
Kini Selena tengak asik memakan mangga muda di depan tv, keasikan nya sedikit terganggu ketika salah seorang pelayan menghampiri nya
"Permisi, Nyonya. Saya cuma mau ngasih tau kalau nyonya besar baru saja sampai disini" Ucapnya
"Suruh mereka masuk, Bi. Aku akan menunggu disini" Balas Selena, pelayan itu mengangguk lalu pamit
"Lena" Selena menoleh sambil meletakkan piring berisi mangga muda tersebut di atas meja, lalu menghampiri Ibu dan Ibu mertuanya
"Mama kesini kok nggak bilang-bilang" Ujar Selena mencium punggung tangan kedua wanita itu secara bergantian, "Iseng aja, kamu lagi ngapain" Tanya Olivia
"Nonton tv" Jawab Selena menggiring mereka berdua duduk di sofa
"Itu apa, Lena" Tanya Tiara, "Mangga muda, nggak tau aja Lena tiba-tiba pengen" Jawab Selena
Wajah bingung mereka seketika berubah dengan wajah senang, Tiara menatap Olivia lalu mengangguk
"Kamu ngerasa pusing atau mual" Tanya Olivia, "Heem, mungkin masuk angin" Jawab Selena santai tanpa menaruh curiga apapun, ia sibuk memakan santapan nya tadi
Merasa di perhatian, Selena memalingkan wajahnya menatap dua wanita yang duduk tak jauh darinya.
"Kenapa? Ada yang salah" Tanya Selena, "Nggak papa, lanjutin aja" Jawab Tiara cepat
Selena beranjak dari duduknya, tapi saat hendak pergi kedua ibu itu menahannya
"Mau kemana?"
"Ke dapur, mau naruh piring" Jawab Selena sambil mengunyah mangga muda terakhirnya, "Biar Mama aja, kamu duduk disini" Larang Olivia
"Cuma naruh piring, Mama duduk aja disini" Kata Selena, "Nurut aja, mending kamu siap-siap" Sahut Tiara
"Siap-siap? Mau kemana"
"Anak ini, di bilang nurut aja. Nanti kamu tau sendiri" Geram Olivia menarik pelan hidung putrinya
"Baiklah."
Dahi Selena mengerut ketika kedua ibunya membawanya ke rumah sakit
"Kita mau ngapain ke rumah sakit? Ada yang sakit" Tanya Selena bingung, "Nggak ada, kita kesini cuma mau main" Balas Olivia
Tiara pamit untuk menelfon dokter yang ia butuhkan, karna ini sudah malam pasti dokter itu ada di rumah
^^^"Selamat malam"^^^
"Malam, Nyonya. Ada yang bisa saya bantu"
^^^"Cepat ke rumah sakit sekarang, saya sangat membutuhkan anda"^^^
"Tapi—"
^^^"Kalau kamu datang sekarang, gaji kamu saya naikkin tiga kali lipat. Bagaimana?"^^^
"B–baiklah, saya akan segera kesana."
Sedangkan di sebuah kamar, seorang wanita terpaksa meninggalkan suaminya yang sekarang sedang menuju puncaknya
"Mih, masa kamu tega ninggalin aku kayak gini" Rengek nya, "Nggak ada pilihan lagi, nyonya Fabian udah manggil. Lumayan gaji Mami di naikkin tiga kali lipat, kalau Mami kesana" Jawab nya
"Yasudah" Dalam hati, laki-laki itu sudah mengabsen nama-nama hewan yang berada di kebun binatang.
Dirumah sakit, Selena tetap diam dan mengikuti apa yang Olivia dan Tiara katakan. Toh percuma juga ia bertanya
"Maaf, Nyonya. Saya sedikit terlambat" Ucapnya, dia adalah dokter yang tadi Tiara telfon untuk segera datang
"Tidak masalah, bisa tolong periksa menantu saya?" Dokter itu mengangguk
"Mah, tapi ini—"
"Udah, ayo kita masuk" Potong Olivia merangkul bahu Selena dan membawanya masuk
Setelah sesi tanya jawab selesai, Dokter tersebut meminta Selena untuk berbaring dan mulai melakukan pemeriksaan
"Bagaimana, Dokter" Tanya Olivia saat Dokter tadi sudah selesai memeriksa putrinya, "Ya, putri kalian sekarang sedang mengandung. Usia kandungan sudah menginjak minggu ke empat" Ujarnya tersenyum.
***
"Awasi mereka terus dan jangan sampai kecolongan!" Tegas seseorang yang duduk di kegelapan, "Kenapa kita tidak menyingkirkan nya saja, kenapa harus menunggu" Balas seorang pria yang duduknya tak jauh dari orang tadi
"Permainan tidak akan seru jika tidak ada aksi, lakukan tugasmu dengan benar" Ucapnya lagi
"He'em."
Selena tersenyum cerah setelah pulang dari rumah sakit, ia masuk ke dalam kamar dan segera menghubungi Revan untuk memberitahukan kabar gembira tersebut
^^^"Revan!"^^^
"Waalaikumsalam"
^^^"Hehe, assalamu'alaikum"^^^
"Waalaikumsalam"
"Ada apa? Seperti nya kau sangat bahagia"
^^^Selena mengangguk cepat. "Cepat ganti layar vidio-call mu dengan layar yang lebih besar, tidak akan seru kalau kamu melihatnya lewat layar ponsel"^^^
"Kenapa?"
^^^"Lakukan saja, aku ingin menunjukkan sesuatu"^^^
Pria itu mengangguk lalu mengalihkan vidio-call tadi ke layar tv LED yang mempunyai tinggi 60 inch
"Sekarang tunjukkan"
Selena mengambil foto USG tadi, lalu menyobek sebuah kertas dan menulis sesuatu di sana. Tak lama ia memperlihatkannya ke Revan
Terlihat jelas wajah kaget Revan setelah melihat tulisan 'you will be a father' beserta foto USG yang di tunjukkan istrinya
"L–lena, kau serius? Itu beneran?"
^^^Selena mengangguk. "Dia sudah hadir kembali"^^^
Revan mengusap sedikit kasar air matanya yang mulai turun. "Terimakasih. Aku akan segera menyelesaikan masalah ku disini, dan kembali pulang"
^^^"Selesaikan dengan tenang, jangan terburu-buru. Aku baik-baik saja disini."^^^
»»——⍟——««
👤 : "Author cepetin dikit ceritanya, okey"