Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Bab 11 Kenangan Indah



flast Back


Nasha bercanda dengan seseorang dari kejauhan di kantin sekolah. ketika dia tertawa lepas, tersenyum manis terlihat cantik begitulah apa yang dipikirkan Bagas melihat ke arah Nasha berada.


"Cantik juga kalau tersenyum," pikir Bagas dari arah luar.


Bagas secara diam-diam memperhatikan Nasha bersama temannya. pada zaman sekolah Nasha, Nasha sosok gadis idola yang di kagumi dengan kaum cowo karena kecerdasannya, kecantikannya.


Setiap Nasha berjalan, mata cowo selalu tertuju pada dirinya. senyuman Nasha membuat hati cowo berdebar dan meleleh. Namun yang tidak kalah pentingnya, Nasha adalah juara 1 di kelasnya. dan termasuk organisasi sekolah.


sampai suatu saat Bagas memberanikan diri mempersiapkan untuk menyatakan cinta kepada Nasha. dari segala macem hiasan seperti lilin, bunga mawar dan dinner romantis yang diiringin oleh pemain biola membuat suasana semakin mendukung mengutarakan isi hatinya.


pas saat malam hari pelantikan Nasha di ajak ke sebuah tempat yang telah disediakan dengan mata tertutup.


"jalannya pelan-pelan," ucap Nasha memegang tangan bagas dengan lembut.


"Iya ini pelan-pelan ko," jawab bagas tersenyum.


"kamu mau ajak kemana sih Gas ?" tanya Nasha penasaran dirinya mau dibawa kemana oleh bagas.


"Rahasia dong," jawab Bagas singkat.


"Kenapa Rahasia sih ?" tanya Nasha kembali.


"Sudah kamu diam aja. dan ikutin aja aku," jawab Bagas tersenyum membayangkan kejadian nanti.


Sehingga sampailah di suatu tempat indah yang disusun oleh Bagas dan temannya untuk memberi kesempatan agar Bagas menyatakan perasaannya. Nasha yang melihat keindahan di malam itu terharu dan menangis karena semua yang dilihat di persembahkan untuk dirinya oleh Bagas.


"Nasha... awal pertama masuk sekolah. aku sudah mulai memperhatikanmu dari jauh, dari kamu ke perpustakaan membaca novel, pelajaran, dan lain-lain. kamu bersama temanmu di kantin, dan dimanapun kamu berada. aku selalu mengikutimu seolah mata ini tidak lepas pandangan untuk melihat kecerianmu, senyumanmu. aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu. aku nggak mau senyummu luntur. mau kah kamu jadi seseorang yang special untukku ? ," ucap Bagas hati-hati.


Nasha saat itu hanya bisa menutup mulutnya, dan dia sendiri tidak bisa berkata apa-apa. dan hal ini sangatlah indah, Nashapun menyimpan perasaan ke bagas sudah sejak lama. namun Nasha hanya bisa pendam, karena ada cewe yang suka dengan bagas jadi dia hanya bisa menunggu dan menerka apakah perasaan Nasha sama dengan Bagas.


hampir setahun menjalani kisah mereka, Nasha memutuskan Bagas karena perusahaan ayahnya bangkrut dan Nasha tidak ingin seorangpun tahu tentang musibah yang menimpa keluarganya.


Nasha mencoba membiayai sekolahnya dari hasil tabungannya. dan ayahnya menjadi seorang supir angkot untuk menafkahi anak istrinya, dan lagi-lagi musibah menimpa keluarga Nasha dimana ayahnya mengalami kecelakaan yang tidak bisa di hindari.


dan Nasha harus membantu berjualan di sekolah dan ibunya menjadi buruh cuci untuk membayar SPP sekolahnya. sampai Nasha kuliah. semenjak itu Nasha tidak berhubungan dengan Bagas.


karena Nasha malu kalau orang terdekatnya mengetahui keadaan sekarang, apalagi sampai harus mengasihanin Nasha. Nasha tidak ingin itu terjadi, makanya Nasha mengorbankan perasaannya untuk membanggakan keluarganya.


Flast Back Off


Anita memperhatikan Bagas yang melamun, Dan menyadarkannya dari lamunan tersebut.


"Gas... lo kenapa ?" tanya Anita heran.


"Gue ngga papa, hanya... " ucap Bagas pelan.


"Hanya apa ?" tanya Anita.


"Teringat sewaktu kejadian yang lalu saja," jawab Bagas.


"Gue mau ketemuan sama Nasha lo mau ikut nggak," ajak Anita ingin Bagas terlihat semangat lagi.


"Gue takut... Nasha tidak mau lihat gue," ucap Bagas takut dan kangen ingin bertemu orang yang ia sayangin.


"Lo perhatiin dari jauh aja." saran Anita greget lihat Bagas yang tidak semangat.


"Boleh deh." jawab Bagas.


mereka bertemu di restoran untuk membicarakan orang yang mengancam Nasha. dan Bagas yang melihat Nasha saat itu, kaget bahwa Nasha semakin cantik telah dewasa. dan bahagia bisa melihatnya.