Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Menunggu Kabar



Setelah pertemuan dengan Amel dan yang lainnya, Haikal segera mempersiapkannya tanpa menunggu lama. Haikal kenal betul dengan Nenek Diana, karena sempat beberapa kali mengobrol tentang sesuatu jika ada waktu kosong untuk bersantai.


"Kenz ... tolong bawa Nasha ke rumah om," pinta Jay kepada Kenz dan tidak sempat menyentuh makanan yang sudah dihidangkan oleh pelayan restoran.


"Mama akan meminta makanannya dibungkus saja, dan ikut kamu mengantar Nasha ke rumah Jay," kata Amel panik karena Nasha masih belum sadar juga.


"Baik Om ... Ma, Kenz bawa Nasha ke dalam mobil Kenz. Andini kamu ikut aku, jaga Nasha biar Mamaku ikut papa kamu aja," ucap Kenz langsung bergegas membawa Nasha ke dalam mobil.


"Ok ... " balas Andini tanpa tunggu lama Andini menyusul Kenz ke dalam mobilnya untuk pergi ke rumah.


Sementara itu di dalam restoran, Amel pergi ke kasir membayar dan meminta makanannya di bungkus untuk dibawa pulang.


"Jay ... maafkan aku sudah buat Nasha kayak gitu," ucap Amel menyesal sudah buat menantunya tidak sadarkan diri.


"Kita berdo'a saja. semoga Nasha tidak kenapa-kenapa dan segera membaik," balas Jay karena tahu Amel tidak bermaksud begitu terhadap Nasha.


"Amin ... " ucap Amel berharap semua akan baik-baik saja dan Nasha segera sadar kembali.


Kembali ke Kenz dan Andini membawa pergi Nasha ke rumah Andini.


"Kenz ... ada yang aku mau beri tahu kamu tentang Nasha," ucap Andini sambil melihat Nasha masih tidak sadar.


"Cerita saja ... aku dengar," balas Kenz tetap fokus ke jalan.


"Anita mencoba mencelakai Nasha karena tidak mau kamu jatuh cinta dan bersamanya," ucap Andini karena Kenz harus tahu kabar ini cepat atau lambat demi keamanan Nasha.


"Tapi kok bisa ?! Anita tahu kalau aku cinta dengan Nasha ?" tanya Kenz karena setahunya dia tidak pernah ketemu dengan Anita.


"Sejak awal Nasha masuk kerja ... Nasha dan Anita tuker posisi. Jadi yang pertama kali kerja di kantor kamu itu, Anita! bukan Nasha. Dan yang waktu kamu bilang sayang, cinta ke Nasha itu. bukan Nasha! tapi Anita," jelas Andini menceritakan dengan detail awal mula terjadi pertengkaran itu.


"Haaa ... serius! jadi selama ini ... " ucap Kenz kaget mendengar cerita Andini.


"Itulah kenyataannya ... dan sekarang tinggal tunggu kabar baik dari bang Haikal saja," seru Andini berharap semua penderitaan Nasha akan berakhir.


"Pantas saja! selama ini aku kok merasa aneh. tiba-tiba Nasha bersikap tidak sopan ... kadang juga sopan dan santun," ucap Kenz semua teka-teki tentang Nasha selama di kantor terungkap.


Sementara lain, Haikal dalam perjalanan ke rumah Anita mencoba menghubungin nenek Diana. Sudah lama sekali, Haikal tidak bertemu dengan sosok nenek Diana yang bijaksana itu.


📲 Hallo nek, masih ingat sama Haikal nggak ?


📲 Masih dong. Kamu sudah jarang sekali, main ke rumah nenek.


📲 Iya ni nek ... Haikal sibuk kerja. Sekarang Haikal lagi mau ke rumah om anggara.


📲 Owh gitu nek ... ya sudah, Haikal ke sana malam ini. nenek mau dibawain apaan ?


📲 Kamu baik banget! ... jangan repot-repot ke rumah nenek.


📲 Nggak papa kok nek ... Haikal bawa black forrest saja ya.


📲 Ya sudah terserah kamu saja.


📲 Haikal pulang dulu dah ... biar pas ke rumah nenek. Haikal rapi dan wangi.


📲 Kamu ini bisa saja ... nenek tunggu ya. jangan sampai nggak datang!


📲 Iya nek ... 📱


To Papa


Pa ... tolong bilang ke semua, Haikal siang ini nggak jadi ke rumah Anita.


Send ? Yes.


From Jay


Kok bisa ?! terus Nasha gimana.


Replay ? Yes.


To Papa


Tunggu kabar dari Haikal nanti malam. setelah dari rumah nenek Diana.


Send ? Yes.


From Jay


Ya sudah ... kami tunggu kabar baikmu.


Replay ? Yes.


"Haikal ke rumah nenek Diana ?! mau ngapain dia ?" pikir Jay dalam hati karena masih menunggu kabar dari Haikal.