
Davira mengangguk sambil menerima kotak panjang tersebut, ia sebenarnya juga penasaran hadiah apa yang akan suaminya kasih kepada calon madu nya.
Takk
Kotak itu jatuh dari tangan Davira. "C–Chris, i–itu—"
Chris menumpukan kedua lututnya di depan Davira yang duduk di tepi ranjang, tangannya mengulur memungut kotak panjang tadi berserta isinya.
"Wanita yang akan memberikan ku anak ada di hadapan ku, dan ini buktinya" Ujar Chris memperlihatkan testp*ck bergaris dua yang ia temukan di tempat sampah kamar mandi
"T–tapi tadi pagi hasilnya garis satu, Chris" Balas Vira tak percaya, "Sepertinya kau tidak menunggunya lebih lama lagi, atau begini saja, kita periksa ke dokter" Kata Chris
"Bagaimana kalau tidak?" Ia benar-benar takut harapan Chris hancur dengan kenyataan, dirinya bisa melihat wajah bahagia suaminya yang begitu antusias dengan kehamilan nya.
"Bukan masalah."
❦
"Selamat, Tuan. Istri anda sekarang sedang hamil, usia kandungan nya kini berjalan minggu ke-lima" Ucap dokter wanita berjabat tangan dengan Chris
"Benarkah?"
"Benar, Tuan. Karena usia nya masih begitu muda dan rentan keguguran, jadi tolong di jaga dengan baik" Pesan sang dokter, diangguki senang oleh keduanya.
"Tapi, Dok. Kenapa istri saya tidak merasakan apapun? Apa itu normal?" Tanya Chris
"Kemungkinan ini disebabkan oleh tubuh Nyonya yang bisa beradaptasi dengan cepat dengan kenaikan hormon kehamilan. Justru Nyonya bisa dibilang termasuk dalam kelompok ibu hamil yang tubuhnya kuat dalam menghadapi perubahan pada kehamilan" Jelas sang dokter.
Di perjalanan pulang, Chris dan Davira tak berhenti untuk tersenyum. Penantian mereka selama 4 tahun kini berbuah manis.
"Aku bahagia, Chris. Akhirnya kita akan menjadi orang tua, malaikat kecil kita sudah hadir disini" Ucap Vira mengelus perut datarnya, "Ya, kesabaran kita selama ini berbuah manis. Tuhan selalu memberikan sesuatu di waktu yang tepat" Lanjut Chris bahagia.
Tidak sampai 5 menit Chris Davira menunggu, semuanya sudah berkumpul sesuai arahan dari Davira.
"Vira, sebenarnya ada apa? Kenapa kita semua di kumpulan disini" Tanya Tiara penasaran, Davira melirik Chris sebentar sebelum ia memperlihatkan hasil USG nya. "Vira hamil!!!"
"Astaga! Beneran!?" Tiara mendekat diikuti yang lain.
Davira mengangguk. Dengan perasaan bahagia, Tiara langsung memeluk putrinya. "Selamat, Sayang. Mama bahagia dengernya"
"Makasih, Mah"
"Wih, ada calon bapak baru nih" Ledek Revan memeluk sekilas tubuh tegap Chris. "Selamat untukmu"
"Makasih, Bang" Balas Chris tersenyum, lalu bergantian dengan Evan yang memberi selamat pada menantunya.
Davira yang sedang bersandar di kepala ranjang tertawa renyah melihat suaminya terus memeluk dan mengusap perutnya.
"Cepatlah besar, Papa nggak sabar ingin bermain denganmu. Kamu tau, Papa sama Mama sudah menunggu mu begitu lama ada di dalam sini. Terimakasih sudah hadir" Ungkap Chris diakhiri dengan kecupan singkat di perut datar Davira yang tidak tertutup apapun
Davira tersenyum haru melihat Chris yang begitu bahagia, ia tidak pernah melihat Chris sebahagia ini. Dengan gerakan lembut ia menyugar rambut sang suami.
"Baru kali ini aku melihatmu sebahagia ini, Chris" Ucap Vira menatap lekat wajah Chris, "He'em. Aku sangat bahagia, tapi tak sebahagia saat aku berhasil mendapatkan mu" Kata Chris menggombal
"Cih."
...^^^TAMAT^^^...
👤 : "Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada para readers yang mau nyempetin waktu buat baca cerita ini"