
Dokter melakukan operasi kepada pasien bernama Anatasya, untuk jantungnya kembali sehat. Kedua keluarga yaitu keluarga Anggara dan keluarga Jay menunggu hasil operasi di ruang tunggu, dan berharap operasi berjalan lancar.
"Mama pasti kembali sama kita De," ucap Anita meyakinkan Nasha untuk saling menguatkan satu sama lain.
"Nasha takut kak," ujar Nasha sudah berpikir macem-macem tentang Anatasya selama dalam operasi.
"Percaya sama kakak, Mama akan sembuh. Jangan sedih lagi," ucap Anita menghapus air mata Nasha yang berjatuhan dari kelopak matanya.
"Semoga aja kak," ujar Nasha memeluk Anita. karena, sudah tidak sanggu menunggu kabar dari dokter tentang kondisi Anatasya setelah operasi.
"Sayang ... kamu janji akan kuat dan sabar kalau tunggu ibu," sela Kenz duduk disebelah Nasha yang memeluk Anita. karena, rasa takut.
"Maafin aku sayang," ucap Nasha karena rasa khawatir terhadap ibunya sangat berlebihan.
"Kami di sini untuk kamu. Jadi, kamu harus kuat dan sabar tunggu kabar dari dokter. Ok," ujar Kenz memegang tangan Nasha dengan kuat agar lebih tegar menunggu kabar tentang hasil operasi Anatasya.
"Terima kasih sudah mau temani aku," ucap Nasha melepas pelukan Anita dan mencoba untuk tersenyum walaupun hati masih dalam keadaan khawatir.
"Kalau tersenyum, kamu itu cantik sayang. gitu dong," goda Kenz ketika melihat kekasihnya tersenyum meski terpaksa.
Setelah 2 Jam, lampu operasi yang tadinya merah berubah menjadi hijau. Dan para dokter berpakaian biru, dokter Ari sebagai pemimpin operasi menghampiri kelurga pasien.
"Alhamdulillah, tuhan masih menolong nyawa Anatasya. operasinya berjalan lancar," ucap dokter Ari melepas masker dokter tersebut.
"Pasien, masih belum sadar. mungkin dalam beberapai akan segera sadar," jawab dokter Ari mohon izin kembali ke ruang dokter.
"Terima kasih dokter atas kerja kerasnya," ucap Anggara menyalami tangan dokter Ari berulang kali.
"Sama-sama. saya permisi dulu," ujar dokter Ari merasa lega operasi kali ini berjalan lancar.
"Om Anggara ... Mama. Kenz boleh nggak, menikah dengan Nasha sore ini di depan tante Anatasya ?" tanya Kenz kepada Amel dan Anggara untuk meminta izin pernikahan dipercepat.
"Kamu yakin sayang," jawab Amel tidak percaya anaknya ingin melakukan pernikahan secepat ini tanpa memikirkan yang lain.
"Kenz, tapi kita belum persiapkan semua. Penghulu belum dihubungin," jawab Anggara karena belum ada persiapkan sama sekali untuk pernikahan Nasha.
"Ma ... Om, Kenz sangat yakin untuk dipercepat. Untuk persiapkan itu semua serahkan sama Kenz," ucap Kenz mencoba meyakinkan Amel dan Anggara untuk menyetujui pernikahan sekarang.
"Ya sudah kalau kamu yakin," ujar Anggara pasrah tidak bisa apa-apa. karena, Kenz tetap ingin melakukan pernikahan sore nanti di kamar inap Anatasya.
"Kenz permisi dulu mau mempersiapkannya dan semoga aja. tante Anatasya sadar biar lengkap kebahagiaan," ucap Kenz pamit dan berharap semoga ada keajaiban tuhan untuk kesadaran Anatasya.
Kenz langsung segera berangkat untuk menjemput KUA. Sedangkan Anita dan Haikal pergi ke butik membeli kebaya, Jas untuk Kenz dan juga Nasha pakai pernikahan walaupun sederhana.
Nasha sendiri tetap menemani Anatasya sampai sadar, di mana ia tidak sendirian untuk menjaga Anatasya. Karena, ada Amel dan juga Anggara biar Nasha tidak merasa kesepian.