
Nasha terbangun dari tidurnya untuk mengambil minum di dapur ketika membangunkan Andini disampingnya.
"Dini temenin ke dapur yukkk... aku haus banget," ucap Nasha membangunkan Andini.
"Aku anterin aja ya habis aku ngantuk banget begadang kerjain tugas kuliah," ucap Andini males untuk menemani ke dapur.
"Iya nggak papa anterin aja," ucap Nasha mengalah karena memang tugas kukiah banyak banget.
mereka berdua ke dapur setelah sampai dan menunjukkan tempat gelas beserta letak kulkas Andini meninggalkan Nasha di dapur sendiri untuk mengambil minuman, setelah Nasha mengambil gelas untuk mengisi air dingin di kulkas ia segera kembali ke kamar melewati kamar Haikal dan tidak sengaja mendengar ucapan laki-laki itu.
"Aku tidak mungkin memberi tahu Nasha kalau ibunya kritis," ucap Haikal pelan dan frustasi apa yang dia lakukan saat ini.
Nasha lewat dan tidak sengaja mendengar kata kritis tanpa disadari gelas yang dipegangnya pecah.
"Tidakkkkkkkkk mungkin hiks.... hiks.... " Isak tangis Nasha itu pecah dan membuatnya tidak sadarkan diri.
"Siapa disana ?" tanya Haikal membuka kunci pintu dan melihat siapa yang mendengar ucapannya, betapa terkejutnya bahwa Nasha telah mendengar berita tersebut.
"Dini..... Andini tolong abang kesini," teriak Haikal memanggil adeknya dan melihat Nasha tidak sadarkan diri.
'Kenapa lagi sih abang ganggu aja lagi tidur,' umpat Andini kesal tidurnya diganggu oleh abangnya dan bangun dengan sangat terpaksa karena Haikal teriak sangat keras.
"Andini.... tolong abang," Teriak Haikal karena tidak melihat Andini keluar kamar.
"Iya sebentar. kenapa sih pakai teriak," sahut Andini membuka pintu kamar.
"Nasha pingsan setelah tidak sengaja dengan kabar bahwa ibunya kritis," teriak Haikal kepada adeknya berjalan sembari mengucek matanya karena masih mengantuk.
"Apaaa !!!! " kaget Andini dan segera berlari menghampiri abangnya untuk membawa Nasha ke kamarnya.
Setelah sampai kamar Haikal mengambil minyak kayu putih di meja belajar adeknya dan mengusap ke hidungnya agar sadarkan diri.
"Dini ibu.... itu tidak mungkin," tangis Nasha setelah sadar dan langsung menangis.
"Sha... besok kita menjenguk. aku janji akan minta dokter untuk segera menanganinya sekarang istirahatlah," ucap Haikal agar Nasha tenang dipelukan Andini.
"Bisa," jawab Haikal cepat agar semua bisa beristirahat dan mempersiapkan besok untuk melihat kondisi Anatasya.
"Aku maunya sekarang," ucap Nasha ingin malam hari ini juga melihat kondisi Anatasya.
"Sekarang tidak ada jadwal menjenguk dan juga kamu juga baru sadar," ucap Haikal memberi pengertian kepada Nasha yang keras kepala ingin jenguk sekarang.
"Betul Sha apa kata bang Haikal sekarang kamu istirahat kalau kamu paksain yang ada kamu bebanin ibu kamu," ucap Andini membenarkan ucapan Haikal.
"Ya sudah istirahat sekarang kalau gitu," ucap Nasha pasrah karena malam ini tidak ada yang bisa mengantar ke rumah sakit lagipula kondisinya sendiri menurun setelah mendengar berita tersebut.
Mereka semua Nasha, Andini dan Haikal beristirahat di kamar masing-masing kecuali Nasha tidur di kamar Andini.
Besok pagi...
ART Haikal telah memasak untuk sarapan tuan dan nona mudanya sebelum berangkat. Nasha mandi terlebih dahulu dan menggantikan pakaiannya yang rusuh. sedangkan Haikal sudah berada di ruang makan bersama Andini yang bangun lebih pagi.
"Abang kata abang bisa jenguk itu gimana ?" tanya Andini menunggu Nasha datang.
"Abang daoat kabar bahwa Anita dihukum oleh papanya tidak boleh keluar rumah sebulan," jawab Haikal menjelaskan yang sempat tertunda.
"Owh begitu," ucap Nasha dan Andini bersamaan.
"Pagi Sha, ingat setelah kamu jenguk kamu jangan droup," nasehat Andini tidak ingin Nasha sakit lagi.
" Iya Din, terima kasih ya Haikal," ucap Nasha yang baru saja rapi siap-siap.
"Ini Nona dam Tuan muda makanannya. ada tamu ya kalau gitu bibi ambil piring lagi ya," pinta ART tidak mengetahui bahwa teman nona mudanya menginap.
"Terima kasih bi," ucap Nasha tersenyum kepada ART itu.
seseorang tiba-tiba datang dari luar rumah dan betapa kagetnya bahwa ada yang dikenalnya.
"Ini Nasha kan anaknya pak Dandy ?" Tanyanya yang datang mendadak tidak memberikan kabar kepada dua orang di sebelah Nasha.