
Jam mata kuliah pun selesai, Nasha dan Andini langsung pergi menemui Amel. Tidak lupa Nasha mengirim pesan kepada Haikal dan Jay untu ketemu.
To Om Jay
Om ... tante Amel pengen ada yang dibicarakan lagi.
Send ? Yes.
To Haikal
Haikal kita ketemuan direstoran xx
Send ? Yes.
From Jay
Ini Nasha ya. dibicarakan dimana ?
Replay ? Yes.
To Om Jay
Di restoran xxx om.
Send ? Yes.
From Jay
Ya sudah ... om jemput ya.
Replay ? Yes.
Jay langsung berangkat pergi menjemput Andini dan Nasha untuk ke tempat restoran untuk membicaraka. sesuatu.
"Sha... ada apa lagi sih. sampai harus ketemuan lagi dengan tante Amel ?" tanya Andini bingung. tiba-tiba Amel meminta untuk bertemu, dengan semua untuk membahas masalah ini.
"Aku nggak tahu Din... kita kesana aja dulu," jawab Nasha masih bertanda tanya apa yang ingin dibicarakan oleh Amel.
Sedangkan Kenz sudah dikabarkan oleh Amel untuk datang ke restoran xxx, dan bisa mencarikan solusi yang tepat untuk Anita.
"Om jay ... " panggil Nasha dari dalam kampus. Setelah terlihat papa dari sahabatnya menunggu di perkarangan kampus.
"Sudah selesai kelasnya Dini ... Nasha ?" tanya Om jay siap-siap berangkat ke restoran.
"Sudah pa," ucap Andini membuka pintu mobil tengah dan mereka masuk ke dalam.
"Kita langsung berangkat ya ... " ajak Jay kepada anak dan sahabatnya di dalam mobil.
Begitu pula dengan Haikal dan Kenz langsung pergi ke tempat restoran, dimana Amel sudah menunggunya untuk makan siang dan membicarakan sesuatu.
Sesampainya di restoran, Amel menghampiri dan memesan tempat keluarga untuk makan siang.
"Tante Amel ... "panggil Mella memeluk calon mertuanya dengan sopan santun.
"Sayang ... sini duduk, kita makan siang dulu ya," ucap Amel kepada Nasha di sebelahnya.
"Mba pesan makanan ya ... " ucap Andini memanggil pelayan restoran.
Setelah pesan makanan dan minuman, Amel mulai berbicara untuk mencari solusi bersama.
"Jay ... Nasha ... Haikal ... Andini ... dan Kenz. tante Amel sudah pergi ke rumah Anita," ucap Amel memberitahu semuanya.
"Terus tante sudah bilang semuanya dan Anita jawab apa ?" tanya Nasha ingin tahu apa respons kakaknya.
"Neneknya mengajak Anita untuk ikut tinggal bersama," ucap Amel dengan nada pasrah.
"Jadi nenek Anita sudah pulang. Ibu bagaimana di rumah sakit ?" tanya Nasha panik karena hal yang ditakutin tiba juga.
"Ibu kamu baik-baik saja. tapi tante nggak berhasil membujuknya," jawab Amel mencoba menenangin hati Nasha.
"Terus tante ... " ucap Andini menyimak Amel berbicara.
"Dia bilang kalau mau Anita nggak pergi, kamu sama Kenz jangan menikah. syaratnya hanya itu," kata Amel mencoba berbicara perlahan.
Setelah mendengar ucapan Amel, tiba-tiba Nasha tidak sadarkan diri ... membuat semua orang disana panik.
"Sha, bangun ... " panggil Andini mengusap pipi sahabatnya itu.
"Sayang bangun ... " panggil Kenz mencoba menyadarkan kekasih hatinya.
"Mba ada ruang VIP nggak, saya pesan. menantu saya tidak sadarkan diri," ucap Amel tidak ingin terjadi apa-apa dengan Nasha.
"Ada mba ... mari saya anter," ucap pelayan mengantar Amel dan yang lainnya pergi ke tempat VIP.
"Makanan yang saya pesan di anter kesini ya," pinta Amel agar bisa menemani Nasha disini.
"Baik bu ... " jawab pelayan itu cepat.
"Ma ... nggak mungkin Kenz mengorbankan Nasha untuk Anita. cukup kemarin dia pergi tinggalin Kenz," mohon Amel agar tidak menjauhkan Nasha dengannya.
"Mama juga nggak mau ... tapi harus bagaimana untuk membujuk Anita," ucap Amel pasrah dan bingung harus bagaimana.
"Saya akan memohon kepada neneknya," ucap Haikal merencanakan sesuatu.