Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Penyesalan



"Amell ... " sapa Anggara terlihat dari jauh memasuki dalam rumah Jay.


"Anggara ?!" sahut Amel kaget. Anggara datang ke rumah Jay, tanpa sepengetahuan pemilik rumah.


"Kamu kok, disini ?" tanya Anggara mendekati Amel. Namun, Amel mencoba untuk menghindar darinya.


"Aku dan Kenz menjaga Nasha," jawab Amel masih terfocus kepada anak dan calon menantunya.


"Ada apa dengan Nasha ? Jay dimana sekarang ?" tanya Anggara terlihat khawatir begitu mendengar nama anaknya disebut. Dan pemilik rumahnya, tidak ada di tempat.


"Nasha ... hiks hiks," jawab Amel tidak bisa melanjutkan ucapannya karena tidak kuat untuk memberitahu kondisi sekarang.


"Nasha kenapa !" ucap Anggara dengan intonasi meninggi sambil memegang kedua bahu Amel yang menangis.


"Nasha ... nggak sadarkan diri sewaktu aku memberitahu tentang Anita," ujar Amel mencoba kuat untuk memberitahu kondisi Nasha.


"NASHA ... Maafkan papa nak, Amel maafkan aku. semua ini karena aku, tidak bisa mendidik Anita dengan benar. maaf," ucap Anggara menyesal sudah membuat semua ini terjadi kepada Nasha.


"Sudahlah Anggara ... sekarang kita tinggal tunggu kabar baik dari Jay. Jay sekarang, ada di rumah orang tuamu bersama Haikal," ujar Amel mencoba menenangkan Anggara. Karena Amel pun, merasakan hal yang sama.


"Semoga aja," harap Anggara karena tidak ada hal yang diinginkan lagi. Selain kumpul bersama keluarga yang utuh, istri dan Nasha kembali sehat kembali. tidak lupa, semua bahagia.


Sedangkan Anita di rumah Diana setelah mendengar kabar terbaru tentang Nasha, dari Andini. Anita sangat terkejut, tidak menyangka bahwa sifat keras kepalanya membuat orang terdekat jatuh sakit.


Namun, Anita terlambat untuk menyadari hal tersebut. Serba salah untuk melakukan apapun, saat ini. mau datang menjenguk malu, kalau nggak datang juga salah. Jadi harus bagaimana untuk menyikapi ini ?


"Nenek, aku mohon restuin ibu dan papa. Dan juga aku ingin bertemu Nasha, untuk meminta maaf. Nenek ... " pinta Anita terisak tangis dan tidak terbayang. Bagaimana jadinya, hidup tanpa Ibu dan Nasha.


"Baik ... tapi kamu janji akan menerima perjodohan ini," ucap Diana berharap semua ini akan berakhir bahagia dan bisa berkumpul bersama keluarga yang utuh.


"Iya Nek, Anita janji. kita berangkat sekarang ya nek," ujar Anita memohon agar menyusul Haikal pulang.


"Ya sudah, kita bersiap-siap. Nenek nanti minta map saja sama Haikal," ucap Diana menenangkan cucu kesayangannya itu.


"Terima kasih Nek ... " ujar Anita memeluk Diana karena akan segera bertemu dan meminta maaf kepada Nasha.


Tanpa lama, Diana menyuruh supir pribadi untuk mengantar ke kediaman Jay bertemu dengan Nasha.


Sedangkan Haikal sudah hampir sampai ke tempat tinggalnya, dan segera mengirim kabar kepada Kenz tentang kabar bahagia ini.


To Kenz


Send ? Yes.


From Kenz


Kabar apa ? Nasha disini masih belum sadar


Replay ? Yes.


To Kenz


Gue dijodohin sama Anita. Dan Anita sudah ikhlas lo sama Nasha.


Send ? Yes.


From Kenz.


Syukurlah kalau gitu. Oh ya, bilang ke Om Jay. ada Om Anggara disini.


Replay ? Yes.


To Kenz.


Ok.


Send ? Yes.


"Papa kata Kenz. Ada Om Anggara di rumah," ucap Haikal sambil mengendarai kendaraannya.


"Ya sudah bilang ke Kenz. suruh tunggu ... " ujar Jay karena tahu bahwa Anggara akan menengok Nasha di rumahnya itu.


To Kenz


Kenz tolong bilang ke Om Anggara. kata papa suruh tunggu.


Send ? Yes.


Ketika Kenz membalas pesan dari Haikal, ada seseorang yang tengah memperhatikannya. dan berpura-pura untuk tetap tertidur.