
Nasha menunggu balesan dari Anita begitu lama sampai akhirnya minta tolong tetangga apartemennya untuk mengangkat ibunya ke kamar.
"mungkin Anita disana lagi istirahat jadi tidak bales," pikir Nasha, mengusap pala ibunya untuk bangun.
Besok harinya, Anita meminta untuk Papanya ikut ke kantor karena dia tidak mau ambil pusing kalau nanti Ayu bertanya macam-macam kepada dirinya karena pemecatan sepihak dari perusahaan tempat ia bekerja.
"Papa nanti ke kantor bareng Anita saja ya," pinta Anita memperhatikan papanya sedang sarapan.
"Kenapa papa... harus ikut ke kantor sayang?" tanya Tuan Anggara heran anaknya meminta untuk ikut ke kantor.
"Harus ikut... biar Ayu ngga banyak tanya sama Anita. Anita males ngeladenin dia kalau sudah tanya macam-macam," jawab Anita tegas karena nggak mau ambil pusing.
"Kamukan bisa ngatasin itu sayang," saran Tuan Anggara mencoba memberi arahan kepada Anita saat itu.
"Kalau ada papakan, Ayu gak berani tanya macem-macem. ayolah pa. mau ya ke kantor sama Anita," bujuk Anita dengan wajahnya yang berkaca-kaca dan memasang wajah memohon agar papanya mau.
"Baiklah tapi hari ini aja ya," balas Tuan Anggara ngga tega lihat anaknya memohon agar dirinya ikut ke kantor.
Tuan Anggara dan Anita pun makan kembali, tidak sengaja Anita membuka handphonenya itu dan membaca pesan dari Nasha.
**To Nasha
Maaf baru buka handphone. lo mau minta tolong apa Sha.
Replay ? Yes
From Nasha
Nyokap gue semalam ngga sadarkan diri. dan gue minta tolong ke tetangga untuk di bawa ke kamar dulu karena gue mau izin kerja untuk bawa ke rumah sakit.
Send ? Yes
To Nasha
Sorry gue baru tawu. ya udah nanti sehabis dari kantor gue ke tempat lo sekalian bawa nyokap lo ke rumah sakit.
Replay ? Yes.
From Nasha
thanks Nita, cuma lo yang gue ingat. dan maaf repotin lo.
Send ? Yes**.
selesai sarapan Tuan Anggara mencari jas dan dasi hitam untuk berangkat ke kantor bersama Anita hanya hari ini karena tidak berani menolak permintaan Anita yang dia sayang.
sesampai ke kantor, satpam membuka pintu mobil dan pintu kantor untuk atasannya itu. karyawan yang melihat Tuan Anggara datang oangsung memberi hormat, Tuan Anggara hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya pertanda iya.
Zidan yang melihat Tuan Anggara bersama Anita datang ke kantor langsung mengikuti dari belakang untuk ke ruang direktur dan menyerahkan surat pemecatan Ayu kepada atasannya itu.
"Ini pak. surat yang bapak minta," ucap Zidan menyerahkan surat yang diminta oleh Tuan Anggara semalam.
"Baik. kamu silahkan panggilkan Ayu ke ruangan saya sekarang," perintah Tuan Anggara yang menduduki kursi kebesarannya itu.
"Baik pak," jawab Zidan keluar ruangan direktur dan menghampiri Ayu ke ruangannya.
Zidan yang melihat ekspresi Tuan Anggara sudah menyimpulkan bahwa Ayu sudah membuat suatu kesalahan besar sehingga dirinya harus keluar secara tidak hormat dari perusahaan besar itu.
"Ayu kamu di panggil pak Anggara di ruangannya," ucap Zidan menghampiri meja kerja Ayu.
"Ada apa yak pak ?" tanya Ayu bingung, karena dirinya di panggil.
Ayu yang tidak tawu apa-apa akhirnya pergi ke ruangan direktur untuk menemui Tuan Anggara. Benar saja apa yang dibilang oleh anaknya, Ayu melihat surat yang diberi olehnya langsung kaget dan tidak terima bahkan Tuan Anggara sudah menembak apa yang dipikiran Ayu.
