
"Sha sepertinya Ba gas masih mencintai kamu," ucap Andini menghampiri Nasha sedang menangis.
"Iyaa... aku tahu. Tetapi percuma saja aku kasih pengertian kepada Bagas dia lebih percaya dengan Anita Din," sahut Nasha dengan tatapan kecewa.
"Terus sekarang kamu mau gimana Sha kedepannya ?" tanya Andini kepada Nasha.
"Semua sudah dibicarakan sama Ayah kamu jadi sekarang aku hanya focus kuliah," jawab Nasha yang ingat perkataan om Jay.
"Tapi apa kamu yakin Bagas tidak memberi tahu keberadaan kamu kepada Anita," ucap Andini yang bingung harus gimana hadapin permasalahan Nasha.
"Aku nggak percaya Din... sama dia. Terpenting Bagas tidak tahu aku tinggal dimana sekarang," ucap Nasha yang tahu sifat Bagas dari sekolah.
"Pada bicarain siapa nih. abang ya... " sahut Haikal tiba-tiba dari arah belakang merangkul dua gadis di depannya.
"Kepedean banget kamu bang. Kita lagi bicarain ... " ucap Andini terpotong karena teriakan Nasha.
"Andini jangan kasih tahu... " teriak Nasha karena takut Haikal memberi tahu kepada Kenz sahabatnya itu.
"Kenapa De ?" tanya Haikal heran Andini tidak melanjutkan pembicaraannya.
"Ngga papa bang. Jadi anter Aku dan Nasha ke kampus kan," ucap Andini karena sebentar sudah masuk kuliah.
"Jadi dong memang mau kamu kuliah naik tasi," ledek Haikal kepada adek bungsunya itu yang menanyakan kembali untuk dianter.
"Ikshhh abang ini," gerutu Andini merasa kesal karena di ledek oleh Haikal.
"Sudah-sudah kita jalan sekarang sebelum ada yang lihat aku," ucap Nasha menengahi pertengkaran adek kakak itu.
"Sha kayaknya tadi aku lihat ada yang mengawasin kita di ruangan tersebut," ucap Haikal mengingat di dalam.
"Itu jangan-jangan," ucap Nasha ragu-ragu tentang apa yang dipikirannya itu.
"Sudah jangan dipikirin lagi berangkat saja," ucap Nasha mengelak untuk memberi tahu.
"De... " panggil Haikal kepada Andini memberi syarat agar nanti membantu berbicara kepada sahabat adeknya itu karena kalau dia bicara pasti akan ditolak.
Sesampainya di perkuliahan.
"Tenang kali ini aku dukung abang untuk membantu Nasha," ucap Andini agar Haikal tenang kembali.
"Terima kasih ya, abang mau kerja," ucap Haikal melajukan berkendara untuk pergi ke perusahaannya itu.
"Sha jujur sama aku. Kamu curiga sama siapa yang tadi lihat kita ?" tanya Andini berjalan menuju kelas.
"Nenekku yang tidak merestui hubungan ayah dan ibu Dini hiks.. hiks.." ucap Nasha tiba-tiba menangis karena takut menghalalkan memisahkan Ayah dan mamanya kembali.
"Sha kamu kenapa ?" tanya Andini terkejut melihat sahabatnya menangis setelah berbicara tadi.
"Dia yang memisahkan kami semua dan membuat semua jadi sekarang berubah ini hiks... hiks," isak tangis Nasha penuh ketakutan .
"Apa kamu tahu kalau dia datang akibatnya apa ?" tanya Andini seolah mengintropeksi Nasha seperti dektektif saja.
"Hal yang aku takutkan terjadi tidak ada yang merawat ibu. Dini," ucap Nasha merasa takut harus secepatnya mengatur semua.
"Tenang saja ada aku, bang Haikal dan ayahku semua akan baik-baik saja nanti kita bicarain kepada Ayahku," ucap Andini memberi ketenangan dan solusi jepada Nasha.
"Terima kasih Dini," ucap Nasha dengan tersenyum kembali setelah semua permasalahan terkendali olehnya.
"Semangatlah Nasha kamu tidak sendiri sekarang. Hidupmu akan tentram jadi kamu tinggal di tempatku saja ya, mau ya ?" tanya Andini mengajak Nasha tinggal bersamanya.
apa jawaban Nasha apakah mau atau tidak tunggu episode selanjutnya.