah agar segera dibawa ke rumah sakit terdekat karena Kenz masih belum sadarkan diri.Chaca merapikan ruang direktur yang rusak seperti kapal pecah, dimana banyak barang berserakan dan pecahan kaca dimana-mana agar tidak berbahaya.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Haikal menghubungin anak buah mencari Nasha sekarang, karena hanya itu solusi yang terpikirkan yang bisa membuat Kenz mengerti dari kondisinya yang semakin parah dan panas semakin tinggi.
Tut ... Tut ... Tut ...
bunyi saluran Telepon yang menghubungin Haikal dengan anak buahnya di markasnya tersebut, dimana mereka pada sibuk berolahraga untuk menyehatkan diri,
Haikal : Hallo ( suara Haikal mengagetkan salah satu dari mereka yang sedang bersantai di kamarnya ).
anak buah : Egh.... bos, ada apa ? ( jawab anak buah yang mengangkap dengan gelagapan karena bosnya menelpon).
Haikal : MEMANG HARUS ADA APA DULU UNTUK MENELPON KALIAN HAAAA ( Haikal tidak menyangka anak buahnya berani bicara seperti itu).
anak buah : Maaf bos, tidak bermaksud begitu.
Haikal : saya minta, diantara kalian ada yang mencari informasi keberadaan gadis bernama Nasha sekarang !!
anak buah : Baik bos segera saya lakukan sekarang.
Haikal : saya tunggu secepatnya dan jangan kecewakan saya.
Haikal langsung menutup panggilan telepon tersebut dengan kasar, sampai terlihat rumah sakit. Haikal memakirkan mobilnya di halaman lobi rumah sakit, agar perawat membawanya dengan blangkar untuk segera di periksa di UGD. sedangkan Nasha yang ada di kamar inap VIP tempat ibunya dirawat bahagia melihat ibu dan Anita kakaknya kembali tersenyum, Nasha tidak ingin merusak semuanya senyuman, kebahagiaan ini. tapi kalau Nasha berada dikehidupan Anita dan masih di sekitar keluarga, daerah ini pasti Kenz akan menemukannya.
Nasha mencoba bertanya pendapat ibunya tentang keinginannya pindah kuliah dan kerja agar bisa hidup dengan tenang tanpa merasa bersalah pada siapapun. "Ibu... Nasha boleh bicara sama ibu tentang sesuatu ?" tanya Nasha mendekat ke arah ibu dan duduk dengan tenang.
"Kamu mau bicara apa nak, bicara sama ibu masa harus izin," jawab ibu tersenyum dan mengusap rambut Nasha dengan membelainya penuh kasih sayang.
"Ibu, kita pindah tempat tinggal ya bu," ucap Nasha tiba-tibaa raut wajahnya berubah menjadi sedih dengan matanya berkaca-kaca, hatinya yang menggetar ketika berbicara seakan ada sesuatu yang disembunyikan.
"Kamu ada apa sayang, kenapa ingin pindah tempat tinggal, gimana kerjaan dan kuliahmu.?" tanya Ibu tidak percaya bahwa anaknya ini, bicara ingin pindah walaupun dia baru saja bertemu dengan mantan suaminya itu.
"Nasha mohon bu, mau ya bu atau Nasha aja yang pindah, ibu nggak usah pindah," ucap Nasha bersih keras untuk tetap pindah tempat tinggal.
"Sayang... ceritakan sama ibu, kamu ada masalah apa, sampai kamu mau pindah dari sini," kata Ibu mencari tahu apa yang sedang terjadi pada anaknya.
Anatasya yang mendengarkan penjelasan Nasha, menitikkan air mata dan melirik Nasha anak yang dicintai itu dengan tatapan iba, sedih, terharu. Bagaimana tidak, Anaknya melepaskan perasaan dan kebahagiaan demi kakaknya sendiri bahagia bersama orang yang disayangi, dicintai. Sekarang Anatasya tahu, kenapa Nasha tetap ingin pindah dari apartemen tersebut karena ingin menjauh dari kehidupan laki-laki yang dicintai itu kalaupun tidak pindah pasti hatinya akan sakit, hancur bahkan tidak rela. Ya, semua itu Nasha lakukan semata-mata hanya ingin Anita bahagia bersama Kenz.
