
Setelah acara lamaran tadi pagi, Jay menitipkan Nasha kepada Kenz. tapi tidak tinggal dikediaman Kenz, karena sewaktu-waktu pasti Anita akan ke rumah Kenz dan membahayakan Nasha.
"Kamu kenapa Anita ?" tanya Diana, nenek darI Anita atau ibu dari Anggara yang tidak pernah menyetujui pernikahan Anatasya dengan Anggara.
"Oma... Kenz menikah dengan Nasha hu... hu..." isak tangis Anita. menangis dipelukan neneknya, karena hatinya begitu sakit.
"Sabar sayang... nanti oma akan bantu memperingati gadis bernama Nasha," ucap Diana memeluk erat cucu kesayangannya dengan penuh rasa kasih sayang.
"Anita tidak terima oma... hati Anita sakit dan papa membela Nasha dibandingkan aku," ucap Anita tambah menangis.
"Oma mau tanya. Kamu kenal sama perempuan yang di rawat di rumah sakit ?" tanya Diana kepada cucu kesayangannya itu karena pengen tahu sesuatu.
"Itu Mama Anatasya, mama kandung Anita. Anita sudah dengar semua dari papa kalau oma pisahin papa dengan mama," jawab Anita karena takut oma Diana memisahkannya lagi.
"Oma minta. kamu jangan pernah bertemu lagi dengan Anatasya !!" perintah Diana karena tidak mau melihat cucu kesayangannya menderita dan tertular miskin.
"Oma jangan bilang kayak gitu... Anita sayang sama mama," ucap Anita tidak mau pisah dengan mama kandungnya.
"Oma bisa kasih apa kamu mau Nita. sedangkan Anatasya tidak bisa kasih apa yang kamu mau," bentak Diana karena cucunya tidak mau pisah dengan perempuan miskin itu.
"Kamu lebih baik ikut Oma sayang... Oma janji akan membalaskan sakit hati kamu," ucap Diana agar Anita ikut tinggal dengan omanya.
"Tapi oma... Anita mau sama mama dan papa. Anita tidak pernah merasakan kasih sayang seorang mama dari dulu," isak tangis Anita pecah.
"Sayang ... oma nggak mau kehilangan cucu oma," ucap Diana karena merasa bahwa setelah Anggara menikah dengan Anatasya. Anggara berubah menjadi acuh kepadanya.
"Oma nggak mau tahu," jawab Diana tidak mau mendengar alasannya itu.
"Oma harus tahu. Mama tidak pernah membenci Oma sampai kapanpun karena begitu papa cerita tidam ada amarah di mata mama," ucap Anita memegang dan berharap Oma bisa memaafkannya.
"Sekarang kamu kemas barangmu... kalau nggak mau. Terpaksa oma buat Anatasya diusur dari rumah sakit," ancam Diana kepada cucunya itu.
"Oma jahat sama Anita... Demi Mama, oma akan ikut tetapi ingat janji oma," isak tangis Anita mengeluarkan koper dan pakaiannya.
"Maafkan oma sayang... oma hanya nggak mau kehilangan kalian lagi. apalagi dengan kondisi Anatasya sakit siapa yang merawat dan menjagamu," guman Diana dalam hati. Terlihat Anita menangis ketika memasukkan pakaiannya ke dalam koper.
"Ibu kapan datang ?" tanya Anggara melijat ibunya sudah ada di rumah.
"Dari tadi dan melihat Anita menangis," ucap Diana kesal kepada Anaknya tidak bisa menjaga dan malah di marahin bahkan dihukum.
"Ibu akan bawa Anita tinggal bersama ibu. Ibu bisa merawat dan juga membelikan apa yang Nita mau," ucap Diana tidak ingin terulang kembali kejadian masa lalu.
"Tapi bu, Anita dia memimpin perusahaan yang Anggara kasih ke dia," ucap Anggara tidak ingin berpisah dengan Anita.
"Ini yang terbaik untuknya. Dan juga kamu membela anak perempuan miskin daripada Anita. lebih baik dia ikut ibu," bentak Diana karena kesal terhadap anaknya itu.
"Jangan pisahkan Anita dengan ibunya... " ucap seseorang masuk ke rumah Anggara.