"Kamu sudah ngga usah banyak tanya. sekarang kamu bereskan barang-barang kamu dan hari ini kamu keluar dari perusahaan ini," murka Tuan Anggara yang sudah muak dengan muka Ayu sok polos tersebut.
"Tapi pak, saya salah apa ?" tanya Ayu bingung.
"kamu tanya kenapa," teriak Tuan Anggara dengan wajahnya menahan emosi.
"Iya pak. saya merasa kerja saya bagus," ucap Ayu bersih keras agar bertahan di perusahaan besar ini.
"Ini buktinya kalau kamu bener-bener ingin tahu," jawab Tuan Anggara melempar tips recorder dari lemarinya kepada Ayu.
"Ini apa pak ?" tanya Ayu tidak paham itu isinya apa.
"Kamu dengarkan baik-baik setelah itu kamu keluar dari perusahaan ini," teriak Tuan Anggara menggebrak meja kerjanya itu dan menunjuk pintu.
Ayu mendengar isi recorder dan betapa kagetnya bahwa rencana dia diketahui oleh Tuan Anggara, apalagi telpon itu siapa yang kasih tahu. Anita yang melihat drama itu sangat puas dalam hatinya, bahwa perempuan matre itu akan keluar dari perusahannya.
"Baik pak. saya akan keluar," Ucap Ayu dengan terpaksa menerima pemecatan tidak terhormat itu.
setelah Ayu dipecat, Anita meminta izin ke papanya untuk keluar menjenguk orang tua Nasha yang sakit karena dia sudah berjanji akan bantu Nasha bawa ibunya ke rumah sakit.
"Pa. Nasha izin keluar sebentar ya mau jenguk orang tua temen," pinta Anita agar diberi izin.
"kalau gitu kita kesana bareng aja," ucap Tuan Anggara karena ingin tahu siapa temen anaknya itu.
"Ya sudahlah kalau papa mau ikut," balas Anita cepat.
Anita dan Tuan Anggara keluar sambil menitip pesan kepada Zidan.
"Zidan. saya keluar dengan Anita kalau ada apa-apa pesan ke saya aja," perintah Tuan Anggara.
"Baik Pak," ucap Zidan cepat.
Tuan Anggara dan Anitapun berangkat menuju Apartemen Nasha. sedangkan Nasha bersiap-siap untuk ke rumah sakit dan mengoleskan balsem ke tangan dan badan ibunya agar tetap hangat sampai ibunya sadar.
"Ibu cepatlah sadar. Nasha sendirian di sini, Nasha bingun harus gimana sekarang buat tolong ibu. cuma ibu yang Nasha punya." Pikir Nasha memegang tangan ibunya dengan lembut.
berapa lama kemudian, Anita sampai ke apartemen Nasha bersama Papanya. dan langsung ke lantai Nasha tinggal. dan memencet bel ruangan tersebut.
Ting... Tong...
"Nasha ini aku Anita." ucap Anita melihat ke arah kamera.
" Tunggu Nita," jawab Nasha membuka pintu kamarnya, mempersilahkan Anita masuk dan betapa kagetnya bahwa Nasha tidak sendiri ke apartemennya itu.
Tuan Anggara tidak sadar bahwa ada kemiripan anaknya dengan Nasha dan juga bahwa dirinya itu sudah pernah ketemu Nasha di rumahnya. hal ini sangat melegakan Nasha karena dengan begitu, dia bisa dengan tenang bertemu kembali dengan Tuan Anggara.
"Sha... mana ibu kamu ?" tanya Anita langsung yang khawatir dengan ibu Nasha.
"Mari saya anter ke tempat ibu," jawab Nasha mengantar Anita dan Tuan Anggara ke kamarnya.
'Dia... ' pikir Tuan Anggara kaget melihat ibu Nasha berbaring lemah di kasur.
**Hayoo tebak kenapa Tuan Anggara kaget melihat ibu Nasha dan apa hubungan ibu Nasha dengan Tuan Anggara.
Nantikan jawabannya di episode berikutnya**