
Hari ini alisha mendapatkan izin untuk datang ke pesta ulang tahun sahabatnya berkat bantuan sang kakak "Elisa" karena gadis itu yang menginginkan liburan dengan keluarga besar nya jadi mereka memperbolehkan alisha menghadiri pesta itu.
"Iya mereka mengizinkan aku karena mereka akan bersenang-senang" batin alisha.
Alisha tidak mau memikirkan itu lagi, ia segera pergi menuju rumah sahabat nya Irene.
Sesampainya di rumah Irene, Alisha disambut bahagia oleh Irene, gadis itu sangat bahagia karena alisha ikut pesta itu artinya formasi mereka lengkap.
Hingga malam tiba, Winda datang menjemput mereka, Winda berdecak kagum melihat kecantikan alisha yang menggunakan gaun berwarna dusty dan rambut yang digerai oh ya! jangan lupakan make up tipis yang menambah kesan tersendiri.
***
Pesta berjalan dengan lancar, banyak teman-teman sekolah mereka yang datang karena Mia mengundang semua angkatan mereka.
"Kamu tidak ikut berdansa sha?" Tanya Mia
Alisha menggeleng pelan seraya memperhatikan teman-teman nya "Tidak Mia, aku sudah lelah entahlah mereka makan apa sampai bisa berdansa seperti itu" terkekeh pelan
Mia mengangguk membenarkan, memang kedua teman mereka itu sedikit gila, Mia menemani alisha keduanya berbincang membahas ini dan itu.
"Aku ke toilet sebentar ya" pamit alisha yang dijawab anggukan oleh Mia
Di dalam toilet alisha menatap tampilan dirinya yang memang terlihat cantik, jauh dari kata biasanya, biasanya ia hanya mengenakan celana dan kaos seperti itu terus.
"Hah~ memang ini nasib ku, sangat sial" gumam alisha
Alisha berjalan keluar menuju tempat pesta, baru keluar dari toilet tangan alisha dicekal oleh seseorang membuat alisha terperanjat kaget
Alisha memekik kala seseorang itu mencium tengkuk lehernya
"Lepaskan" pekik alisha memberontak
Alisha mencoba memberontak, mata alisha terbelalak kaget saat seseorang itu membalikkan tubuhnya dan mencium bibir nya
"R..Regan?" lirih
Regan lelaki itu mencium penuh gairah bibir alisha, lalu menarik gadis itu membawanya ke salah satu kamar hotel itu.
"Regann! lepas" pekik alisha
Bruk!
Regan dengan kasar melempar tubuh alisha ke tempat tidur lalu dengan cepat melucuti pakaian keduanya.
Alisha menggelengkan kepalanya berkata jangan melakukan itu, karena lidah alisha sendiri merasa kelu untuk mengeluarkan suara hanya ada Isak air mata melihat kebrutalan lelaki diatas nya ini.
"Akhhhhhh" alisha terpekik saat merasakan benda panjang dan tumpul memasuki area inti nya
Hancur sudah kehormatan yang alisha jaga selama ini, alisha seperti mayat hidup ia bahkan tak mampu mengeluarkan suara *******, ia hanya memejamkan mata rasanya alisha tidak sudi melihat lelaki yang kini tengah berada diatas tubuhnya, lelaki yang tengah meraba tubuhnya.
"Menjijikan" batin alisha yang jijik dengan tubuhnya sendiri
Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari namun belum ada tanda-tanda Regan akan selesai, Regan seakan tak pernah puas untuk menggagahi tubuh alisha dengan kasar.
"I love you" bisik Regan
Alisha semakin memejamkan mata mendengar kata-kata menjijikan, pasti Regan tengah membayangkan bercinta dengan Elisa
"I lovehh youhhh ahhh" ungkapan cinta bercampur ******* panjang yang membuat tubuh Regan ambruk diatas alisha.
Sekuat tenaga juga alisha mendorong tubuh Regan ,hingga tubuh itu berguling ke samping Alisha
"Tidak ada yang perlu disesali alisha, ini memang nasib mu kamu selalu menjadi anak pembawa sial, tidak ada kebahagiaan hanya akan ada kesengsaraan" gumannya
"Selamat ulang tahun Elisa dan selamat ulang tahun untuk diriku sendiri" bisik alisha kepada dirinya sendiri
***
Suara Isak tangis mengganggu waktu tidur seseorang, Regan! lelaki itu menggeliat.
"Hiks...hiks..hiks"
Deg!
Regan langsung duduk saat kesadaran nya sudah pulih, lelaki itu menoleh kesamping dan membelalakkan matanya melihat tubuh polos seorang gadis yang tengah menangis.
"A..alisha?" ucap Regan ragu
Regan menahan nafasnya saat gadis itu menoleh menatap dirinya, ya! alisha! benar itu gadis misterius, Regan tidak bodoh untuk mengartikan semua itu, bercak darah yang ada di seprai lalu tubuh polos mereka.
"B..bilang ini semua ga bener sha!!" ucap Regan
"Hiks..hiks..hiks"
"BILANG INI SEMUA ENGGA BENER SHA!" bentak Regan
"Ini semua benar Regan! kamu ngerusak aku" teriak alisha
Regan mengusap wajahnya kasar lelaki itu tidak tau harus bagaimana lagi, apalagi memikirkan kekasihnya yang akan terluka saat mengetahui dirinya bercinta dengan orang lain.
"Ceritain semua sha" lirih Regan
Dengan derai air mata Alisha menceritakan semua nya, alisha memukul dada nya yang sesak saat kembali mengingat kejadian kemarin.
"Ya Tuhan, apa yang udah gue lakuin" lirih Regan
"Gue bakal tanggung jawab sha"
Alisha mengangkat wajahnya, ia menggeleng ia tak mau merusak kebahagiaan kakaknya
"Tidak perlu, lupakan semua nya dan.."
Plak!
"Dan itu anggap saja hukuman dari ku" setelah mengatakan itu alisha mengambil kemeja Regan dan memakai nya lalu keluar dengan jalan yang tertatih-tatih
Sedangkan Regan, lelaki itu tergugu tamparan yang alisha berikan sama sekali tidak terasa, ia menatap nanar tubuh alisha yang perlahan menghilang dari pandangan nya, ia ingin mengejar namun kaki nya seolah tak bertulang
"Kenapa harus Lo sha? orang sebaik Lo? kenapa harus Lo?" lirih Regan
"Gue harus gimana? gimana? gue bingung, gue pengen tanggung jawab tapi gimana sama Elisa?" lirih Regan
.
.
.
......- Bersambung -......
Maaf gais baru up, kemarin pulang sekolah jam 5 sore, terus jam 6 ada acara keluarga sampe jam 11 terus tadi pulang jam setengah 5 huhuhuhuðŸ˜