
Anita melihat ke arah Nasha, pucat dan terus mengeluarkan keringat dingin menghampiri dan mendekatinya. Hanya ingin, menanyakan keadaan sekarang.
"Dek ... kamu nggak apa-apa ?" tanya Anita memegang bahu Nasha yang sudah mulai terlihat pucat.
"Aku, nggak papa Kak Ani --," jawab Nasha terputus dan jatuh tidak sadarkan diri. saat itu juga karena, beberapa hari merasa kelelahan dalam kondisi yang kurang sehat.
"DekKkkk," ucap Anita langsung menangkap Nasha hampir terjatuh sampai terlihat panik. Dan meminta bantuan kepada Kenz, sebagai seorang suami Nasha. "Kenz, tolong Nasha. Dia kelelahan dari kemarin, menjaga ibu seharian."
"Ibu, Papa, dan Oma. Kenz langsung pamit pulang dulu ya," pamit Kenz kepada keluarga barunya untuk pulang membawa Nasha agat bisa beristirahat.
"Hati-hati ya Kenz bawa Nasha. besok, kalau ibu sudah pulih. ibu datang ke rumah kamu," ucap Anatasya kepada menantunya yang terlihat Kenz begitu menyayangi dan mencintai Nasha.
"Iya bu, kami tunggu. ibu cepat sembuh dan sehat lagi,"ujar Kenz langsung menggendong Nasha ke mobil. Dan disusul, oleh Amel ikut pulang.
"Saya juga pamit pulang bu, mba Anatasya dan Anggara. kasihan Kenz kalau mengurus Nasha sendirian," ucap Amel berpamitan dan menyusul Kenz ke tempat parkir mobil untuk pulang.
"iya hati-hati," ujar Diana mewakilkan Anatasya yang sudah terlihat lelah. Dan membiarkannya untuk beristirahat.
Akhirnya, satu persatu mereka pada pulang kembali pulang. Dan menyisakan, Anita yang bergantian kepada Nasha untuk menjaga ibu di rumah sakit. agar, ibu tidak merasakan kesepian di sana.
Di Kediaman Kenz ....
Nasha dan Kenz kini, sudah menjadi suami-istri yang sah menurut agama dan hukum. Kenz membawa Nasha ke dalam kamar, untuk Nasha berbaring istirahat dengan tenang.
"Iya Ma," ujar Kenz tersenyum mengerti dan menutup kamar untuk menemani Nasha beristirahat sambil menatap lekat wajah istrinya itu.
Namun, malam pertama pernikahannya. Kenz mencoba untuk tidak menyentuh Nasha. Demi kesembuhan istri tercinta, di mana beberapa ketika perjodohan disebutkan.
Dan Anita membenci karena, tidak melerakan Nasha bahagia bersama Kenz. membuat berat hari-harinya. Juga terpukul atas kejadian itu. Hingga, saat ini berdampak buruk untuk kesehatannya.
"Sayang ... Tuhan menciptakan kamu dari tulang rusukku untuk kita satu sama lain melengkapi kekurangan masing-masing. Aku berjanji akan setia, dan mencintaimu seumur hidupku," guman Kenz dalam hati sambil membelai lembut wajah ayu Nasha dan rambut yang terurai panjang itu.
Akhirnya, Kenz hanya memeluk Nasha dengan lembut agar tidak membuat Nasha terbangun dari istirahat. Malam hari, sekitar jam 23.00 Nasha memanggil ibu dalam tidurnya berulang kali.
"Ibu ... Ibu," panggil Nasha dalam keadaan masih terpejam di tengah malam membuat Kenz terbangun ketika mendengar suara Nasha.
"Sayang," balas Kenz membangunkan Nasha yang tengah mengigaukan ibunya tersebut.
"Aku, dimana ?" tanya Nasha masih belum sadar akan statusnya yang berubah menjadi seorang istri.
"Kamu di rumahku sayang, kita sudah menikah tadi siang di rumah sakit. apa kamu ingat," jawab Kenz mengingatkan kembali kepada Nasha tentang kejadian tadi siang di mana dirinya mengucapkan ijab qobul nikah dengaN Nasha.
"Maaf sayang aku lupa akan hal itu," ucap Nasha menyesal ketika Kenz menjelaskan dengan tadi kejadian ketika menikahkannya.
"Nggak papa sayang. Mari kita istirahat lagi," ujar Kenz mengajak Nasha beristirahat kembali.