
Jay saputra ayah dari Andini dan Haikal baru kembali dari pertemuan rapatnya di Negara Jepang karena ingat oleh pesan sahabatnya yang telah membantu membangun perusahaannya yang mau bangkrut untuk menemui seseorang.
Dengan memesan taksi online ia bisa mempercepat untuk segera sampai rumahnya dan memberi kejutan.
tetapi Jay yang datang dari luar rumah dan dirinya yang diberi kejutan ada anak gadis yang dikenalnya.
"Ini Nasha kan anaknya pak Dandy ?" Tanya jay yang datang mendadak dan tidak memberikan kabar kepada dua orang di sebelah Nasha.
"Iya ini... " ucap Nasha terpotong karena Andini langsung menjelaskan laki-laki yang baru saja datang.
"Dia ayahku Sha. Jay Saputra tetapi aku tidak tahu kok bisa ayah kenal sama kamu padahal aku belum cerita apa-apa tentang kamu," ucap Andini memeluk Jay dengan erat karena rindu ditinggal seminggu olehnya.
"Ayah kok ngga kasih kabar ke Haikal," celetuk Haikal menyalami tangan orang tuanya tersebut.
"Sengaja mau kasih kejutan tapi malah jadi ayah yang dikasih kejutan ada Nasha di rumah," ucap Jay tiba-tiba memeluk Nasha erat karema turut berduka cita saat Ayah angkatnya Nasha meninggal karena kecekakaan.
"Ceritanya panjang yah, kami mau jenguk ibu Nasha di rumah sakit," jelas Haikal karena tahu apa yang akan ditanyakan oleh Ayahnya itu.
"Nasha kamu sudah besar, om adalah teman dekat pak Dandy, waktu kamu kecil om sering banget main ke rumahmu dan saat om dapat kabar tentang kecelakaan pak Dandy om belum sempat melayat karena ada sesuatu yang diselesaikan," ucap Jay mengajak duduk Nasha ke ruang tamu sebelum berangkat.
"Setelah Ayah meninggal rumah dijual karena biaya runah sakit dan... " ucap Nasha tidak bisa menjelaskan.
Akhirnya Andini menceritakan apa saja yang dialami sahabatnya sampai bisa dirinya menginap di rumah dan betapa terkejutnya bahwa Nasha mengalami pahitnya hidup.
"Sebelum Pak Dandy meninggal ia menitip pesan kepada om untuk membiayai kamu kuliah, dan bekerja di perusahan yang dibangun berdua oleh ayah kamu dan om serta menikahkan kamu dengan jodoh pilihannya," ucap Jay menceritakan pesan yang diamanatkan olehnya.
"Kamu mau ke rumah sakit. om ikut ya," pinta Jay saputra ingin mengetahui kondisi Anatasya istri sahabatnya tersebut.
"Tapi kan Ayah baru pulang dari luar negeri," ucap Andini tidak setuju Ayahnya ikut menjenguk.
"Ayah kalau mau ikut nyusul aja ya. Sekarang Ayah istirahat di rumah Haikal habis dari rumah sakit mau ke perusahaan dan Andini sama Nasha langsung kuliah," saran Haikal karena sudah terburu-buru.
"Andini nanti pulang kuliah Ayah jemput ya," ucap Jay keoada putri bungsunya.
"Iya ayah. kita berangkat dulu ya," pamit Andini, Nasha dan Haikal untuk menjenguk Anatasya di rumah sakit sekalian berwngkat kerja dan kuliah.
"Hati-hati di jalan ya kalian bertiga," ucap Jay kepada ketiga anak muda yang berpamitan.
'Dandy ternyata anak kita bersahabatan seperti kita dulu. Sekarang suasana semakin buruk karena istrimu sakit parah," guman Jay dalam hati menyesal datang terlambat menolong Nasha di saat kesulitan.
Dalam perjalanan Nasha mencoba tegar untuk tidak menangis melihat ibunya dirawat lebih intesif dan rasanya ingin membisikkan bahwa dirinya baik-baik saja.
"Ibu Nasha disini cepatlam sembuh," bisik Nasha sesampainya di rumah sakit langsung pergi ke tempat inap Anatasya.
seseorang laki-laki dengan gagah dan berjalan menghampiri ketiga anak muda di kamar Anatasya dan memeluk Nasha erat.
"Kamu kemana saja sayang ?" tanyanya kepada Nasha dengan perasaan rindunya.