Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Permintaan...



Haikal tidak jadi ke rumah Anita dan pulang ke rumahnya, namun dibatalkan karena lebih baik ke apartemen saja untuk membersihkan badan pergi ke rumah nenek Diana nanti malam.


"Semoga dengan aku berbicara sama Nenek Diana ... semua akan ada solusinya. Tapi lebih baik, jangan menyebutkan Nasha karena pasti Nenek langsung tolak dan marah," guman Haikal dalam hati berpikir bijak untuk masalah ini.


tiba-tiba ketika Haikal hendak mandi, Diana nenek dari Anita mengirimkan sebuah pesan kepadanya yang membuat Haikal salah tingkah.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


To Haikal


Nak Haikal ... malam ini bisa datang bersama orang tuamu. karena akan ada yang nenek bicarakan tentang kalian berdua.


Send ? Yes.


From Haikal


Baik nek ... Haikal akan memberi kabar ke papa dulu untuk datang bersama Haikal ke tempat nenek Diana.


Replay ? Yes.


To Haikal


Terima kasih nak ... nenek tunggu ya.


Send ? Yes.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


"Apa maksud dari pesan nenek Diana terkait aku dan Anita ?" pikir Haikal bingung dari perkataan Diana.


Setelah selesai mandi, dan bersiap-siap. Haikal pergi menjemput Jay, dan juga Andini untuk ikut bersamanya ke tempat kediaman nenek Diana.


"Papa ... Andini ... " panggil Haikal yang baru saja sampai rumah dan terlihat begitu banyak orang di rumah.


"Haikal ... kamu rapi sekali! katanya mau ke rumah nenek Diana, kok pulang ?" tanya Jay kepada putranya tersebut.


"Nenek minta Papa dan Andini ikut pergi ke rumahnya. katanya ada yang mau dibicarakan dan harus rapi," jawab Haikal menghampiri Jay di ruang tamu.


"Malam nanti ke sana ... semoga ini semua solusi dan bisa membantu Nasha tidak menderita lagi," jawab Haikal dan betapa terkejut karena ada Kenz dirumahnya.


"Kenz ?! sedang apa disini ?" tanya Haikal karena melupakan Nasha yang dari tadi tidak sadarkan diri.


"Temanin Nasha ... Dia masih nggak sadarkan diri dari Restoran," ucap Kenz mendekatin Haikal untuk mencarikan minyak angin dan pakaian hangat.


"Gue lupa! sory Kenz ...."


"Tenang saja ... kamu mau kemana ?" tanya Kenz karena penasaran dengan penampilan Haikal yang sangat rapi dan harum.


"Bertemu nenek Diana nanti malam ... sekarang tunggu Andini dan Papa siap-siap dulu baru jalan," jawab Haikal dengan santainya.


"Kamu mau ngelamar Anita," ucap Kenz menebak cara berpakaian Haikal seperti acara lamaran.


"Do'akan saja. dari sana ada berita bahagia buat kalian," ujar Haikal berharap semua baik-baik dan happy ending.


setelah Jay dan Andini rapi, mereka pamit untuk pergi ke tempat Diana. di perjalanan Haikal meminta Andini dan Jay untuk tidak membahas Nasha begitu sampai disana.


"Pa ... De ... Abang mohon sama kalian, begitu sampai disana jangan ada bahas tentang Nasha dan juga jangan ada yang emosi lihat Anita ... "


"Kenapa ?" tanya Andini nggak terima atas permintaan abangnya tersebut.


"Karena siapa tahu kalian kesana, nenek Diana meminta abang jadi menantu cucu kesayangannya," jawab Haikal dan berharap seperti itu.


"Semoga ucapan abang bener, kalau nggak Ade nggak akan mau dekat lagi sama abang!" ancam Andini mau mencoba saran dari Haikal dan tetap saja akhirnya tidak enak.


setelah memakan waktu 3 jam, mereka sampai di sebuah rumah mewah bernuansa emas dan putih. sudah seperti istana aja ya?!


"Masuk nak Haikal dan ajak keluargamu juga," ucap Diana mempersilahkan Haikal beserta keluargnya masuk ke dalam.


"Terima kasih nenek ... " balas Haikal dengan sopan.


"Pak Jay ... Nak Haikal dan Andini. Saya sengaja ngundang kalian kesini untuk ... "