MARRIED BY MISTAKE

MARRIED BY MISTAKE
34



"Revan!" Seorang wanita berlari ke arah pintu utama menghampiri sang suami, "Sayang, jangan lari-lari" Tegur Revan membalas pelukan istrinya


"Hehe, maaf. Kamu dari mana? Aku bangun tidur kamunya nggak ada" Tanya Selena mengerucutkan bibirnya, "Aku main catur di pos satpam, nggak ada kerjaan juga" Jawab Revan menuntun Selena duduk di ruang tengah


Selena duduk di pangkuan pria yang berstatus sebagai suaminya. "Aku mau es krim" Pintanya


Revan melihat jam di pergelangan tangan nya. "Ini masih pagi, nanti perutmu sakit. Kita sarapan dulu yuk" Ajak Revan


"Nggak mau, aku mau es krim" Rengek Selena, "Iya, tapi setelah sarapan. Abis sarapan nanti kita beli es krim" Bujuk Revan, "Janji deh, abis sarapan kita langsung beli es krim"


Selena mengangguk, Revan menggendong koala Selena menuju meja makan


"Aku pengen tetep duduk disini" Ucap Selena mengaitkan kedua lengannya di leher Revan, "Baiklah, sekarang buka mulutmu" Balas Revan


Usai sarapan, sesuai janji Revan tadi mereka langsung pergi membeli es krim.


"Mau es krim yang mana? Pilih aja sesuka mu" Ujar Revan di balas dengan senyuman Selena, "Mau beli cemilan sekalian nggak? Atau yang lain"


"Nggak dulu, di rumah masih ada stok" Jawab Selena sibuk memasukkan es krim ke dalam keranjang, "Emang abis makan es krim sebanyak ini?" Tanya Revan


"Kan ada kamu" Selena menarik Revan menuju kasir, setelah itu mereka kembali ke mobil.


"Kamu nanti mau punya anak cewek ato cowok" Tanya Selena sambil memakan es krim miliknya, "Cewek ato cowok sama aja, yang penting sehat. Tapi kalau bisa di kasih dua-dua nya" Kata Revan


"Heem, kalo dapet dua sekaligus kan nggak perlu nambah lagi" Lanjut wanita itu, "Kenapa nggak nambah, bukannya banyak anak banyak rezeki" Balas Revan


"Iya sih, tapi kalau nanti waktu aku lahiran meninggal gimana?"


Citttt


Lelaki itu memijak rem mobilnya secara mendadak, untung saja pas di jalan sepi jadi tak akan terjadi kecelakaan


"Ish..kenapa ngerem mendadak sih? Untung jalanannya sepi" Dengus Selena, Revan tak menghiraukan ucapan istrinya dan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


"Revan, pelan-pelan. Aku takut" Ucap Selena memegang lengan pria itu, tetapi Revan tak mendengarkan


"Revan, pelan-pelan" Lagi-lagi Revan mengerem secara mendadak dan membuat ban mobil bergesekan dengan aspal


"Jangan ulangi perkataan mu tadi" Peringat Revan dengan nada dingin


Selena menatap bingung Revan, tetapi tidak lama ia mengerti maksud dari suaminya. Ia tersenyum dan memeluk lengan kekar Revan


"Maaf"


Selena mengulas senyumnya, kemudian meletakkan kepala nya di bahu Revan.


"Kamu takut aku pergi, bahkan aku lebih takut kalau kamu pergi" Balas Selena, "Kita nggak tau kapan dan di mana hal yang selama tidak kita inginkan terjadi, tapi sekarang aku hanya ingin selalu menghabiskan waktuku bersamamu. Sebelum semuanya terjadi."


***


"Bagaimana, Dok" Tanya Tiara penuh harap, "Syukurlah, nona sekarang sudah berhasil melewati masa kritis nya. Mungkin sebentar lagi nona akan siuman" Jelasnya sebelum pamit


Tiara tersenyum lalu masuk ke dalam, sekarang hanya dia yang menjaga Davira. Sebenarnya ada Evan juga yang bersamanya menjaga Davira, tetapi karna ada telfon dari kantor jadi pria itu harus pergi


Perlahan tangan Vira bergerak memegang kepala nya, matanya berusaha menyesuaikan cahaya ruangan tersebut


"Mama"


"He'em, ini Mama. Kau ingin sesuatu" Tawar Tiara tersenyum


Vira menggeleng. "Maafin Vira"


"Stuut..Mama udah maafin kamu, lebih baik kamu istirahat" Kata Tiara mengusap air mata putrinya, sekali lagi gadis itu menggeleng. "Vira capek tidur terus, Vira mau pulang"


"No, kamu baru aja sadar. Tunggu sampai kondisimu pulih" Tolak Tiara


"Yang lain?"


"Sebentar lagi mereka akan datang" Jawab Tiara, tangan Vira mengulur memegang wajah ibunya. "Apa Mama nggak tidur?" Tanya Vira melihat lingkaran hitam di sekitar mata sang Ibu


Kedua sudut bibi Tiara terangkat. "Mama nggak akan bisa tidur tenang saat melihat mu seperti ini"


"Maaf, Vira udah ngerepotin Mama" Kata Vira, "Nggak, Sayang. Ini udah tugas Mama ngerawat kamu, Vira nggak ngerepotin Mama sama sekali" Balas Tiara


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


Aileen, Ishita, Erlangga, Freya, Ethan, Tara, Rheta, Evan, Revan, dan Selena yang duduk di kursi roda karna paksaan dari sang suami tentunya masuk ke dalam ruangan Davira


"Kak Lena kok pake kursi roda?" Tanya Vira, "Kakak ipar mu nggak boleh banyak gerak dulu sama dokter" Jawab Tiara, dan Vira mengangguk paham


"Bagaimana, apa masih ada yang sakit" Tanya Ishita, "Kepalaku saja yang masih pusing, Nek" Jawab Vira


"Kamu pake motornya gimana sampe kecelakaan gitu" Tanya Revan menatap adiknya, "Biasa, nge-prank malaikat" Kata Vira santai langsung mendapatkan delikan dari sang Abang.