
Revan dan Selena masuk ke dalam kamar yang biasanya di tempati Revan sebelum mereka menikah. Mereka semua sepakat kalau selama Selena hamil, Revan dan Selena akan tinggal di sana. Karna jika mereka tinggal di rumah orang tua Selena, Olivia sudah memiliki tanggung jawab penuh atas perusahaan Ferdi-sang ayah. Dan Zafran juga harus mengurus restoran yang sekarang semakin berkembang pesat dan memiliki banyak cabang
Jika di rumah orang tua Revan, Tiara akan tetap di rumah dan perusahaan yang ia pegang sekarang akan di urus oleh Revan. Sedangkan perusahaan Evan akan ia pegang sendiri, karna Vira masih menduduki bangku SMA kelas dua. Jadi, tidak mungkin Evan meminta Vira mengurus perusahaan besar tersebut.
"Kalau kamu capek, istirahat saja. Dan kalau butuh apa-apa? Panggil aku atau yang lain" Ujar Revan merapikan barang-barang mereka ke tempatnya. Selena tak menjawab apapun perkataan suaminya, ia langsung masuk ke kamar mandi karna merasa mual
Revan menyusul istrinya ketika mendengar suara Selena di dalam kamar mandi. Melihat Revan masuk, Selena langsung keluar
Ia tak tahan mencium bau kamar Revan dan juga bau suaminya
"Lena, kamu mau kemana? Nggak istirahat" Tanya Tiara, "Lena nggak tahan sama bau di—" Selena berlari ke wastafel yang berada di dapur sebelum menyelesaikan ucapannya
"Udah mendingan?" Selena mengangguk pelan sambil membasuh mulutnya
"Ayo, Mama anter ke kamar. Lebih baik kamu istirahat" Ujar Tiara, "Lena nggak tahan sama bau kamar Revan, Mah. Baunya sama kayak badan Revan, bikin mual" Jelas Selena
Tiara mengangguk mengerti. "Yasudah. Kamu tunggu dulu di ruang tengah, Mama akan menyuruh pelayan membersihkan kamar bawah. Nggak papa kan" Ucap Tiara
"Tidak masalah."
"Mah, Lena mana?" Tanya Revan ketika sang ibu baru saja keluar dari kamar bawah, "Dia lagi istirahat, jangan masuk. Dia mual terus kalau deket-deket sama kamu. Untuk sementara, kalian pisah kamar dulu sampai Lena nggak mual nyium bau kamu" Tutur Tiara
"Perasaan aku mandi teratur, emang masih bau?" Tanya Revan mencium bau badannya, "Wanita hamil emang begitu, sensitif. Moodnya berubah terus, dan nggak bisa di tebak. Makanya, jangan mau enaknya aja. Di jaga itu istrinya baik-baik" Urai Tiara berjalan ke dapur mengambil air minum
"Iya. Kalau begitu Revan pergi dulu, cuma sebentar" Pamit Revan, "Heem, jangan lama-lama" Balas Tiara
"Siap, Nyonya."
Suara lengkingan terdengar begitu keras di kamar bawah yang di tempati Selena, pelaku nya hanya nyengir ketika di tegur sang ibu
"Emang dulu waktu Mami hamil nggak mau deket-deket sama papi?" Tanya Tere penasaran, "Kebalikannya malah, tiap wanita hamil itu beda-beda" Jawab Tara
Evan hanya tersenyum
"Ra, bentar lagi kamu jadi nenek-nenek" Ledek Tara, "Biarin, lagian nanti Kakak juga sama" Balas Tiara, "Revan mana? Dari tadi aku nggak liat" Tanya Tara
"Dia di luar. Lena kalo nyium bau Revan, bawaannya pengen mual terus" Kata Tiara, "Kasian nggak bisa meluk istrinya" Tambah Tara meledek keponakan laki-laki nya
Boro-boro meluk, kita kalo tidur aja masih ada guling di tengah buat penyekat. Kata Selena dalam hati.
Malam hari, Lena keluar dari kamar dan ikut bergabung di meja makan. Tak seperti biasanya, ia kembali merasa mual ketika mencium bau nasi dan juga ayam yang berada di meja makan
"Lena, kau baik-baik saja" Tanya Revan berada di depan kamar mandi yang berada di dapur, "Lena, kau—"
"Aku baik-baik saja" Balas Selena membuka pintu kamar mandi. Wanita itu sudah tak merasa mual saat di dekat Revan, setelah ia memberikan parfum yang membuatnya tidak mual kembali
Terlebih lagi, ia juga tidak akan bisa tidur kalau sendiri. Mungkin karna sudah terbiasa satu kamar bersama Revan, jadi ia merasa sedikit berbeda.
"Ayo kita makan malam" Ajak Revan di balas gelengan oleh sang istri, "Aku nggak bisa bau nasi sama ayam" Kata Selena
"Terus kamu mau makan apa?" Tanya Revan, "Mau poutine, tapi kamu yang buat" Jawab Selena
"Poutine? Tapi aku nggak bisa masak" Revan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Turuti saja, Revan. Kamu mau anak kamu nanti ileran gara-gara nggak kamu turutin" Tegur Tiara yang sedang menyiapkan makan malam untuk suaminya, "Tapi Revan nggak bisa masak" Lanjut pemuda itu
"Sebisamu, udah nggak usah kebanyakan alesan. Kasian istri sama anak kamu kelaperan" Imbuh Tiara.
...»»——⍟——««...
👤 : "Gimana sama bab ini? ada yang kurang?"