MARRIED BY MISTAKE

MARRIED BY MISTAKE
19



Selena kini tengah asik memainkan telunjuknya di wajah Revan, pria itu diam dan membiarkan wanitanya berbuat sesuka hatinya


"Buruan mandi, aku mau nyiapin makan malam" Ucap Selena, "Tanganku sakit, Lena. Jadi aku nggak bisa mandi sendiri" Balas Revan


"Nggak usah ngada-ngada, tadi aja nggak papa" Kata Selena duduk di tepi ranjang, "Buruan, aku mau ke bawah"


Tak membiarkan Selena pergi, tangan Revan mengulur menarik tangan Selena agar wanita itu kembali berbaring di sebelahnya


"Revan!"


"Pake baju dulu, nggak malu apa" Dengus Selena memukul lengan kekar suaminya, "Malu? Kau sudah melihatnya tadi, bahkan merasakannya" Balas Revan tersenyum


"Revan!! Menggelikan" Selena mengambil bantal lalu menutup wajah Revan.


"Kamu mau pergi kemana?" Tanya Revan yang melihat Selena sudah berpakaian rapi, "Aku mau keluar sama Rere, tapi aku lupa bilang sama kamu" Jawab Selena


"Mau ikut?" Revan menganggukkan kepalanya lalu menghubungi Gibran agar ia mempunyai teman mengobrol nanti.


Dua perempuan dan dua pria sekarang sudah berada di sebuah pusat perbelanjaan, dua perempuan itu menatap binar pemandangan di depannya


"Kenapa kalian nggak bilang kalau mau ke mall" Kesal Gibran, "Emangnya penting? Kita keluar kan mau nyari udara" Jawab Tere menarik tangan Selena masuk ke dalam


Gibran menghembuskan nafasnya dengan kasar dan mengajak Revan menyusul kedua perempuan tadi.


"Gilak, mereka nggak ada capeknya apa? Udah berjam-jam kita keliling ngikutin mereka" Keluh Gibran, "Kalo tau gini, kita nggak usah ikut"


"Bukan lo aja yang capek, gue juga. Tapi daripada bini gue ngomel mending gue ngikut" Balas Revan melanjutkan langkah nya mengikuti Tere dan Selena


"Tunggu, woy!"


Selena dan Tere menghentikan langkah mereka lalu menoleh ke belakang


"Kalian capek?"


"Iy—"


"Nggak, ayo lanjut" Jawab Revan memotong ucapan Gibran, "Tapi ini udah malem, mending kita pulang aja" Kata Selena diangguki semangat oleh Gibran.


"Dikit, kamu mandi aja dulu" Ucap Revan, Selena beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya


Selesai membersihkan diri, Selena keluar menggunakan piyama.


"Revan, mandi dulu gih. Abis itu istirahat" Ucap Selena membangunkan Revan. Tanpa menjawab, Revan segera masuk ke kamar mandi.


"Sini aku pijit" Ucap Selena ketika Revan hendak memejamkan matanya, "Nggak usah, kamu juga capek. Mending kita tidur" Kata Revan menyunggingkan senyumnya


"Maaf, udah buat kamu kecapean kayak gini" Ucap Selena, "Hey? Nggak perlu minta maaf, lagian itu sudah tugasku menemanimu" Tutur Revan


"Ayo tidur."


"Vira, kamu kenapa tadi nggak ikut makan malam?" Tanya Tiara duduk di tepi ranjang milik Vira, "Lagi nggak pengen, tadi Vira udah makan di luar" Jawab gadis itu


"Jangan di biasain makan di luar, nggak sehat" Tegur Tiara, "Iya, Mah. Vira inget kok, tadi Vira lagi pengen makan di luar aja" Balas Vira


"Maafin Mama, Sayang" Ucap Tiara


"Maaf? Untuk apa, Mah"


"Maaf karna Mama nggak bisa ngasih kamu adik, kamu tau sendiri gimana Mama sekarang" Ujar Tiara merasa bersalah. Usianya sudah tidak mungkin memiliki anak kembali dan juga, ia tidak bisa memaksa putra dan menantu nya untuk segera memiliki momongan


Ia tau Vira kesepian, tetapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang ia sudah bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk putrinya setelah perusahaan Lio di pegang oleh Revan


"Mama nggak perlu minta maaf sama Vira kayak gini, lagian sekarang Mama udah dirumah terus jadi Vira nggak terlalu kesepian" Urai Vira menggenggam kedua tangan ibunya, "Bang Revan sekarang udah ada kak Lena, jadi Mama cuma punyaku"


"Ayah?" Dua perempuan itu menoleh ke arah pintu dan melihat Evan berdiri dengan tangan melipat di dada


"Nggak, Mama cuma punya Vira" Kata Vira memeluk sang Ibu, "Ohya? Kita tanya sama Mama, pilih Ayah atau Vira" Balas Evan ikut duduk di sebelah istrinya


Vira menatap Tiara meminta jawaban.


"Tidak semua pertanyaan ada jawabannya" Kata Tiara, bagaimana mungkin ia bisa memilih diantara dua orang yang sangat ia sayangi.


...»»——⍟——««...