
Anita yang berada di rumah sakit merasa tidak tenang takut apa yang sudah direncanakan tidak sesuai dengan harapannya membuat semakin menggila pikirannya dan memutuskan meminta bantuan orang untuk mematai-matai Nasha pergi.
"APA KATAMU.... NASHA HANYA DIKASIH PERINGATAN SAJA," teriak Anita kepada seseorang laki-laki dihadapannya tersebut ketika memberi tahu apa yang terjadi.
Namanya bukan Anita kalau tidak mempunyai banyak cara untuk menghalangin seseorang yang mendekati orang yang disuka, dirinya terus mondar-mandir untuk menemukan cara menjauhi Nasha dengan Kenz karena kalau dia pindah pasti suatu saat bakal ketemu lagi dan tidak dipungkiri Nasha akan menjalin hubungan dengan Kenz.
'Mau tidak mau, Aku harus tetap bersandiwara baik kepadanya selama Nasha belum pindah, biar ibu tidak tahu kalau aku jahat padanya,' guman Anita dalam hati memikirkan ibunya kalau mengetahui semua kejahatannya itu.
"Ya sudah tidak apa-apa, lain kali jangan sampai kalian diam lagi kalau Nyonya Amel hanya memperingati saja," ucap Anita dengan sinis melihat kedua pria tersebut.
"Baik nona." jawab kedua pria dengan menundukkan kepalanya karena takut akan emosi kekecewaan bosnya itu.
"Sana pergi jangan sampai ibu saya tawu semuanya karena melihat kalian berbicara dengan saya," usir Anita kepada pria tersebut sebelum ibunya terbangun mendengar teriakannya.
Kedua Pria berjalan keluar meninggalkan rumah sakit dengan membawa emosi kekesalan karena atasan membentak ketidak puasan kerjaan mereka.
'Nasha kali ini aku akan membiarkan kamu untuk menghirup udara segar dan menikmati matahari tapi kalau sampai ketahuan kamu menemui Kenz. Nyawamu akan sebagai jaminannya," pikir Anita dengan tatapan melihat ke luar yang tidak segan-segan menghabisi nyawa orang lain.
ketika Anita sedang berpikir tiba-tiba ibu memanggilnya dengan nada yang lemah untuk memintai pertolongan.
"Anita... Anita, tolong ibu nak." pinta Anatasya dalam ruang inap rumah sakit mencoba mengambil gelas dengan kondisi lelahnya.
"Ibu, mau apa biar Nita yang ambilin," ucap Anita membenarkan posisi Amel yang hampir terjatuh dari kasur.
"Ibu haus nak... " ujar Anatasya dengan wajahnya penuh dengan keringat. "Nasha belum datang lagi ya Anita," lanjut Anatasya mencari sosok Nasha.
Anita yang mendengar Anatasya mencari Nasha sangat kesal karena ibunya tidak mempedulikan dirinya yang ada dihadapannya. Anita yang begitu kecewa karena belum mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu membuatnya semakin membenci Nasha adeknya itu.
'Nasha kenapa harus kamu lagi yang dicari oleh orang-orang yang aku sayangi. Terpaksa kali ini aku mencelakakan kamu agar ibu memperhatikan aku dan Kenz jadi milikku. Sudah cukup kamu mendapatkan kasih sayang ibu selama ini, sekarang waktunya buat aku mendapatkan semua itu," geram Anita yang tidak terima bahwa semua mencari Nasha bukan dirinya.
Anita segera mengirim pesan kepada seseorang untuk menjalankan rencana lagi untuk mencelakakan Nasha saat ini atau buat dia semakin menderita.
**To Rio
Send ? Yes
From Rio
Ini bukan lo kan Nita, Nita ngga kayak gini.
Replay ? Yes.
To Rio
Berarti lo bukan sahabat gue. ya udah lo culik aja dia.
Send ? Yes
From Rio
Gila lo. sebenarnya ada masalah apa sih lo sama dia.
Replay ? Yes
To Rio
Pokoknya gue mau dia menjauh dari hidup gue sekarang terserah lo gimana caranya.
Send ? Yes.
From Rio.
Ya ya daripada lo marah ke gue.
Replay ? Yes**.