Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Keputusan Yang Sulit.



"Siapa kamu ikut campur urusan keluarga orang ?" teriak Diana melihat sosok wanita anggun masuk ke dalam rumah anaknya.


"Hai Anggara, Anita.. " sapa Amel memeluk Anita dengan kasih sayang.


"Kamu kenal dengan kelurga saya," ucap Diana kaget ternyata Amel mengenal dengan cucu dan anaknya.


"Aku adalah teman dari Anggara anakmu dan juga ibu dari Kenz," ucap Amel mengelus rambut panjang Anita.


"Owh... kalau gitu silahkan kalian berbicara sebelum Anita berangkat," ucap Diana mempersilahkan Amel berbicara.


"Tante jahat membiarkan Kenz bertunangan dengan Nasha," isak tangis Anita peluk erat Amel. karena Anita sudah menganggap Amel sebagai mamanya.


"Sayang... Kenz dan Nasha sudah diatur perjodohannya dengan sahabat tante," ucap Amel mencoba menjelaskan semua.


"Maksud tante apa ?" tanya Anita kepada Amel karena tidak mengerti apa yang dibicarakannya.


"Ayah angkat Nasha adalah om Dandy sahabat tante. kamu pasti kenalkan mas Anggara," ucap Amel melirik Anggara dan ingin mengetahui reaksinya.


"Dandy bukannya dia partner kerjaku ya di jepang," ucap Anggara ketika Amel menyebutkan nama Dandy.


"Sebelum meninggal, Dandy memberitahu bahwa Nasha dijodohkan dengan Kenz," ucap Amel biar tidak ada salah paham.


"Tapi nggak bisa begitu tante," marah Anita tidak terima Kenz dengan Nasha.


"Sayang... Nasha sangat sayang sama kamu bahkan tadi dia sangat memikirkan kamu. cobalah untuk mengalah padanya, Haikal mencintaimu dengan tulus," nasehat Amel kepada Anita. Amel sangat menyayangi Anita seperti anak kandungnya sendiri.


"Lebih baik Anita ikut Oma. tante tidak ngerti perasaan Anita dan papa juga," tangis Anita pergi.


"Anita Ayah angkat Nasha meninggal dan dia butuh senderan hidup. tetapi kalau kamu tahu, Omamu pasti memisahkan kalian berdua. Nasha tidak punya siapa-siapa sedangkan Ibu kalian di rawat," ucap Amel menahaN Anita pergi sampai mengerti.


deg... deg... deg...


jantung Anita bedetak ketika Amel menjelaskan dampak setelah kedatangan Dania. Mungkin... Anita lupa, kalau Omanya sangat tidak suka dengan terhadap Anatasya.


"Iya... Anita paham tapi Anita belum bisa menerima semua itu," ucap Anita hatinya masih sakit akan semua itu.


"Tante pamit dulu... coba kamu pikirkan sekali lagi sayang. tidak ada yang mau berubah," ucap Amel sangat disayangkan sekali.


"Terima kasih Amel sudah mau ke rumah dan menasehati Anita. Karena kamu dekat dengan Anita," ucap Anggara bersyukur Amel ke rumahnya.


"Pa... Anita nggak akan pergi tapi dengan syarat Tante Amel batalin perjodohan Kenz dengan Nasha," ucap Anita penuh dengan segala ketentuan untuk tetap tinggal bersama Anggara.


"Aku harus gimana sekarang ? apa harus pura-pura membatalkan pertunangan mereka ? tapi kalau tidak begitu. Anita akan dibawa pergi oleh tante Dania dan tidak bisa bertemu dengan Anatasya," guman Anita dalam hati berkecamuk pikirannya itu.


To Nasha


Sha tante Amel mau berbicara dengan kamu, Kenz dan keluarga Jay. siang ini.


Send ? Yes.


From Nasha


Baik tante nanti Nasha sampaikan ke Om Jay. Nasha sekarang dikampus lagi ada mata kuliah.


Replay ? Yes.


To Nasha


Mau tante jemput nggak ?


Send ? Yes.


From Nasha


Nggak usah tante. Nasha sekelas sama Andini kok.


Replay ? Yes.


To Nasha


Ya sudah sampai ketemu siang nanti.


Send ? Yes.


"Semoga keputusan ini terbaik meskipun akan berat untuk bilang rencana ini semua kepada mereka semua. apalagi Nasha setelah selesai kuliah bekerja di jepang," guman Amel dalam hati.


"Anatasya kayaknya nama itu tidak asing di dengar ?" pikir Amel sambil mengemudi kendaraannya.