
matahari bersinar membangunkan gadis yang rapuh dan matanya yang sembab sehabis menangisi ibunya yang masih terbaring lemah. dirinya sudah tidak ada tenaga untuk bekerja akhirnya dia meminta izin kepada atasannya sehari ini tidak masuk kerja untuk merawat ibunya.
'gimana gue mau hubungin pak bos. nomor saja nggak punya atau hubungin kantor aja dah," pikir Nasha segera mencari nomor perusahaannya itu.
tut.... tut.....
sambungan telpon terhubung ke perusahaan Kenz karena Nasha menyimpan nomor kantor ketika semalam melihat kontak kantor.
Nasha : Hallo... ini Nasha bisa berikan ke Pak Kenz.
Asisten Kenz : Kenapa kamu nggak masuk kerja.
Nasha : ini saya mau izin ke Pak Kenz.
Asisten Kenz : Baik akan saya sambungkan ke ruangan pak presdir.
nut.... nut...
Asisten Kenz : permisi pak. ada panggilan dari Nasha.
Kenz : Baik terima kasih.
Nasha : maaf pak. saya minta izin untuk beberapa hari tidak masuk kantor.
Kenz : Kenapa kamu nggak masuk ?
Nasha : saya mau merawat ibu saya yang masih koma.
Kenz : baik kamu saya kasih cuti seminggu.
Nasha : Terima kasih Pak.
Kenz menutup panggilan tersebut dan meneruskan kerjaannya, sedangkan Nasha memilih membersihkan badannya di kamar mandi rumah sakit inap agar lebih kondusif waktu.
Kenz terhenti melanjutkan dan ingin lebih menyelidiki siapa sebenarnya karyawan yang bernama Nasha karena sikapnya membuat dia bingun dan terus memikirkannya.
nut... nutt..nutt
Haikal : Kenapa Kenz ?
Kenz : kamu minta terus selidiki Nasha. aku masih penasaran dengan dirinya.
Haikal : ok.
Haikal langsung mengirim pesan kepada anak buahnya yang berada di rumah sakit untuk mengawasi lebih lanjut tentang Nasha.
Di Rumah Sakit.
ketika Nasha sedang mencoba beristirahat. Tuan Anggara masuk ke kamar bersama Anita membawakan makanan yang dibawa dari rumahnya untuk Nasha makan.
"Sha... kamu sudah makan ?" tanya Anita memegang pundak Nasha yang sedang tidur di sofa kamar inap.
"Ekhhh... Anita dan Tuan Anggara. sudah lama pak datang, gue belum begitu lapar Nita." jawab Nasha menyederkan kepalanya di dinding.
"Baiklah Tuan dan Anita. Terima kasih mau repot-repot membawakan makanan untuk sarapan saya," ucap Nasha pasrah karena tidak enak untuk menolak.
" ya sudah. bagaimana ibu kamu ?" tanya Tuan Anggara yang mengkhawatirkan kondisi Anatasya yang belum kujung membaik.
"Beginilah Pak. belum ada perkembangan," jawab Nasha lemes dan tidak tawu harus bilang apa lagi.
"Sha kamu nggak kerja ?" tanya Nasha melihat Nasha masih berada di rumah sakit.
"gue izin seminggu," jawab Nasha singkat.
"Yang sabar ya." ucap Anita menguatkan Nasha ditimpa musibah.
Di luar kamar.
seseorang yang dari semalam berjaga di luar berusaha mengambil fhoto Nasha dan betapa terkejutnya ketika melihat sosok yang dikagumi pebisnis dunia ada di kamar inap tersebut bersama anaknya datang.
'Tuan Anggara. pebisnis hebat untuk apa datang ke kamar tersebut dan ada hubungan apa dengan nona itu. sebaiknya aku lapor dengan Tuan Haikal ini kabar yang sangat penting," pikir Anak buah Haikal ketika melihat seseorang itu.
To Tuan Haikal
Tuan... ada pasti akan kaget mendengar kabar ini.
Send ? Yes
From Haikal
ada apa sih? kaget kenapa ?
Replay ? Yes
To TuaN Haikal
Pebisnis hebat di dunia. Tuan Anggara berkunjung ke kamar inap ibu Nona Nasha.
Send ? Yes
From Haikal
Yang bener kamu ?
Replay ? Yes
To Tuan Haikal
iya Tuan. itu benar
Send ? Yes.
Haikal yang membaca pesan tersebut berpikir apa yang dimaksud oleh anak buahnya tersebut.
' Nasha sebenarnya kamu itu siapa dan ada hubungan apa dengan Tuan Anggara,' pikir Haikal yang masih menjadi teka teki dari Nasha apalagi ada sangkut paut dengan Tuan Anggara, orang nomor 1 di dunia.