Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Pembacaan Wasiat



"Sha... aku nggak bisa hidup tanpa kamu seperti beberapa minggu lalu, ketika kamu tinggalin aku," ucap Kenz masih posisi berlutut.


"Tapi kita nggak bisa bersama Kenz. Walaupun aku akui bahwa aku mencitaimu juga," balas Nasha dan air matanya jatuh berlinang


"Stop Sha... jangan menangis. aku janji jika kita berjodoh pasti akan ada solusinya," ucap Kenz menghapus air mata Nasha.


"Terima kasih... " jawab Nasha mencoba tenang kembali.


"Eheumm... kalau mau bermesraan jangan di kampus. kasian dengan jomblo disini," ledek Andini melihat bahagia Kenz bisa bersama sahabatnya.


"Apaan sih kamu Din," ucap Nasha menutupi wajahnya karena tersipu malu mendengar ledekan sahabatnya.


"Sha.. nanti aku jemput kamu ya," pinta Kenz ingin banyak waktu berduaan dengan gadis yang dicintai itu.


"Sory kak Kenz. Nasha sama aku dijemput sama papa," ucap Andini cepat sebelum Nasha menjawab permintaan Kenz.


"Kamu itu adeknya Haikal kan ?" tanya Kenz kepada Andini memegang lengan Nasha dengan erat.


"Iya aku Andini adek dari sahabatmu dan sahabat dari Nasha," jawab Andini tersenyum puas karena Kenz bisa tahu siapa Nasha sebenarnya.


"Kalau gitu titip Nasha. selama aku tidak bersamanya sampai saatnya tiba untuk aku bersamanya," pinta Kenz karena tidak ingin Nasha menjauh lagi darinya.


"Tanpa kamu bilang. Aku slalu bersamanya dan tidak akan aku biarkan siapapun menyakitinya," ucap Andini karena biar Kenz tahu Nasha berarti untuknya.


"Ya sudah... aku pamit dulu. jaga diri kamu baik-baik Sha," pamit Kenz karena sebentar lagi kuliah sudah dimulai.


"Heumm... " jawab Nasha singkat karena dirinya tidak bisa berkata apapun sekarang atas permintaan Kenz.


Kenz langsung pergi meninggalkan kampus Nasha untuk kembali bekerja. Namun saat ini belum tepat untuknya bersatu, karena ada suatu hal yang harus dilakukan.


Mata kuliah pun dimulai, Nasha mencoba focua untuk menyimak pelajaran kuliah untuk melupakan semuanya begitu saja. Dan kuliah hari ini hanya ada 2 mata kuliah, karena mata kuliah 3 dosennya sedang ada urusan.


**To Nasha


Sha.. sepertinya nanti siang ada yang mau dibicarakan tentang wasiat ayah kamu.


Send ? Yes.


From Nasha


Baik om. Nasha dan Andini hari ini pulang siang karena cuma ada dua mata kuliah. Om mau bicara dimana ?


Replay ? Yes.


To Nasha


Kalau gitu. Nanti kita bicara di restoran sekalian makan siang ya.


Send ? Yes.


From Nasha


Ya sudah om. Nasha tunggu dosen sudah


masuk.


Replay ? Yes**.


setelah membalas pesan dari om Jay, Nasha berharap akan ada suatu solusi tentang perekonomian, tempat tinggal, dan juga hubungan Nasha dengan Kenz.


Sementara Kenz pergi ke tempat Haikal terlebih dahulu sebelum ke perusahaannya.


Karena bagaimana pun, Kenz berterima kasih untuk semua yang dilakukan Haikal.


"Haikal... hoii sobat," ucap Kenz tiba di kantor Haikal bekerja. dan masuk ke ruangan kerja Haikal.


"Haii Kenz, masuk. Gue bersyukur lo sudah sembuh," balas Haikal mempersilahkan Kenz masuk dan duduk.


"Thanks bro. lo kok nggak bilang kalau sahabat Nasha itu adek lo ?" tanya Kenz langsung pada inti pembicaraannya.


"Gue juga baru tahu. waktu kemarin tolong Nasha," jawab Haikal apa adanya yang diketahui olehnya.


