
Seorang wanita berusaha mengatur emosi nya setelah membaca dan melihat laporan yang di berikan orang kepercayaan nya, sang suami yang melihat istrinya agak berbeda pun mendekat
"Kenapa, Sayang" Bukannya menjawab, Tiara berlalu pergi keluar dari kamar. Tanpa menunggu lagi, Evan segera menyusul Tiara
Takk pukk
Flashdisk dan juga map ia jatuhkan di atas meja tepat di depan Vira yang sedang asik menonton televisi bersama Selena
"Bisa kamu jelaskan, Vira. Mama butuh jawaban yang jujur" Ucap Tiara dengan nada dingin, Vira meraih map tersebut dan membacanya dengan teliti
Matanya terpejam sejenak lalu meletakkan kembali map itu di atas meja, ia berdiri dengan tegak di depan sang Ibu
Menarik nafas dalam-dalam, kemudian membuangnya perlahan. "Laporan itu benar adanya"
Plakkk
Pertama kalinya, Tiara menggunakan tangannya untuk menampar putrinya kesayangannya. Bahkan tangannya bergetar setelah melakukan nya, tapi itu tidak membuat amarahnya mereda setelah mengetahui Davira masuk ke dunia bawah. Bahkan itu sudah berlangsung selama hampir tiga tahun dan itu tanpa sepengetahuan keluarga terutama dirinya yang notabene nya wanita yang sudah mengandungnya
"Sayang, apa yang kamu lakukan?" Tanya Evan memegang kedua bahu Tiara yang bergetar menandakan kalau wanita itu sedang menangis
"Aku gagal hiks aku gagal mendidik putri kita, Kak" Lirih Tiara
Karna penasaran, Evan membaca map yang tadi Vita baca sampai istrinya melakukan hal yang selama ini tidak pernah ia lakukan kepada anak-anak
"Apa ini, Vira? Kau—"
"Itu benar, aku masuk dunia bawah" Sela Vira, "Berikan alasan kenapa kamu masuk dunia bawah itu, Vira" Sebisa mungkin Evan menahan gejolak amarahnya agar ia tak bermain kasar kepada seorang wanita, terlebih lagi itu putrinya sendiri
"Tidak alasan khusus, dia membawaku dan melatihku" Urai Vira tak berani menatap kedua orang tua
"Apa kasih sayang Ayah sama Mama kurang untuk mu sampai kamu mau saja ikut dunia kejam itu?" Tanya Tiara dengan suara serak, "Katakan, Vira. Apa kasih sayang kami kurang? Ayah sama Mama selalu berusaha agar bisa adil dalam membagi perhatian kami untukmu dan juga kakakmu"
"Lihat Mama, Davira!" Vira terhenyak mendengar nada tinggi ibunya
"Kamu bisa tetap ikut dunia itu tapi jangan pernah menganggap wanita tua ini sebagai ibumu!" Tiara melangkah pergi ke kamar untuk menenangkan diri disusul oleh Evan di belakang
Selena menarik Vira kedalam pelukannya. "Sudah, renungkan kesalahanmu dan perbaiki. Mungkin sulit karna sekali kamu masuk ke dunia itu, akan sangat sulit untuk keluar"
"Mama?"
"Cobalah untuk berbicara dengan nya, mama pasti akan memaafkan mu. Kamu putrinya dan nggak mungkin mama bisa mendiamkan mu terlalu lama" Ucap Selena, "Sekarang kamu cuci muka, terus istirahat. Besok cobalah untuk berbicara sama mama."
Melihat Tiara sudah rapi dengan pakaian kantornya, Vira segera mencegah wanita itu
"Mah"
"Pergilah"
Vira menatap lekat wajah ibunya. "Maaf, Vira tau Vira salah"
Tiara tak menghiraukan ucapan si bungsu dan memilih melanjutkan langkah nya masuk ke dalam mobil
Vira menghembuskan nafasnya kasar, ia terus mencari cara agar Tiara menerima permintaan maafnya.
"Bod**!! Kenapa bisa dia mendapatkan informasi tentang ku?!" Dengan amarah yang memuncak, Vira menghajar dengan brutal pria-pria yang bertugas menjaga informasi apapun termasuk tentang dirinya
"Arghhhh!!!" Chris? Dia memilih diam dari pada terkena amukan iblis berbentuk manusia itu. Ingin sekali ia bertanya tentang siapa yang mengetahui identitas yang sudah di jaga ketat itu, tapi terurungkan ketika melihat pria-pria yang di hajat habis oleh Davira
Pemuda itu memberi kode kepada anggota lain untuk mengobati pria-pria yang sudah babak belur itu
Chris berjalan menyusul Davira yang berada di ruang penyiksaan, gadis itu tengah melampiaskan amarahnya dengan menyiksa salah satu tahanan yang ada di sana
"Ira—"
"Diam atau ku habisi!!"
...»»——⍟——««...
👤 : "Tunggu kejutan selanjutnya. Ntahlah, ceritanya mau nyambung ato kaga? Bodoamat. Author pusing mikir alur"