
Anita yang pergi ke rumah sakit
sehabis kerja setengah hari di perusahaan Kenz, berusaha sekuat tenaga untuk
bersikap biasa saja kepada Nasha dengan hati yang begitu sangat sakit
seperti hatinya diiris tipis-tipis yang
sangat amat menyakitkan dan menyiksa, tapi bagaimanapun Nasha tidak mengetahui
apa yang terjadi. kalau sikap Anita begitu dingin dan cuek itu sangatlah tidak
adil kepada Nasha.
Anita mulai mengaturr nafas
perlahan sampai hatinya tenang baru memberanikan diri untuk membuka pintu kamar
karena janjinya dengan papa agar menemani Nasha merawat ibu. Nasha yang saat
itu sedang tiduran di sofa sambil bermain Hp melihat Anita datang langsung
bangun dari sofa dan menghampirinya, mempersilahkan Anita tiduran di sofa.
“Kakak sudah datang, mari sini ka
istirahat di Sofa.” Ajak Nasha memegang tangan Nasha dan menarik untuk
istirahat di sofa.
“Terima kasih Sha, kamu sudah
makan ?” tanya Anita menduduki sofa untuk istirahat sejenak setelah kejadian
yang terjadi hari ini dikantor yang membuatnya sedikit lelah.
“Aku belum makan ka, kaka mau
nitip.” Jawab Nasha yang memang perutnya terus berbunyi untuk meminta haknya.
“Boleh, kaka nitip nasi goreng
aja. Kamu juga harus makan ya.” Ucap Anita meminta agar Nasha ikut makan
bersama dirinya karena nggak mau adeknya ikutan sakit.
“Siappp ka, aku ke kantin dulu
ya.” Ucap Nasha meninggalkan Anita sendiri di kamar inap VIP agar bisa
istirahat.
Ketika Nasha meninggalkannya,
Anita langsung pergi ke toilet yang berada di dalam kamar inap tersebut untuk meluapkan
kesedihannya agar ibu tidak bisa mendengar tangisannya itu. “Sha maafin aku,
aku nggak bisa membohongin perasaanku ke Kenz kalau aku sayang dan cinta sama
Dia. Aku terus menunggu dia untuk membuka hati kepadaku dan aku nggak bisa
terima dengan mudah orang yang aku sayang menyukai orang lain termasuk kamu,
maaf aku egois maaf …” Isak tangis Anita pecah di kamar mandi, air mata
membanjirinya yang ikut dengan hatinya yang hancur, sakit dan terluka.
Tanpa sepengetahuan Anita, Nasha
yang belum jauh dari kamar kembali untuk mengambil dompet di tasnya. Namun
ketika Nasha hendak kembali keluar, dia mendengar asa suara tangisan di dalam
kamar mandi kamar inap tersebut dan menghentikan langkah kakinya untuk mengecek
siapa yang ada di kamar mandi. Secara tidak sengaja, Nasha mendengar semua
luapan emosi hatinya yang hancur bersama tangisannya yang menyakitkan. Entah
kenapa ketika mendengar bahwa Anita menyukainya dan ngga bisa terima kalau Kenz
suka dirinya membuatnya hatinya terasa sakit sekali.
Karena Nasha tidak mau ada jarak
dengan kakak yang baru pertama ketemu, Nasha memilih untuk berpura-pura tidak
mengetahui apa-apa dan menyembunyikan kepedihan, sakit, hancur hatinya
dibandingkan harus jauh dengan kakaknya yang selama ini terpisah. Nasha tidak
mau ketahuan bahwa dirinya tersebut mendengar, Nasha mengusap air matanya
tersebut dan pergi ke kantin untuk membeli makanan dan minuman.
Nasha meninggalkan kamar dan
menangis pergi ke kantin. Hati dan
dirinya bertentangan keinginan hatinya yang ingin bisa bersama dengan Kenz
sedangkan dirinya tidak ingin bersama Kenz karena Anita menyukainya dan
mencintainya. “Kak… maafkan Nasha, Nasha tidak tahu kalau kaka juga suka sama
Kenz, Nasha ikhlas Kenz untuk kakak agar kakak tidak marah, benci sama aku.”
Jerit Nasha dalam hati yang menangis sejadi-jadinya tapi mau bagaimana lagi,
dirinya kerja di kantor Kenz pasti setiap hari bakal ketemu walaupun
menghindar.