"Terima kasih sudah jaga Nasha untuk gue. Kal," ucap Kenz merasa lega karena Nasha sudah ditangan yang tepat.


"Oh ya.. bukannya lo dirawat ya ?" tanya Haikal penasaran. Kenz sehat cepat banget, bahkan sudah aktif kembali.


"Iya sebenarnya waktu itu hanya shok saja. dan kata dokter gue hanya butuh istirahat beberapa hari," jawab Kenz dengan bangganya.


"Pantes kalau gitu. Tapi lo tahu siapa Nasha sebenarnya ?" tanya Haikal yang penasaran. apakah Kenz sudah tahu hubungan Nasha dengan Anita.


"Hubungan apa maksudmu ?" tanya balik Kenz tidak paham arah pembicaraan Haikal.


"Jadi lo belum tahu kalau Nasha itu adek kandungnya Anita 🤦‍♂," ucap Haikal nepuk jidad. selama kenal dengan Nasha, Kenz tidak mengetahui siapa sebenarnya.


"Owh... jadi Nasha dan Anita bersaudara," ucap Kenz dengan santainya tanpa perasaan tidak ingin mengetahui latar belakang Nasha.


To Haikal


Haikal nanti kita makan siang di restoran biasa ya. sekalian ada yang mau papa bicarakan bertiga.


Send ? Yes.


From Haikal


Baik pa. Haikal lanjutkan pekerjaan dulu ya. Papa jadi jemput Nasha dan Andini ?


Replay ? Yes.


To Haikal


Jadii. kamu nanti nyusul saja ya ke restoran.


Send ? Yes.


From Haikal


Iya Pa...


Replay ? Yes.


"Haikal gie cuma mau bilang itu saja. gue pamit ya, kalau bisa siang nanti kita nongkrong di cafe," ajak Kenz kangen nongkrong bersama Haikal.


"Ya.. maaf Kenz. nanti siang aku nggak bisa, karena bokap gue mau ada dibicarain bertiga," tolak Haikal karena sudah janji dengan papanya.


"bertiga, sama siapa saja ?" tanya Kenz bingung dengan maksud bertiga.


"Gue, Nasha dan juga Andini," jawab Haikal biar tidak ada salah paham nanti.


"Nasha juga ikut ke sana. sebenarnya ada hal penting apa sih, sampai Nasha ikut ?" tanya Kenz karena kaget Nasha ikut adil dalam pembicaraan itu.


"Heumm... gue juga nggak tahu. itu urusan bokap," jawab Haikal bingung menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi tadi pagi.


"Gue percaya sama lo Haikal. lo nggak akan mengambil Nasha dari gue," ucap Kenz langsung karena suasana sudah menegang.


"Sorry ya bro... gue nggak bisa cerita. kapan-kapan kita nongkrong lagi di cafe," pinta Haikal karena merasa tidak enak dengan ajakan Kenz.


"Santai aja. gue pamit ya," ucap Kenz karena tidak bisa lama-lama. Kerjaan di kantor sudah menunggunya untuk ditanda tanganin beberapa dokumen.


"Ok," jawab Haikal dan melambaikan tangannya kepada Kenz yang sudah pergi.


Flast Back On


"Jay... setelah Nasha anakku sudah semester akhir, aku ingin menjodohkannya dengan salah satu kawan," ucap Dandy terbaring di rumah sakit.


"Salah satu kawan ?" tanya Jay bingung. berarti kawan Dandy, kawannya Jay juga.


"Iyaa.. kamu ingat kan teman kuliah kita dulu," ucap Dandy langsung agar Jay tidak bingun. karena saat ini Nasha, masih sekolah SMA.


"Maksudmu Amel gadis anggun yang selalu bersama kita," ucap Jay teringat nama Amel teman sekampusnya dulu bersama Dandy.


"Iya jadi. kalau saat itu tiba dan aku nggak ada. aku minta sama kamu untuk mewakili dari pihak Nasha menjadi wali pernikahannya," ucap Dandy dengan nafas pelannya.


"Memang kamu sudah bilang kepada Amel tentang hal ini ?" tanya Jay ragu untuk membantunya.


