Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Bab 28 Aku Bukan Dia, Aku Adalah Aku



ibu memeluk dengan erat, berusaha memberikan ketenangn pada Nasha, lalu dia berkata sambil membelai rambut panjangnya yang di biarkan terurai. " Sabar sayang."


"ibu Nasha ikhlas, Kenz bahagia bersama Kak Anita. tapi kenapa hati ini sangat sakit sekali melihat kakak pergi menjenguknya." isak tangis Nasha yang semakin keras sama dengan suasana hatinya sekarang.


"Jika kamu Ikhlas, kamu harus kuat sayang. ini keputusan yang kamu buat sendiri dan tidak ada yang ikut campur tangan untuk masalah ini," ucap Anatasya, ikut merasakan hati anak yang dipeluknya itu sakit.


" bu... Nasha tidak kuat untuk tetap disini. itu hanya membuat luka yang semakin dalam bagi Nasha."


"Secepatnya kita akan pindah, kamu akan terbebas dari semua penderitaan ini. ibu janji itu," ucap Anatasya memegang pipi anaknya untuk menghiburnya.


sedangkan Anita yang mengendarai mobil pergi ke rumah sakit, merasa serba salah walaupun hal ini yang diinginkan tetapi tidak seperti ini caranya dengan menyakiti hati adeknya sendiri.


'apa aku harus berbicara jujur dengan Kenz bahwa Nasha juga menyukai tapi Nasha sendiri yang bilang tidak usah membawa namanya ketika menjenguk Kenz,' Pikir Anita, kepalanya yang pusing memikirkan keadaan ini antara Nasha dan Kenz karena keduanya orang terpenting baginya.


berapa menit kemudian, Anita memakirkan mobil di lantai bawah dan pergi ke ruangan Kenz dengan menggunakan Lift agar segera sampai. sesampainya di depan ruang inap yang ditempatin oleh Kenz, Chaca menghampiri Anita yang tengah duduk di ruang tunggu.


"Kamu.... Siapa dan sedang apa ke sini ?" tanya Chaca melihat ke arah Anita seperti layaknya detektif mengintrogasi pelaku kejahatan kriminal.


"Kenalkan, nama saya Anita Ranggara teman satu kampus Kenz dan ke sini untuk menjenguk juga merawat Kenz." jawab Anita memperkenalkan dirinya itu.


"Kenz tidak membutuhkan kamu disisinya. lebih baik kamu pergi." ketus Chaca tidak menyukai sikap Anita yang angkuh.


Di sela-sela Anita dan Chaca berdebat, seorang memakai kemeja putih dengan Steleskop dikalungkan dileher, di dalamnya memakai kemeja pendek bercorak garis warna biru dan celana bahan berwarna hitam menghampiri mereka berdua.


"Apa yang sedang terjadi dengan Kenz ?" tanya laki-laki tersebut dengan nada datarnya.


"Kenz banyak mengeluarkan darah setelah memukul kaca ruangannya sampai hancur." jawab Chaca mengabaikan Anita dihadapannya dengan raut muka memohonnya.


Anita yang tidak diperbolehkan masuk oleh Chaca, hanya bisa dari luar ruangan dengan tatapan menyedihkan melihat orang yang dicintai itu. seseorang menepuk pundak Anita sehingga menyadarkannya.


"Anita... kamu sedang apa ?" tanya laki-laki tersebut menyamakan posisi berdiri dengan Anita menghadap ke ruangan Kenz dirawat.


"Haikal, aku mau merawat Kenz sampai sembuh walaupun dia tidak punya perasaan sama aku." jawab Anita menitikkan air mata karena tidak kuat melihat orang yang dicintai terbaring lemah, apalagi dia mengetahui penyebabnya.


di ruangan Kenz terbaring


Dokter telah selesai memeriksanya secara keseluruhan dan lagi-lagi Kenz memanggil Nasha gadis yang dicintai itu dalam keadaan tidak sadarkan diri, Dokter yang mendengar panggilan seseorang itu langsung melirik ke arah Chaca.


"Siapa Nasha, apakah dia pacaranya ?" tanya dokter melihat Chaca yang berdiri di belakangnya.


"Nasha itu mantan seketaris Kenz dok. tapi dia sudah mengundurkan diri." jawab Chaca yang tidak tahu hubungan atasannya itu demgan Nasha.


"Sebaiknya kamu mencari nama yang dipanggil itu." saran dokter tersebut berbicara kepada Chaca berada dibelakangnya.


Anita memberanikan diri untuk masuk ke ruangan itu seperti yang diinginkan adeknya tersebut. Anita memegang tangan Kenz dengan penuh rasa cinta dan sayang membuat Chaca, dokter, dan Haikal menyipitkan matanya heran.


'Sedang apa dia kesana dan kenapa memegang tangan Kenz,' kata Chaca dan Haikal melihat ke arah Anita duduk memegang tangan Kenz.


"Nasha.... Nasha... Nashaa," panggil Kenz dengan suara sedihnya itu seolah tidak mau kehilangan gadis yang dicintai itu.


"Kenz sadarlah, aku Anita bukan Nasha. aku disini untuk kamu. aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu. bangun Kenz, aku mohon," harap Anita melihat Kenz dengan tatapan menyedihkan dan perasaanya yang hancur, sedih, dan sakitt.