
"Mama! Ma!"
Olivia berjalan tergopoh-gopoh menghampiri sang anak. "Iya, Lena. Kenapa kamu berteriak"
"Perut Lena sakit, Mah" Rengek Selena memegang kuat tangan sang Ibu, "Astaga, itu ketuban nya udah pecah. Sebentar, Mama akan minta supir menyiapkan mobil" Dengan segera, Olivia keluar dari mana Selena. Tak lama ia kembali, bersama Zafran di belakang nya
Walaupun sudah berumur, tenaga Zafran masih kuat untuk menggendong putrinya sampai ke dalam mobil.
Sesampainya di rumah sakit, Selena langsung di bawa ke ruang persalinan karna pembukaan nya sudah hampir sempurna. Karena tidak bisa menunggu lagi, Zafran lah yang menemani Selena di dalam
Di depan ruang persalinan, Olivia terus berdoa agar putri dan cucunya selamat.
"Olivia!"
Olivia sedikit lega melihat keluarga Kenneth, Fabian, Auriga, dan Mahatama datang bersama
"Gimana?" Tanya Tiara
"Masih belum" Jawab Olivia, "Terus yang nemenin Lena siapa?" Tanya Yoona, "Zafran, aku yang menyuruhnya" Jawab Olivia
Cukup lama mereka semua menunggu di depan, akhirnya senyum mereka mengembangkan ketika mendengar suara tangisan bayi dari dalam
Pintu ruangan itu terbuka, terlihat Zafran dengan wajah tegangnya. Tetapi sedetik kemudian, senyumnya juga ikut terukir
"Laki-laki" Ucap Zafran, "Dan mereka berdua sehat"
"Alhamdulillah."
Sekarang Selena dan bayinya sudah di tempatkan di ruang perawatan, hanya senyum tipis yang Selena tampakkan. Kekurangan dari kebahagiaan itu sangat terasa.
"Rere, aku kau tidak capek dari tadi bicara terus. Duduk dan makan, biar kau diam" Kata Tara, "Dia sangat tampan, suruh dia cepat besar. Aku akan menikah dengannya" Ucap Tere senang
"Papi, fix kita musuhan" Dengan kesal Tere duduk di sebelah ibunya
"Apa nama untuk si tampan ini, Lena" Tanya Catrin, Selena tersenyum.
Sore hari, tinggal Selena dan bayinya yang berada di ruang perawatan sendiri. Yang lain pulang dan Olivia sedang membeli makanan
Revan, kau lihat dia? Dia sangat mirip dengan dirimu. Andai kamu masih ada disini, pasti kamu sangat bahagia sekarang. Impianmu sudah terwujud, do'akan aku semoga aku bisa menjadi ibu dan ayah yang baik untuknya. Ujar Selena dalam hati
"Lena, ayo makan dulu" Ucap Olivia membuyarkan lamunan putrinya
"Mm..ya"
Olivia tersenyum simpul, ia tau apa yang ada di fikiran putrinya sekarang.
"Makan yang banyak, dia membutuhkan ASI yang cukup" Ujar Olivia, "Heem. Kapan aku boleh pulang" Tanya Selena, "Kurang tau, nanti Mama akan tanyakan sama dokter" Jawab Olivia
"Kakak ipar" Kedua wanita yang tengah asik makan melihat ke arah pintu
"Vira? Kau disini"
"Maaf, aku baru datang kesini. Tadi masih ada urusan" Ucap Vira diangguki Selena, "Apa dia si tampan yang di bicarakan mama?"
"Ya, dia orangnya"
"Sekarang aku akui bang Revan memang unggul, bahkan duplikat nya saja melebihi nya. Bang Revan tampan, tapi dia lebih tampan" Ujar Vira, "Kak, bawa ini di manapun Kakak pergi. Dengan ini, aku bisa memantau Kakak" Gadis itu memberikan sebuah ikat rambut kepada Selena
"Ikat rambut?"
"Itu aku yang membuatnya sendiri, orang-orang tidak akan tau kalau itu adalah alat pelacak. Masih akan ada yang mengincar nyawa keluarga kita, terutama si tampan ini" Jelas Vira, "Aku pergi dulu, jangan lupakan ucapanku tadi."