
"Kamu nggak mau turun" Tanya Revan ketika mereka sudah berhenti di depan gedung perusahaan, "Kamu duluan aja, nanti aku nyusul" Jawab Selena
"Beneran?" Selena mengangguk mantap
"Yaudah, ini kunci mobilnya kamu aja yang bawa" Ucap Revan memberikan kunci mobil di tangan Selena, "Heem, masuklah. Nanti aku menyusul" Kata Selena
Revan keluar dari mobil, menyisakan Selena yang masih berada di dalam. Ia masih bingung dengan tatapan para karyawan kepada, ditambah dengan kertas kemarin yang membuatnya terus berfikir
Setelah melihat sekitar area parkir sepi, Selena turun dari mobil lalu melangkah masuk ke dalam gedung yang menjulang tinggi itu
Sebelum masuk ke ruangan nya, Selena menghampiri Shiv-asisten pribadi Tiara di kantor-yang kebetulan baru saja keluar dari ruangan Revan
"Tuan Shiv"
"Iya, Nona"
"Bisakah kau membantu ku" Pinta Selena
"Ya, Nona. Katakan saja, saya akan selalu siap membantu" Kata Shiv yang sudah mengenal siapa wanita yang ada di hadapan nya
"Mm..itu..."
"Nona"
"Bisakah kau mengantarkan ku ke bagian pemantauan CCTV di perusahaan mama?" Ucap Selena sedikit ragu, "Untuk apa, Nona. Apa ada masalah? Saya bisa membantu anda tanpa harus kesana" Jawab Shiv
"Tidak ada masalah, Shiv. Aku hanya ingin memastikan sesuatu" Kata Selena tersenyum kecil, Shiv tampak berfikir lalu menyetujui untuk mengantar menantu atasannya ke ruang pemantauan CCTV.
"Tolong perlihatkan kepadaku rekaman CCTV kemarin pagi sebelum saya masuk ruang kerja" Pinta Selena ketika mereka sudah berada di tempat tujuan
"Baik, Nona" Dengan cepat, Shiv mencari apa yang Selena minta
"Ini, Nona. Anda bisa melihat nya sendiri" Ucap Shiv berdiri dari duduknya dan mempersilahkan Selena untuk duduk
"Terimakasih, dan kau bisa pergi" Ujar Selena, "Anda yakin, Nona" Tanya Shiv memastikan
"Ya, aku bisa melakukannya sendiri" Jawab Selena, "Baiklah, kalau begitu saya permisi. Kalau butuh apa-apa, panggil saja" Selena hanya menanggapi dengan anggukan
"Riska? Apa maksudnya ini, jadi dia yang.." Selena beranjak pergi dari sana dengan menahan amarah
"Riska" Selena menatap tajam rekan kerjanya yang sudah membuat ulah dengan menyebutnya dengan sebutan 'murahan' entah apa yang sudah terjadi sampai rekan kerjanya itu menyebutnya seperti itu
"Selena, kau dar—"
"Apa ini ulah mu, Riska? Kau yang menaruhnya kertas ini di mejaku, bukan?" Cerca Selena memperlihatkan secarik kertas yang ia temukan kemarin
"Apa ini? Kenapa kau menuduh ku seperti ini" Kata Riska tak terima, "Aku tidak pernah sembarangan menuduh orang, Riska! Aku mempunyai bukti CCTV kalau kau yang menaruhnya di atas meja kerjaku" Geram Selena
Riska diam
"Apa kesalahan ku kepadamu sampai kamu berbuat rendahan seperti ini" Tanya Selena
Raut wajah Riska berubah. "Lihatlah dirimu, Selena. Hanya karna yang uang kamu menggoda tuan Revan sampai kau mengandung anak nya. Sebutan itu memang sangat pantas untuk mu" Ucap Riska bersidekap dada sambil menatap sinis Selena
Tangan Selena berhenti di udara ketika mendengar suara seseorang dari arah pintu.
"Ada apa ini?" Revan dan Shiv masuk ke ruangan tersebut
Dua wanita tersebut diam tanpa berniat menjawab pertanyaan Revan.
"Selena, Riska, katakan. Apa yang kalian ributkan dari tadi" Tanya Revan
"Hanya salah paham, tidak ada masalah apapun" Jawab Selena tanpa menatap ke arah suaminya, "Riska, katakan apa yang terjadi di antara kalian" Tanya Revan sekali lagi
"Sudah saya katakan, tidak ada masalah yang–akh!!" Selena merasa keram di bagian perutnya
"L–Lena" Dengan sigap, Revan menahan tubuh Selena yang hendak jatuh.
...»»——⍟——««...
👤 : "Next part?"