"Kalau sudah waktunya. kamu yang akan menyampaikan pesan ini kepada Amel Jay," ucap Dandy merasa waktunya sudah tidak lama.


"Akan aku usahakan. ada lagi yang perlu dibantu ?" tanya Jay kepada Dandy.


"Kamu ke Jepang untuk mengurusi perusahaan yang aku sudah bangun dengan kerja kerasku untuk Nasha," pinta Dandy agar Jay bisa segera melaksanakannya.


"Baik hari ini juga aku akan pergi ke perusahaanmu," jawab Jay tidak menunggu waktu lagi wasiat dari Dandy.


Flast Back Off


Begitu sampai kampus anaknya, Jay menunggu mereka keluar kelas untuk pergi ke restoran yang sudah di pesan. Sambil menunggu kedatangannya, Jay mengirim pesan kepada Amel.


To Amel


Hai Amel, masih ingat sama aku Jay saputra ?


Send ? Yes.


From Amel


Jay saputra.. oh iya kamu temannya Dandy Efendi kan.


Replay ? Yes.


To Amel


Iya aku teman yang selalu bareng sama kalian.


Send ? Yes.


From Amel.


Oh iya Jay. kamu tahu Dandy dimana sekarang ?


Replay ? Yes.


To Amel


Memangnya kenapa ?


Send ? Yes.


From Amel


Aku berniat menjodohkan anakku dengan anaknya Dandy.


Replay ? Yes.


To Amel.


Dandy sudah meninggal dan kebetulan sekali. Dandy juga mau menjodohkan putri semata wayang kepada anakmu.


Send ? Yes.


From Amel


Dandy meninggal kapan ?


Replay ? Yes.


To Amel


4 tahun yang lalu.


Send ? Yes.


From Amel


Ya tuhan... terus anaknya dimana dan istrinya.


Replay ? Yes.


To Amel


Istrinya di runah sakit, anaknya tinggal bersamaku.


Send ? Yes.


From Amel.


Ok.. besok aku kesana bersama anakku. karena ini wasiat terakhir sahabat baikku.


Replay ? Yes.


Setelah membalas pesan, kebetulan Nasha dan Andini keluar dan segera pergi ke restoran untuk makan siang bersama. Dan harus memberitahu hari ini, karena akan mengurus proyek bersama di jepang.


" Om harus memberitahu sekarang isi wasiat ayahmu Sha. karena om harus pergi lagi untuk mengurusi proyek di jepang seminggu," ucap Jay kepada Nasha di dalam mobil.


Sesampainya Di Restoran.


Haikal memesan terlebih dahulu minuman untuk menunggu papa dan Andini beserta Nasha.


"Itu Haikal.. " ucap Jay ketika sampai di resntoran dan melihat putranya sudah menunggu.


"Pa.. kita makan dulu ya," ajak Haikal memanggil pelayan untuk memesan.


"Mas... saya pesan makanan ini. dan minuman itu ya," Pinta Haikal kepada pelayan tersebut.


"Baik pak... tunggu sebentar," ucap pelayan sambil membawa daftar menu yang dipesan oleh Haikal beserta yang lain.


"Sha... om ingin menyampaikan wasiat ini.


pertama, Kamu akan mengurusi proyek bisnis Dandy di jepang. kamu tenang aja, om aku bantu sampai kamu bisa. kedua, kamu sudah dijodohkan dengan anak teman om Jay dan Dandy ayahmu," ucap Jay memberi map berisi surat wasiat dan kepemilikan perusahaan atas nama Nasha Denastya.


"Jadi ayah juga sudah menjodohkanku," ucap Nasha kaget dan lemas karena tidak bisa lagi untuk bersatu dengan Kenz.


"Pak ini makanan dan minumannya," ucap pelayan meletakkan pesanan di atas meja.


"Terima kasih mas," ucap Haikal dan melanjutkan menikmati hindangan makanan yang sudah disajikan oleh pelayan.


Merekapun memakan dengan santai dan nikmat karena jarang sekalI Nasha bisa sesantai ini. setelah selesai merekapun pulang, kecuali Haikal kembali ke kantor.


"Apa yang harus aku bilang kepada Kenz tentang perjodohan Nasha," pikir Haikal sekama diperjalanan.