Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Bab 24 Serba Salah



Anita yang pergi ke rumah sakit


sehabis kerja setengah hari di perusahaan Kenz, berusaha sekuat tenaga untuk


bersikap biasa saja kepada Nasha dengan hati yang begitu sangat sakit


seperti  hatinya diiris tipis-tipis yang


sangat amat menyakitkan dan menyiksa, tapi bagaimanapun Nasha tidak mengetahui


apa yang terjadi. kalau sikap Anita begitu dingin dan cuek itu sangatlah tidak


adil kepada Nasha.


Anita mulai mengaturr nafas


perlahan sampai hatinya tenang baru memberanikan diri untuk membuka pintu kamar


karena janjinya dengan papa agar menemani Nasha merawat ibu. Nasha yang saat


itu sedang tiduran di sofa sambil bermain Hp melihat Anita datang langsung


bangun dari sofa dan menghampirinya, mempersilahkan Anita tiduran di sofa.


“Kakak sudah datang, mari sini ka


istirahat di Sofa.” Ajak Nasha memegang tangan Nasha dan menarik untuk


istirahat di sofa.


“Terima kasih Sha, kamu sudah


makan ?” tanya Anita menduduki sofa untuk istirahat sejenak setelah kejadian


yang terjadi hari ini dikantor yang membuatnya sedikit lelah.


“Aku belum makan ka, kaka mau


nitip.” Jawab Nasha yang memang perutnya terus berbunyi untuk meminta haknya.


“Boleh, kaka nitip nasi goreng


aja. Kamu juga harus makan ya.” Ucap Anita meminta agar Nasha ikut makan


bersama dirinya karena nggak mau adeknya ikutan sakit.


“Siappp ka, aku ke kantin dulu


ya.” Ucap Nasha meninggalkan Anita sendiri di kamar inap VIP agar bisa


istirahat.


Ketika Nasha meninggalkannya,


Anita langsung pergi ke toilet yang berada di dalam kamar inap tersebut untuk meluapkan


kesedihannya agar ibu tidak bisa mendengar tangisannya itu. “Sha maafin aku,


aku nggak bisa membohongin perasaanku ke Kenz kalau aku sayang dan cinta sama


Dia. Aku terus menunggu dia untuk membuka hati kepadaku dan aku nggak bisa


terima dengan mudah orang yang aku sayang menyukai orang lain termasuk kamu,


maaf aku egois maaf …” Isak tangis Anita pecah di kamar mandi, air mata


membanjirinya yang ikut dengan hatinya yang hancur, sakit dan terluka.


Tanpa sepengetahuan Anita, Nasha


yang belum jauh dari kamar kembali untuk mengambil dompet di tasnya. Namun


ketika Nasha hendak kembali keluar, dia mendengar asa suara tangisan di dalam


kamar mandi kamar inap tersebut dan menghentikan langkah kakinya untuk mengecek


siapa yang ada di kamar mandi. Secara tidak sengaja, Nasha mendengar semua


luapan emosi hatinya yang hancur bersama tangisannya yang menyakitkan. Entah


kenapa ketika mendengar bahwa Anita menyukainya dan ngga bisa terima kalau Kenz


suka dirinya membuatnya hatinya terasa sakit sekali.


Karena Nasha tidak mau ada jarak


dengan kakak yang baru pertama ketemu, Nasha memilih untuk berpura-pura tidak


mengetahui apa-apa dan menyembunyikan kepedihan, sakit, hancur hatinya


dibandingkan harus jauh dengan kakaknya yang selama ini terpisah. Nasha tidak


mau ketahuan bahwa dirinya tersebut mendengar, Nasha mengusap air matanya


tersebut dan pergi ke kantin untuk membeli makanan dan minuman.


Nasha meninggalkan kamar dan


menangis pergi ke kantin.  Hati dan


dirinya bertentangan keinginan hatinya yang ingin bisa bersama dengan Kenz


sedangkan dirinya tidak ingin bersama Kenz karena Anita menyukainya dan


mencintainya. “Kak… maafkan Nasha, Nasha tidak tahu kalau kaka juga suka sama


Kenz, Nasha ikhlas Kenz untuk kakak agar kakak tidak marah, benci sama aku.”


Jerit Nasha dalam hati yang menangis sejadi-jadinya tapi mau bagaimana lagi,


dirinya kerja di kantor Kenz pasti setiap hari bakal ketemu walaupun


menghindar.


