
"Vira" Merasa di panggil, Vira pun menoleh. Ia tersenyum melihat sang ibu masuk ke kamarnya
"Mama mau ngapain kesini, tumben" Sindir Vira, "Tumben? Bukannya Mama sudah sering ke kamarmu" Kata Tiara
"Mana ada, Mama sekarang sangat sibuk bahkan nggak ada waktu untukku" Rengut Vira, "Yaudah, Mama minta maaf. Boleh Mama bertanya sesuatu" Ucap Tiara
"Hmm"
"Apa kau mengetahui sesuatu tentang kejadian tadi siang?" Tanya Tiara, "Aku rasa Mama sudah mengetahuinya, dan sekarang aku sedang menyelidiki hal itu" Jawab Vira
"Apa ini ada hubungannya dengan keluarga yang kau tanyakan tadi, Sayang" Tanya Tiara lagi, "Kemungkinan besar, iya. Mama percayakan semuanya dengan wajah imut ku yang mampu menipu semua orang" Ujar Vira
"Semua orang bisa tertipu kecuali Mama-mu ini" Tambah Tiara tersenyum, "Tidak di ragukan lagi" Ucap Vira memeluk sang Ibu
"Mah, gimana kalo aku punya adik lagi. Pasti seru" Ucap Vira, "Dasar, udah berapa kali Mama bilang? Udah cukup kalian berdua, nggak ada yang lain. Mama udah tua, sekarang giliran mu dengan abangmu ngasih cucu ke Mama" Jawab Tiara mencubit gemas hidung putrinya
"Tapi aku nggak mau nikah, aku pengen sama Mama terus. Nanti kalo aku nikah, pasti aku jauh sama Mama" Tambah Vira murung, "Di manapun kamu tinggal, kamu akan selalu di dekat Mama. Putri kecil Mama yang manjanya minta ampun" Kata Tiara
"Aku udah besar, Mah. Aku udah dua SMA, mana bisa di bilang kecil" Protes Vira, "Lagian aku manja gini juga Mama yang seneng 'kan?"
"Itu pasti, abangmu sekarang udah nggak mau di peluk sama Mama lagi. Katanya malu kayak anak kecil" Cicit Tiara, raut wajah sedih terlihat di wajah wanita itu.
"Kamu masak apa, Lena" Tanya Revan menghampiri Selena di dapur, ia sudah melarang wanita itu untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan meminta nya untuk beristirahat. Tetapi Selena tetap kekeh ingin mengerjakan tugasnya
"Lena"
"Lena" Revan memegang pundak Selena dan membuat wanita itu tersadar dari lamunan nya
"Hem, ya. Kau butuh sesuatu" Tanya Selena, "Kamu nge-lamunin apa, hm? Dan ini, matamu memerah" Ucap Revan menangkup wajah Selena
"Tadi aku abis motong bawang merah. Di rumah mama aku nggak pernah kedapur karna mama melarang, jadi belum terbiasa" Jawab Selena melepas tangkupan tangan Revan di wajahnya
Revan tersenyum, ia tau kalau Selena habis menangis. Tetapi ia tetap diam karna tidak ingin Selena terus mengingat kejadian buruk 'itu'
"Kalau begitu, biar pelayan saja yang mengerjakannya. Kasian kalau matamu terus memerah karna bawang tak bertanggung jawab itu" Canda Revan, Selena sedikit mengulas senyum mendengar candaan suaminya
"Tap—"
"Masalah itu, tenang saja. Aku udah ambilkan cuti untukmu selama dua hari" Sela Revan
"Terimakasih."
Olivia dan Zafran merasa senang ketika putri mereka berkunjung bersama Revan.
"Kalian kesini kenapa nggak ngasih tau, Mama bisa siapin keperluan buat kalian" Ucap Olivia, "Nggak perlu, Mah. Revan udah ambilin cuti dua hari buat Selena, agar Selena bisa menghabiskan waktu disini" Kata Revan
"Kalian menginap lah disini, setidaknya selama Selena cuti kerja" Timpal Zafran, "Ya, kami akan menginap disini" Balas Revan tersenyum.
Sore hari, Selena sibuk menyirami tanaman di halaman rumah. Sebenarnya itu sudah tugas tukang kebun, tetapi Selena memintanya dengan alasan tidak ada kesibukan
"Revan!" Dengan jailnya, selang tersebut ia arahkan ke Revan yang melintas
"Hey hey" Revan mendekat berusaha merebut selang yang berada di tangan Selena
"Dapat" Membalas kejailan Selena dengan cara yang sama, sekarang mereka sudah sama-sama basah kuyup karna ulah mereka sendiri
Dari jendela kamar atas, Olivia tersenyum lega melihat kedekatan pasangan tersebut
"Kamu liatin apa? Kayak seneng gitu" Tanya Zafran memeluk Olivia dari belakang, "Lihat putri kita, aku bahagia melihat Selena tersenyum seperti itu. Aku sedih melihat Selena waktu itu, tangisannya membuat ku merasa sakit"
"Heem. Dia harta kita yang paling berharga, bahkan tak akan ada nilainya jika di rupiah kan. Putri kita tumbuh menjadi wanita mandiri, sikap manjanya yang selalu aku rindukan" Sambung Zafran mencium cekuk leher istrinya
"Jangan merusak momen bahagiaku" Ketus Olivia, "Aku tidak merusak, aku hanya ingin menambah momen bahagia mu" Balas Zafran melanjutkan aksinya
"Inget udah tua, nggak usah banyak tingkah" Ucap Olivia melepas pelukan suaminya.
...»»——⍟——««...