
"Lo kenapa, Ra. Kusut banget muke lo" Tanya Olivia. Kini Tiara, Olivia, dan juga Catrin tengah berada di sebuah restoran untuk makan siang
"Dan ya, tumben banget lo ke kantor? Bukannya perusahaan alm. Om Lio udah di urus sama Revan" Tambah Catrin, "Gue bingung. Ntahlah, gue pusing banget hari ini" Kata Tiara lesu
"Cerita sama kita, ada masalah apaan?" Tanya Olivia, "Gue bingung mau bicara dari mana dulu, kenyataan yang nggak pernah gue bayangin selama hidup" Ucap Tiara pelan, "Gue ngerasa gagal"
"Hey? Kok malah nangis? Cerita aja, mungkin dengan cerita lo bisa agak tenang" Kata Catrin bingung melihat air mata Tiara yang mulai turun
"Nggak, gue mau ngatasin ini sendiri" Ujar Tiara menepis cairan kristal yang keluar dari matanya.
***
"Kamu kenapa? Lesu gitu mukanya" Tanya Revan ketika melihat wajah tak semangat milik Selena
^^^"Nggak papa, mungkin cuma kecapean"^^^
"Nggak usah kerja, di rumah aja. Kamu nggak sendiri sekarang"
^^^"Iya, tadi aku juga nggak ngapa-ngapain. Cuma nyiramin taneman doang"^^^
"Beberapa hari lagi aku akan pulang"
^^^"Hem? Bukannya masih satu minggu lagi?"^^^
"Lima hari udah aku lembur terus sama Shiv, jadi bisa agak cepet pulang nya"
^^^"Nggak usah mikir yang di rumah, kesehatan juga penting. Kalau nanti tiba-tiba drop gimana gara-gara sering lembur kerja?"^^^
"Perhatian sekali istriku ini, jadi makin sayang"
^^^"Ceh, alihin aja terus"^^^
Revan tertawa renyah. "Jaga dirimu, tunggu aku disana"
^^^"Heem, hati-hati. Jangan lupa makan"^^^
"Iya. Bye, see you"
Selena sengaja tak memberitahu masalah di rumah karna tidak ingin Revan memiliki beban fikiran yang berlebihan, masalah perusahaan saja masih belum selesai. Yang ada kondisinya akan drop karna terlalu banyak fikiran.
Morning sickness pasti terjadi saat awal kehamilan, seperti yang di alami Selena sekarang. Setelah merasa tidak mual lagi, Selena melanjutkannya dengan menyegarkan badan.
"Haah..bosen, enaknya ngapain" Gumam Selena ketika selesai berpakaian. Mendengar suara ketukan pintu, Selena bangkit dan berjalan membuka pintu
"Mama"
"Ayo kita sarapan, ayahmu sudah menunggu di meja makan" Ajak Tiara di balas anggukan oleh Selena
"Vira mana, Mah. Apa dia nggak ikut sarapan" Tanya Selena hati-hati, "Ntah, tadi malam dia nggak pulang" Jawab Tiara dengan nada yang berbeda, walaupun sebenarnya ia khawatir melihat putrinya tak terlihat
"Kita mulai sarapannya" Tengah Evan
Mereka pun sarapan dengan tenang sampai seorang pelayan menghampiri mereka bertiga
"Permisi, Tuan/Nyonya. Di luar ada anak muda yang ingin bertemu dengan Nyonya" Ucapnya, "Siapa, Bi. Apa Gibran yang datang" Tanya Tiara
"Bukan, Nyonya"
"Yasudah, Bibi bisa kembali bekerja" Setelah pelayan itu pergi, Tiara segera menuju pintu utama
"Silahkan duduk"
"Terimakasih"
"Maaf, kamu siapa? Ada perlu apa kamu ingin bertemu dengan saya" Tanya Tiara tak ingin basa-basi, "Sebelum itu perkenalkan nama saya Chris, apa benar anda Nyonya Tiara? Ibunya Ira" Tanya Chris sopan
"Ira? Ira siapa" Tanya Tiara bingung
Chris menepuk jidatnya merutuki kebodohannya. "Maksud saya Vira, saya sudah terbiasa memanggilnya dengan nama Ira" Jelas Chris canggung
"Ya, Vira putri saya. Lalu?"
"Saya kesini ingin memberitahu kalau Ira sekarang koma di rumah sakit, dia mengalami kecelakaan tadi malam saat perjalanan pulang" Jelas Chris.