
Pihak rumah sakit menelpon Tuan Anggara untuk memberi tahukan bahwa keadaan pasien bernama Anatasya kondisinya menurun drastis.
dokter Inez : Hallo pak Anggara ini saya Dokter Inez.
Tuan Anggara : Iya dengan saya sendiri. ada apa ya dok.
dokter Inez : kondisi Nyonya Anatasya kritis
Setelah Tuan Anggara pergi ke luar rumahnya dan sesampainya ia mendapat pesan dari staffnya tentang putrinya.
**To Tuan Anggara
Tuan, saya mendapat laporan dari seseorang tentang putri tuan.
Send ? Yes.
From Anggara
maksud kamu Anita ?
Replay ? Yes.
To Tuan Anggara
Iya tuan katanya Anita sudah melakukan tindakan yang salah.
Send ? Yes.
From Anggara
Maksud kamu apa tindakan yang salah.
Replay ? Yes.
To Tuan Anggara.
Tuan bisa bicara dengan Nona Anita karena saya takut salah.
Send ? Yes.
From Anggara
Baik terima kasih atas laporannya.
Replay ? Yes**.
Anggara setelah membaca pesan tersebut langsung berangkat dengan memakai jas hitam, dasi merah, kemeja putih dan celana hitam, sepatu pantopel memasuki kamar terburu-buru dan memarahi seorang gadis yang tengah menangis.
"APA YANG KAMU LAKUKAN DENGAN SAUDARAMU DAN IBU KANDUNGMU," Teriak Anggara membentak gadis itu.
"Papa Ampun hiks... hiks... " ucap Anita tangisannya semakin menjadi ketika Anggara membentaknya.
"JAWAB APA YANG KAMU LAKUKAN ANITAAAAA!!!" teriak Anggara mendorong putrinya sendiri.
"Anita... Anita tidak melakukan apa-apa. Anita hanya menceritakan berita bohong kepada Mama," jawab Anita ketakutan karena Anggara sudah marah besar.
"Tidak melakukan apa-apa kamu kira papa tidak tahu kalau Nasha pergi dari apartement," bentak Anggara dia mendapat pesan dari rumah sakit dan menceritakan ada seseorang mengawasinya, memberitahu bahwa Nasha tidak pergi ke rumah sakit lagi.
"Anita mencoba mencelakainya tetapi tidak bisa karena Nasha keluar terlebih dulu sebelum Anita sampai hiks... hiks.. hiks..." tangis Anita.
"Kenapa kamu bisa kayak gini Nita. Papa tidak mengajarkan kamu untuk berbuat jahat kepada orang lain terutama saudaramu," geram Anggara dirinya sudah gagal mendidik putri yang disayang dan dimanja itu.
"Kamu itu berpedidikan tinggi seharusnya mikir kalau kamu begitu dan orang-7orang tahu bisa hancur reputasi papa di dunia bisnis. Dan juga kamu bisa masuk penjara," tegas Adit kepada putrinya itu agar bisa berpikir jernih dan tidak melakukan kejahatan apalagi menghabiskan nyawa orang.
"Maafkan Anita pa... Anita mengaku salah," ucap Anita tersadar setelah nasehat Tuan Anggara apa yang diterima kalau sampai dirinya itu menghabiskan nyawa orang.
"Sekarang kamu ikut papa pulang. papa masih kecewa dengan kamu," kata papa dengan menahan emosinya agar tidak ringan tangan dan menyakiti anaknya lagi.
"Tapi pa... Anita mau merawat mama dan Kenz yang sakit," tolak Anita tidak ingin oulang karema habis dari menjenguk Anatasya ia berniat untuk ke tempat kenz dirawat.
"Tidak ada tapi-tapian kalau gitu kamu papa hukum tidak boleh keluar selama sebulan dan fasilitas papa cabut," tegas Anggara tidak tanggung memberikan hukuman kepada Anita.
"Pa.... hiks hiks... " tangis Anita kaget karena hukuman yang diberikan kepadanya dari kata papanya sendiri.
"Pulang sekarang jangan sampai papa bermain kasar untuk menyeret kamu pulang," geram Anggara kepada Anita menolak untuk pulang.
"Iya pa... iya pa," ucap Mella ketakutan karena tahu kalau sampai papanya marah besar pasti akan mengirim ke penjara dan melaporkan tindakan pembunuhan berencana.
Sebelum pulang Tuan Anggara berbicara dengan dokter untuk menangani mantan istrinya itu ketika ia pamit pulang dengan Anita.
Dari kejauhan seseorang menyaksikan apa yang terjadi dengan Anita dan melaporkan kepada seseorang yang sudah menunggu.
**To Tuan Haikal
Bos Nona Anita mendapat hukuman dari Tuan Anggara.
Send ? Yes.
From Haikal
Hukuman apa ?
Replay ? Yes.
To Tuan Haikal
Dia dihukum dicabut fasilitas dan di kurung sebulan.
Send ? Yes.
From Haikal
Terus kondisi ibunya gimana ?
Replay ? Yes.
To Tuan Haikal
Kritis bos.
Send ? Yes**.
Handphone yang dipegang terjatuh karena mengetahui kabar terbaru tentang kondisi ibu Nasha, dan sekarang Haikal tidak tahu harus berbicara apa dengannya.
"Aku tidak mungkin memberi tahu Nasha kalau ibunya kritis," ucap Haikal pelan dan frustasi apa yang dia lakukan saat ini.
seseorang yang tidak sengaja lewat dan mendengar kata kritis tanpa disadari gelas yang dipegangnya pecah.
"Tidakkkkkkkkk mungkin hiks.... hiks.... " Isak tangis seseorang itu pecah dan membuatnya tidak sadarkan diri.