
Anggara pun bersiap untuk mengangkat tubuh Antasya.
"Terimakasih Tuan, anda mau membantu saya "lirih Nasha.
Nasha sangat bahagia karena ada yg menolong nya membawa ibu nya ke Rumah Sakit.
Anggara pun mengangkat perlahan tubuh Anatasya,lengan nya masih kuat membopong tubuh Anatasya.
Ia segera berjalan menuju mobil nya membopong tubuh Anatasya.
Anita dan Nasya berjalan mengikuti Anggara.
Nasha heran melihat raut wajah Anita.
Seperti nya ada sesuatu yg mengganjal fikiran Anita.
"Nita..! ,lo kenapa...? " tanya Nasha sambil memandangi Wajah Anita.
Anita Kaget Nasha memanggil nya.
"Eh..nggak apa apa Sha.." jawab Anita,ia pun berusaha menutupi keraguan nya.
"Nita..Pleas...jangan bohong..
mungkin aku bisa bantu " lirih Nasha.
Nasha sangat ingin membantu Anita.
"Gini Sha...gue lihat bagaimana bokap gue memandang nyokap lo !, itu beda banget !!! , bukan tatapan biasa Sha.
Tatapan itu dalam dan penuh arti " sahut Nita.
Anita masih memikirkan apa hubungan papa nya dan ibu Nasha.
"Masa sih...???, Gue lihat nya biasa aja " seru Nasha.
Karena Nasha tak memperhatikan bagaimana sorot mata Anggara melihat ibu nya.
"Beneran !!!,sepertinya mereka sudah lama saling kenal lama,apa.mereka punya hubungan lebih dimasa lalu ? " lirih Anita menerka nerka ada apa antara papa nya dan ibu Nasha.
"Biar lo nggak penasaran,nanti setelah nyokap gue sadar,kita tanyakan langsung pada mereka berdua "Kata Nasha.
"Okey..gue setuju saran lo,," seru Anita mengacungkan jempol nya.
Kata kata Nasha membuat Anita tenang dari rasa penasaran yg menyelimuti fikiran nya.
Anggara mendudukan ibu Nasha di bagian tengah mobil bersama Nasha,
sedang ia dan Anita duduk di depan.
Kini mereka sudah sampai di Rumah Sakit Harapan Jaya.
para petugas UGD sigap membantu mengangkat Natasya yg tak sadar dan memindahkan nya ke bangkar.
Nasha berlari ke tempat Administrasi untuk mendaftarkan ibu nya
Setelah semua urusan selesai,
kini perawat tengah memasang Infus pada Natasya.
SetelahDokter UGD memeriksa ke adaan Natasya.
Natasya pun segera di bawa keruang perawatan.
Kini mereka sudah berada di ruang perawatan Ibu Nasha.
Anita,Nasha dan Anggara hanya memandangi ibu Nasha yg berbaring di ranjang rumah sakit.
"Papa dulu sangat mengenal ibu mu Nasha " lirih Anggara memecah suasana yg hening.
Anita dan Nasha memandangi Anggara yg mulai siap bercerita.
"aku tak menduga malah bertemu Anatasya dalam ke adaan seperti ini.
Andai aku tahu ke adaan kalian seperti ini.
Maka kalian tak akan ku biarkan mengalami penderitaan seperti ini " lirih Anggara.
Sangat jelas terlihat Anggara sangat sedih hati nya begitu sakit melihat ke adaan yg seperti ini.
"Memang apa hubungan papa sama ibu Nasha..? " tanya Anita.
Anita merasa bersalah dengan pertanyaan nya.
"maaf pah bukan maksud Anita.." lirih Anita
"Papa dan ..." kata Anggara
"Sebaik nya kita tunggu ibu bangun biar lebih jelas, saya juga penasaran.."kata Nasha memotong kata kata Anggara.
Nasha sengaja memotong kata kata Anggara,karena ia tak ingin Anggara memjelaskan sepihak saja.
Karena itu sangat memyakitkan.
"Baiklah kalau gitu..kita pamit dulu Sha,Nantu lain waktu gue jenguk lagi , Sabar ya Sha "kata Anita menyemangati Nasha yg pasti nya sangat sedih.
Nasha pun memberi selimut kepada Ibu dan beristirahat di kursi dekat kasur rumah sakit itu, karena semalam dia telah mencoba mencari pertolongan untuk ibu tersayang.