Setelah Anita tenang, ia kembali


tersenyum untuk membeli makanan untuk dirinya dan Anita karena mereka berdua


belum makan dari pagi. Nasha tinggalkan rasa sakit hati itu untuk sementara dan


buang jauh-jauh keegoisannya bahkan rela orang yang disayang untuk Anita. Semua


demi kebahagiaan kakaknya, ia akan melakukan apapun walaupun harus mengorbankan


perasaannya itu.


Di Kamar inap VIP


Anita tertidur lelap karena


menunggu lama Nasha yang sedang membeli makanan, saat itu Anatasya terbangun


untuk meminum dan melihat Anita tidur dengan sangat lelap sehingga tidak tega


untuk membangungkan. Ia memakaikan selimut kepada Anita agar tidak kedinginan. Ketika


memakaikannya tidak sengaja Anatasya melihat mata Anita sembab dan bengkak.


Anatasya yang sangat rindu kepada Anita dan merasa kasihan, duduk di sebelahnya


dan mengusap lembut rambut Anita tersebut.


‘Anita kamu kenapa nak ? apa yang


membuat kamu sedih dan menangis seperti ini sampai matamu menjadi sembab dan


bengkak begini ? maaf selama ini, ibu belum mencurahkan kasih sayang kepadamu


karena nenekmu memisahkan papa dan mama. Maaf… maaf.” Ucap Anatasya yang


menyesal dari hati yang terdalam di batinnya yang sedih melihat Anita jadi


seperti ini.


Anita yang terbangun ketika


diselimuti berpura-pura memejamkan matanya, walaupun sebenarnya Anita ingin sekali


cerita dan mencurahkan hatinya yang sakit kepada ibunya. Namun niat tersebut


diurungkan karena ada kaitannya dengan Nasha. Anita tidak mau keluarga


bertengkar hanya karena laki-laki bernama Kenz tersebut.


Di Kantin Rumah Sakit


Nasha memesan nasi goreng dan


kwetiau untuk dibawa ke kamar tempat ibunya dirawat, sambil menunggu Nasha


melamun dan memikirkan perkataan Anita. Lagi lagi Nasha menunduk dan menangis


memikirkan perkataan Anita dan yang tidak disangka kenapa mesti membohongin


dirinya itu membuat hatinya semakin sakit dan hancur. “Anita kamu sudahku


anggap dan aku terima sebagai kakakku… kalau kamu takut Kenz diambil sama aku,


aku bisa terima. Tapi kalau dengan alasan itu kamu berbohong sama aku, itu


sangat menyakitkan. Entah apa yang akan aku lakukan melihat kamu kak, aku


merasa ngga sanggup.” Isak tangis Nasha  sampai ulu hatinya terasa sangat sakit, membuat nafasnya tidak beratur.


Pedagang tersebut yang sudah


membungkus pesanan Nasha, memanggil untuk memberikannya sambil mencolek


punggung Nasha sampai lamunannya tersadar dan segera menghapus air matanya agar


tidak kaget.


“Ini ya bu, uangnya ambil saja


kembaliannya.” Ucap Nasha memberikan uang pesanan dan memaksakan tersenyum


dengan hatinya yang begitu kacau hari ini. Dan kembali ke kamar inap.


“Terima kasih ya non.” Jawab


pedagang tersebut dan kembali ke warungnya melanjutkan membuat pesanan pembeli


yang lain.


Nashapun pergi meninggalkan


kantin dan mengambil minuman di mesin minum yang disediakan rumah sakit untuk


menenangkan pikiran dan hatinya sambil bernafas pelan-pelan. Setelah kembali


semula Nasha pergi ke kamar inap ViP dan menemukan ibu menatap sedih melihat


mata Anita. Nasha merasa sangat bersalah dengan suasana ini.


‘Ibu maafkan Nasha, semua ini


karena Nashalah yang meminta tolong Anita menggantikan Nasha di kantor dan


mendengar Kenz mengungkapkan perasaannya kepada Nasha. Anita sangat mencintai


dan Menyayangi Kenz, kalau Nasha tidak meminta maka semua ini tidak terjadi.


Nasha tidak bisa menceritakan ini semua, Maaf sudah buat ibu dan Anita sedih,”


Kata Nasha dalam hati menyesal semua ini terjadi karena permintaannya itu dan


tidak kerasa butiran air keluar dari matanya, Hatinya yang menangis melihat


semua ini membuatnya semakin tidak tega untuk mendekatinya.