Setelah Anita tenang, ia kembali
tersenyum untuk membeli makanan untuk dirinya dan Anita karena mereka berdua
belum makan dari pagi. Nasha tinggalkan rasa sakit hati itu untuk sementara dan
buang jauh-jauh keegoisannya bahkan rela orang yang disayang untuk Anita. Semua
demi kebahagiaan kakaknya, ia akan melakukan apapun walaupun harus mengorbankan
perasaannya itu.
Di Kamar inap VIP
Anita tertidur lelap karena
menunggu lama Nasha yang sedang membeli makanan, saat itu Anatasya terbangun
untuk meminum dan melihat Anita tidur dengan sangat lelap sehingga tidak tega
untuk membangungkan. Ia memakaikan selimut kepada Anita agar tidak kedinginan. Ketika
memakaikannya tidak sengaja Anatasya melihat mata Anita sembab dan bengkak.
Anatasya yang sangat rindu kepada Anita dan merasa kasihan, duduk di sebelahnya
dan mengusap lembut rambut Anita tersebut.
‘Anita kamu kenapa nak ? apa yang
membuat kamu sedih dan menangis seperti ini sampai matamu menjadi sembab dan
bengkak begini ? maaf selama ini, ibu belum mencurahkan kasih sayang kepadamu
karena nenekmu memisahkan papa dan mama. Maaf… maaf.” Ucap Anatasya yang
menyesal dari hati yang terdalam di batinnya yang sedih melihat Anita jadi
seperti ini.
Anita yang terbangun ketika
diselimuti berpura-pura memejamkan matanya, walaupun sebenarnya Anita ingin sekali
cerita dan mencurahkan hatinya yang sakit kepada ibunya. Namun niat tersebut
diurungkan karena ada kaitannya dengan Nasha. Anita tidak mau keluarga
bertengkar hanya karena laki-laki bernama Kenz tersebut.
Di Kantin Rumah Sakit
Nasha memesan nasi goreng dan
kwetiau untuk dibawa ke kamar tempat ibunya dirawat, sambil menunggu Nasha
melamun dan memikirkan perkataan Anita. Lagi lagi Nasha menunduk dan menangis
memikirkan perkataan Anita dan yang tidak disangka kenapa mesti membohongin
dirinya itu membuat hatinya semakin sakit dan hancur. “Anita kamu sudahku
anggap dan aku terima sebagai kakakku… kalau kamu takut Kenz diambil sama aku,
aku bisa terima. Tapi kalau dengan alasan itu kamu berbohong sama aku, itu
sangat menyakitkan. Entah apa yang akan aku lakukan melihat kamu kak, aku
merasa ngga sanggup.” Isak tangis Nasha sampai ulu hatinya terasa sangat sakit, membuat nafasnya tidak beratur.
Pedagang tersebut yang sudah
membungkus pesanan Nasha, memanggil untuk memberikannya sambil mencolek
punggung Nasha sampai lamunannya tersadar dan segera menghapus air matanya agar
tidak kaget.
“Ini ya bu, uangnya ambil saja
kembaliannya.” Ucap Nasha memberikan uang pesanan dan memaksakan tersenyum
dengan hatinya yang begitu kacau hari ini. Dan kembali ke kamar inap.
“Terima kasih ya non.” Jawab
pedagang tersebut dan kembali ke warungnya melanjutkan membuat pesanan pembeli
yang lain.
Nashapun pergi meninggalkan
kantin dan mengambil minuman di mesin minum yang disediakan rumah sakit untuk
menenangkan pikiran dan hatinya sambil bernafas pelan-pelan. Setelah kembali
semula Nasha pergi ke kamar inap ViP dan menemukan ibu menatap sedih melihat
mata Anita. Nasha merasa sangat bersalah dengan suasana ini.
‘Ibu maafkan Nasha, semua ini
karena Nashalah yang meminta tolong Anita menggantikan Nasha di kantor dan
mendengar Kenz mengungkapkan perasaannya kepada Nasha. Anita sangat mencintai
dan Menyayangi Kenz, kalau Nasha tidak meminta maka semua ini tidak terjadi.
Nasha tidak bisa menceritakan ini semua, Maaf sudah buat ibu dan Anita sedih,”
Kata Nasha dalam hati menyesal semua ini terjadi karena permintaannya itu dan
tidak kerasa butiran air keluar dari matanya, Hatinya yang menangis melihat
semua ini membuatnya semakin tidak tega untuk mendekatinya.