Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Sandiwara



Mr.X dari rumah sakit langsung menyusul mobil yang di bawa oleh Anita menuju apartement Nasha dengan kecepatan tinggi.


setengah perjalanan di lampu merah Mr x mendapatkan sebuah pesan dari Haikal.


To Mr X


Tolong kamu alihkan dia agar tidak


sampai ke apartement sementara saya bantu


Nasha untuk keluar.


Send ? Yes


From Mr X


siapp bos.vx


Replay ? Yes.


Setelah lampu hijau, Mr x mengurangi kecepatan untuk menyesuaikan di dalam jalan perkotaan dimana mobil, motor berlalu lalang ada yang berangkat kerja, ataupun pulang kerja.


'Sepertinya bos sudah ada disamping gadis itu, jadi sekarang aku harus membuat perempuan ini untuk lama dijalan sebelum dia tahu kalau targetnya keluar dibantu oleh bos,' pikir Mr x mencari cara agar bisa memperlambat perempuan jahat itu sampai di apartement.


"Bukannya itu nomer plat perempuan itu, aku harus segera mendahuluinya," guman Mr X pelan di dalam mobil melihat ada mobil yang dipakai oleh perempuan yang dicari.


sementara di apartement seseorang dengan angkuh berjalan ke tempat apartement Nasha membawa anak buahnya, Mr X segera membunyikan klakson mobilnya berulang kali.


Tin.... tin...tin...!!!


"Woyyy berisik disana," ucap seseorang disana dengan menggunakan kacamata hitam.


"Pinggir sana halangin mobil mau jalan saja," teriak Mr. X dalam mobil karena melihat target sudah keluar.


"Parkiran mobil bukan di sini tempatnya. itu ada di... " Ucap Anita terhenti karena handphonenya berbunyi, Dia pun mengalah kepada seorang di mobil untuk menepi dan menerima panggilan telepon.


Anita : Hallo apa ada informasi tentang Nasha ?


Mr. S : Bos kamar target kosong kemungkinan dia meloloskan diri ketika kita di jalan.


Anita : APAAAA KATAMU ( Murka Anita ketika mendapat kabar tentang adeknya sudah keluar dari apartemennya itu)


Mr. S : Iya bos target keluar sebelum kita sampai.


Anita : Ya sudah kita kembali ke rumah sakit. kita buat dia tidak bisa kembali saja karena sudah bermain-main denganku.


Mr. S : Siappp bos.


Di dalam mobil Mr X juga sudah mendapat kabar bahwa Haikal sudah membawa Nasha keluar dan menyembunyikannya di kediamannya. Begitu juga Anita sudah memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan apartement kumuh itu.


Di rumah sakit


'Nasha anak ibu kamu kemana sayang ? kamu tidak pernah menjenguk ibu lagi sekarang,' guman Anatasya dalam hati berharap anaknya yang paling bungsu menengoknya kembali karena Nasha sudah memberi tahu bahwa dirinya akan kembali setelah selesai membereskan barang pindahan.


Beberapa jam kemudian Anita sudah sampai dan memakirkan kendaraannya itu untuk pergi ke tempat ibunya.


"Ibu.... ibu...." Isak tangis Anita berlari ke hadapan ibunya yang sangat disayang dan dicintai.


"Anita sayang ada apa ? jangan membuat ibu bingung saya," tanya Anatasya mengelus kepala anaknya agar bisa tenang anaknya itu.


"Ibu.... Nasha. Nasha bu.... " isak tangis Anita semakin menjadi.


"Iya Nasha kenapa sayang ?" tanya ibu mencoba menenangkan tangis Anita karena dirinya bingung apa yang terjadi sebenarnya.


"Nasha diculik dan dibunuh bu. Anita tadi mencoba menyelamatkan ke aparteman tapi tidak keburu sempat karena Nasha sudah di culik lebih dulu," ucap Anita dengan suaranya di main-mainkan.


"APAAAAAAA ITU TIDAK MUNGKIN. NASHA NGGAK MUNGKIN..." teriak Anatasya dan langsung kehilangan kesadarannya begitu mendapat pukulan tentang anak bungsunya.


"Ibu.... ibu... " ucap Anita terkejut melihat tiba-tiba ibunya tidak sadarkan diri kembali setelah dirinya membuat berita palsu.


'Kenapa jadi begini rencananya. Aku hanya ingin membuat Nasha tidak kembali tapi kenapa jadi ibu yang pingsan,' guman Anita dalam hati pikirannya menjadi kacau tidak karuan melihat semua ini.


"Dokter.... dokter.... " panggil Anita ke luar kamar inap rumah sakit mencari sosok dokter untuk menolong ibunya itu.


"Ada apa nak ?" tanya Dokter berpakaian putih dan memakai masker serta stetoskop dikalungkan.


"Ibu saya tidak sadarkan diri lagi," jawab Anita kalang kabut dan khawatir takut kondisinya semakin menurun.


"Biar saya periksa terlebih dahulu," ucap Dokter memeriksa denyut nadi dan matanya.


"Dokter gimana keadaan ibu saya ?" tanya Anita menghampiri dan memegang tangan Anatasya yang tidak sadarkan diri.


"ibu Anda mengalami schok berat dan membuat dirinya susah untuk bangun. Sebaiknya kalau ibu Anda bangun jangan dapat berita yang membuat dirinya terkejut itu mempengaruhi jantungnya," saran Dokter kepada Anita yang menatap ibunya dengan penyesalan.


"Baik dok akan saya ingat pesannya," ucap Anita menyesal telah menceritakan kebohongan yang membuat ibunya tidak bangun kembali.


'Bu maafkan Anita... maaf bu. Anita tidak bermaksud membuat ibu sakit lagi tetapi Anita hanya ingi memberi pelajaran untuk Nasha saja,' guman Anita dalam hati dan menangis kondisi ibunya menurun.


'Nasha ini semua karena kamu. Kalau kamu tidak pernah bertemu dengan Kenz semua ini tidak akan terjadi,' geram Anita semakin menjadi dan selalu berpikir sendiri tidak pernah memikirkan orang lain.


Deg..... deg....


hati seorang perempuan bersama sosok pria memasuki perkarangan rumah, namun perasaannya tidak tenang akan sesuatu dan mengarahkan kepada wanita tua terbaring di rumah sakit.


'Ibu semoga tidak terjadi apa-apa denganmu," guman perempuan itu mencoba tenangkan hatinya kembali.