"Baiklah sayang, ibu paham. kita akan pindah begitu sudah diperbolehkan pulang," ucap Anatasya melihat Nasha dengan kesedihannya dan pengorbanannya itu walaupun hatinya akan hancur, sakit.
"Terima kasih, Nasha akan mengurus semuanya. Nasha juga bekerja di tempat orang tuanya, Andini, jadi ibu tidak perlu khawatir dengan kehidupan kita," pinta Nasha agar fokus dapat dipulihkan dan cepat dipulihkan agar bisa disatukan.
Setelah Nasha dan Anatasya berbicara, menerima sendiri satu pesan dari Chaca, asisten Kenz tempat percaya dulu sebelum hari ini mengundurkan diri,
Kepada Nasha
Sha ... saya mohon kamu ke rumah sakit Sari dan menjenguk Pak Kenz.dia membutuhkan Kamu.Sekali Hanya Sekali.
Kirim ?Iya.
Nasha membaca isi pesan Chaca kaget mendengarkan Kenz masuk rumah sakit, tapi dia tidak mau mengingkari janjinya untuk membuat kakaknya bahagia.Nasha mencari Anita dimana-mana, ibu yang melihat Nasha bingung mencari untuk bertanya.
"Kamu cari Siapa?"tanya Anatasya yang melihat Nasha mondar-mandir tidak jelas seperti setrikain.
"Kak Anita dimana bu. Tadi kayaknya ada Kak Anita."jawab Nasha cepat yang tidak menyadari bahwa kompilasi duduk dekat ibu, Anita pindah ke sofa tanpa bicara.
"Itu di sofa lagi handphone utama," ucap ibu sambil menunjuk sofa arah yang tidak jauh dari kamar mandi.
"Kenapa Sha, masa aku ini tidak terlihat sama kamu," ledek Anita menahan tawa melihat Nasha bingung mencarinya yang sudah ada di depan karena itu.
"Ikh kaka ini ... kakak, aku maau kasih tawu sesuatu," ucap Nasha mengakses ke Anita dan melirik koneksi yang ingin dibicarakan tentang Kenz.
"Bicara apa sih kamu sampai harus mencari kakak semuanya dan kenapa mesti melirik ke ibu kalau bicara sama aku?"tanya Anita heran melihat kedua orang tersebut.
"Kakakku sayang ... sekarang kakak ke rumah sakit, aku bisa kirim sms Kenz sedang dipahami di rumah sakit Sari dan rencanya aku sama ibu pindah setelah ibu pulih. Aku mohon, kakak jaga Kenz pakai nama kakakmu ya," ucap Nasha memeluk kakanya ini dan menangis diselesaikan perasaanya itu.
"KAMUU ... !!!, sudah tahu semuanya," ucap Anita kaget mendengar Nasha mengetahui hal yang disembunyikan, namun juga senang karena kedua orang tersebut pindah.
"Sudah ngga berhasil sedih, nanti aku akan kirim alamat ke kaka jadi pindah. Sekarang kaka jenguk dulu Kenz, aku tidak suka kakak ko," kata Nasha yang terluka dan hancur dengan senyuman yang dipindahkan agar Anita mau menjenguknya.
Anita tidak bisa berkata-kata, senang kaget mengetahui bahwa Nasha tidak membencinya bahkan dia merelakan Kenz untuknya.Anita tahu itu bahwa Nasha sangat mencintainya dan menyayanginya terlihat dari tatapannya itu ada cinta di dalamnya, bahkaan walaupun hatinya sakit dan hancur dia malah menyuruh Anita menjenguknya. Anita berpikir, " Nasha kamu kuat dan tegar banget, hatimu hancur dan sakit tapi kamu tetap merelakan Kenz untukku. Aku kakak macam apa. tidak bisa membuatnya bahagia dan tersenyum."
Anita pun pergi dengan perasaan campur aduk bahagia, senang, sedih, malu. setelah Anita pergi, Nasha berlari ke pelukan Anatasya dengan membawa semua perasaan hatinya hancur seperti kaca yang pecah, sakiit seperti ditusuk ribuan jarum dihatinya. Dia menangis histeris dengan butiran air mata yang terus mengalir, hanya ini yang bisa dia lakukan saat ini untuk menguatkan dirinya menerimaa konsekuensi yang dia sudah ketahui walaupun itu tidak akan mudah baginya untuk melupakan.