MARRIED BY MISTAKE

MARRIED BY MISTAKE
32



Revan berjalan menuju ke taman rumah sakit dengan membawa bubur untuk Selena, tetapi langkahnya terhenti ketika melihat Selena tengah mengobrol dengan seorang pria


Ia kembali melanjutkan langkah nya mendekati mereka berdua.


"Ekhem.."


"Revan, kau sudah datang" Ucap Selena tersenyum, "Revan, kenalkan dia Kendrick. Dan Kendrick, kenalkan dia Revan, suamiku" Ucap Selena memeluk lengan kekar sang suami


"Kendrick, panggil saja Ken"


"Revan"


"Maaf saya harus pergi, permisi" Kendrick berjalan pergi dari sana


Pasangan itu duduk di kursi memanjang yang berada di taman itu, Revan membuka styrofoam yang berisi bubur tersebut dan mulai menyuapi istrinya


"Kamu udah kenal orang tadi?" Tanya Revan, "Nggak, baru kemarin aku kenal dia" Jawab Selena, "Ngapain dia disini?" Tanya Revan lagi


"Adiknya di rawat juga disini, kenapa sih?" Tanya balik Selena dengan dahi mengerut, "Nggak papa cuma nanyak" Kata Revan


"Boong, cemburu yekan. Ngaku aja, nggak usah malu-malu" Goda Selena menoel ujung hidung Revan, "PD banget, siapa yang cemburu. Orang aku biasa aja" Kilah Revan tetapi dalam hati mengangguk mantap kalau dirinya tengah cemburu melihat kedekatan Selena dan Kendrick tadi


"Gengsi banget bilang cemburu" Cibir Selena, "Tapi itu bagus, tandanya kamu sayang sama aku" Lanjutnya membuat Revan mengacak gemas rambut sang istri


"Udah, lanjutin sarapannya" Sela Revan kembali menyuapi istrinya, "Kamu nggak makan?" Tanya Selena


"Aku bisa nanti, kamu dulu yang makan. Kasian dede bayinya kelaperan nanti" Jawab Revan


Selena mengambil bubur yang berada di tangan Revan, kemudian membuka bubur baru yang masih berada di dalam kantong plastik


"Aku bisa makan sendiri, kamu buruan makan. Kita makan sama-sama" Ujar Selena diangguki Revan


Selesai sarapan di taman, mereka kembali ke ruangan Vira. Sebelum itu, mereka membeli makanan untuk Tiara sarapan. Evan? Dia sudah ke kantor karna pekerjaan.


"Mah, ini sarapan buat Mama. Mama makan dulu gih, biar Vira kami yang jaga" Ucap Selena memberikan kantong plastik berisi makanan, "Kalian aja yang makan, Mama udah kenyang" Tolak Tiara


"Kenyang dari mana? Mama belum makan apapun, ayo sekarang Mama makan" Timpal Revan menarik pelan tangan Tiara agar duduk dengan tenang di sofa


"Sekarang Mama makan, aku nggak mau sampai Mama sakit"


"Kalian?"


***


Revan dan Selena sekarang sedang dalam perjalanan ke rumah sesuai permintaan Tiara yang menyuruh Revan mengajak Selena pulang, mengingat Selena sedang mengandung jadi Tiara tidak ingin menantunya kecapean


"Kamu pengen apaan?" Tanya Revan melihat sekilas ke arah Selena, "Lagi nggak pengen apa-apa" Jawab Selena


"Beneran?" Selena menganggukkan kepalanya.


Mobil Revan sudah terparkir sempurna di depan rumah, pasangan itu turun lalu masuk ke dalam


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


"Bi, tolong nanti siapkan makan siang untuk kami. Di lebihin aja, soalnya nanti mau kita bawa ke rumah sakit" Pinta Revan, "Baik, Tuan Muda. Ada yang bisa saya bantu lagi?" Tanyanya


"Ohya, tolong ambil beberapa baju mama sama Vira. Kalau sudah, taro di meja ruang tengah aja. Nanti kita bawa" Tambah Revan


"Baik, Tuan" Pelayan itu pamit kembali ke belakang.


Revan menghempaskan tubuhnya di sofa, arah pandangannya mengarah ke Selena yang berdiri di dekat jendela


Laki-laki itu beranjak menghampiri istrinya, kedua tangannya mengait di perut Selena.


"Kenapa, hm?"


"Nggak papa, cuma lagi pengen liatin taneman" Jawab Selena. Revan menarik sebuah kursi yang tak jauh dari jangkauannya, ia duduk lalu meminta Selena duduk di pangkuannya


"Kita sahabatan udah lama, bahkan kita udah sama-sama dari kecil. Kau masih ingin menyembunyikan masalahmu?"


"Aku sedang mengingatnya, mungkin kalau dia masih hidup pasti dia udah besar" Ucap Selena memandang ke arah luar, tak terasa air mata nya mulai turun


"Stuutt..dia udah bahagia di sana, sekarang kita udah di percaya kembali dengan malaikat kecil di rahimmu. Yang lalu kita jadikan pelajaran, kita akan menjaganya sebaik mungkin"


Selena menempatkan kepalanya di bahu kokoh suaminya dengan tangan melingkar di pinggang dan juga leher Revan


Jaga mereka yang aku sayangi, Tuhan. Sudah cukup Kau mengambil anakku yang pertama, jangan lagi. Ucap Selena dalam hati.