
Dengan senyum ceria alisha memasuki gerbang kampus nya, ia tidak mau sahabat-sahabat nya mengetahui bahwa dirinya terluka, sebisa mungkin ia akan terlihat baik-baik saja dihadapan semua orang.
"Alisha" panggil bu Ruri
Alisha berhenti menunggu ibu Ruri, ia menatap bingung bu Ruri setahunya ia tidak pernah memiliki urusan dengan guru semester Lima itu.
"Ada yang bisa saya bantu Bu?" tanya nya saat melihat Bu Ruri yang diam saja
"Kamu jalan nya cepat sekali, perasaan tadi masih didepan kurikulum sekarang sudah sampai ujung saja" ucapnya
Alisha tersenyum kikuk yang tampak menggemaskan
"Maaf Bu, ada yang bisa saya bantu?"
"Tolong ambilkan buku di ruang kurikulum, terus nanti antar ke perpustakaan ya?" pinta bu Ruri
Alisha mengangguk memberikan jawaban, lalu setelah itu bu Ruri pamit pergi
Alisha kembali menuju kurikulum, namun langkah nya terhenti saat ia melihat Regan dan Elisa, pasangan romantis di kampus ini
"Tunggu!"
Deg "kenapa Regan memanggil ku?"
Dengan ragu Alisha mendekati Regan dan Elisa, ia tidak berani menatap mata tajam milik Regan yang terlihat mengintimidasi nya.
"Ada apa kak?" tanya Alisha gugup
"Ini milikmu?" ucap Regan memperlihatkan kalung dengan liontin bulan
Alisha meraba lehernya, ia mengangguk membenarkan bahwa itu kalung nya
"Kenapa bisa ada di kakak?"
"Kemarin jatuh dikelas gue waktu lo bercanda sama temen Lo" ucap Regan dengan suara dingin nya
"T..terimakasih kak" cicit alisha
Elisa menahan senyum nya saat melihat Alisha yang ketakutan berbicara dengan Regan, ia menatap luka memar ditubuh alisha membuat hati nya tercubit
"Maaf kan aku alisha" batin Elisa
"Regan, kamu jangan kaya gitu kasihan anak orang takut sama kamu" ucap Elisa seraya mengusap pipi Regan
"Tidak papa, yang penting tidak dengan mu bukan?" Menatap Elisa penuh cinta
Elisa terkekeh mendengar itu, lalu ia menggema tangan Regan, kejadian itu disaksikan oleh para murid disana membuat mereka memekik iri
Pasangan yang cocok, Regan yang tampan dan Elisa yang cantik, ah rasanya mereka ingin menjadi Elisa
"*Kenapa hanya Elisa yang dipuja? aku juga ingin, ma, pa, kak, aku juga ingin diperhatikan bukan hanya kak Elisa saja" batin alisha
"aku tau dia sakit, tapi rasanya aku lebih sakit jika kalian perlakuan seperti ini, 17 tahun hidup dalam penderita, miris" batin alisha tersenyum kecut*
.
.
.
Setelah pulang sekolah, alisha melakukan tugas nya untuk menyeterika baju semua anggota keluarga di kediaman Aldebaran, meski memiliki banyak pembantu tapi tugas itu sudah ditetapkan untuk Alisha
Tanpa makan ataupun ganti baju, alisha harus melakukan semua pekerjaan itu ia bahkan tidak boleh makan sampai semua pekerjaan nya selesai.
"Non, makan dulu ya" pinta bi Ida
"Nanti saja Bi, alisha tadi di kampus sudah makan banyak" jawab alisha seraya tersenyum
Bi Ida menatap kasihan nona muda nya ini, dari kecil alisha diperlakukan tidak adil oleh semua anggota keluarga ini, bahkan beberapa kali mereka hampir membunuh nona muda yang baik hati ini
"Alisha" Suara dingin Arga menyapa Indra pendengaran Alisha membuat langkah gadis cantik itu terhenti
"K..kenapa kak?" Jawab alisha seraya menunduk
"Temui saya setelah kamu selesai makan"
"B..baik kak"
Arga segera berlalu menuju ruang kerjanya, sedangkan Alisha buru-buru ke ruang makan agar makan nya cepat selesai
.
.
.......
Tok Tok Tok
Setelah mendapatkan jawaban dari Arga , alisha segera masuk kedalam ruang kerja Arga
"Duduk" titah Arga
Alisha pun menuruti ucapan Arga dengan hati yang bertanya-tanya ada apa sebenarnya ini?
"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Arga membuat alisha terperangah pasalnya lelaki dihadapan nya ini tidak pernah bertanya seperti itu, yang ia tau hanya Elisa lah yang bisa membuat Arga tersenyum
"Jangan terlalu percaya diri, saya bertanya seperti itu karena sebentar lagi Elisa akan cuci darah" ucap Arga
Deg
Perasaan bahagia yang tadi dirasakan oleh alisha mendadak digantikan rasa sesak, alisha tersenyum kecut karena terlalu banyak berharap diperlakukan layaknya seorang ratu di rumah ini
"B..baik kak" jawab alisha berusaha untuk tegar
"Ya! memang harus, kamu masih dibutuhkan disini untuk membantu Elisa hidup"
"Sudah sana pergi" usir Arga
Alisha mengangguk dan segera pergi tak lupa ia memberikan senyuman manis nya untuk Arga ,membuat lelaki itu mengalihkan pandangannya
"Gadis bodoh" batin Arga
Arga mengingat semua perlakuan keluarga nya terhadap alisha ,dimana gadis itu selalu dianiaya namun ajaib nya alisha tidak pernah membenci keluarga nya
"Sebenarnya apa kesalahan alisha sampai ia dibenci seluruh keluarga ini?"batin Arga
Dikamar alisha, gadis itu menangis seperti rutinitas jika malam hari ia akan menangis dan siang hari ia akan tersenyum
"Lagi dan lagi aku yang jadi pendonor nya, tuhan kapan semua ini akan selesai?"
Elisa Aldebaran saudari kembar alisha itu memiliki penyakit Gagal Ginjal Kronis Stadium 5, sudah satu tahun belakangan ini alisha yang menjadi pendonor untuk Elisa bertahan hidup, darah yang ada ditubuh nya diambil untuk kehidupan elisa, alisha yakin jika tidak ada pendonor darah maka Elisa akan sudah tiada dari dulu.
"*Ya! ya mungkin selama ini mereka masih menampung ku karena Elisa membutuhkan ku, jika tidak mungkin aku sudah dibuang?"
"Bagaimana jika jantung ku lemah? dua Minggu kemarin aku harus dirawat karena aku sudah tidak kuat untuk mendonorkan darah ku*"
Ya! alisha sering keluar masuk rumah sakit karena tubuhnya yang sudah tidak kuat untuk mendonorkan darahnya, namun seolah tak ada semua keluarga tidak peduli dengan keadaan alisha mereka hanya peduli dengan Elisa.
..
..
..
Hai hai maaf ya kalau ih kurang memuaskan hehe