MARRIED BY MISTAKE

MARRIED BY MISTAKE
15



"Kamu mikirin apa, hm" Tanya Revan bergabung bersama Selena di atas ranjang, "Aku mikirin mama, Revan. Aku ngerasa bersalah karna nggak bisa ngasih mama cucu, mama keliatan banget pengen anak bayi. Mama juga tadi udah berharap kalau dia hamil" Jawab Selena menatap sang suami


"Lalu sekarang kamu mau gimana?"


"Ngasih mama cucu" Kata Selena pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Revan


"Tapi aku tidak akan melakukan nya" Jawab Revan, Selena menatap bingung pria di sampingnya. "Heem?"


"Aku nggak mau kamu ngelakuin ini hanya cuma pengen liat mama bahagia, sedangkan di hatimu masih membenci diriku. Aku akan melakukan nya jika kamu memang sudah benar-benar siap, dan hatimu mencintai ku sama seperti diriku yang mencintai mu" Ujar Revan menatap lekat kedua bola mata indah milik Selena


"Hm?"


"Heem, aku mencintaimu sejak kita masih kecil. Dulu aku tetap diam karna aku belum mengerti apa itu cinta. Tapi sekarang aku mengerti dan mengatakan nya kepadamu"


"Dan, aku menikahi dirimu bukan hanya untuk menebus kesalahan ku tetapi juga karna mencintaimu" Lanjut nya


"Lebih baik kamu istirahat, aku mau ke bawah main catur sama papa mertua" Revan beranjak pergi dari kamar.


Pagi hari, Selena sudah berada di dapur membantu para pelayan menyiapkan sarapan


"Awh!" Tanpa sengaja, tangan kanan Selena terkena wajan panas


"Nona, anda tidak papa" Tanya salah seorang pelayan, "Tidak, ini hanya luka kecil. Ayo kita lanjutkan lagi" Jawab Selena tersenyum


"Lebih baik Nona duduk saja, biar ini kamu yang menyelesaikannya" Katanya, "Tidak, aku akan membantu sampai selesai" Kekeh Selena


Pukul 05.52 semua masakan sudah tertata rapi di meja makan, Selena pamit ke kamar untuk membersihkan diri


"Pagi, semua" Sapa Selena bergabung di meja makan bersama yang lain


"Pagi"


"Tangan kamu kenapa, Lena. Kok merah" Tanya Olivia yang tidak sengaja melihat tangan putrinya yang memerah, "Tadi aku ikut buat sarapan, dan nggak sengaja kena wajannya. Tapi ini nggak papa kok, cuma luka kecil" Jawab Selena


"Kenapa nggak hati-hati" Ucap Revan memerhatikan tangan istrinya, "Jangan di pegang, perih" Rintih Selena


Revan meminta Selena duduk di sebelah kirinya agar ia lebih mudah menyuapi sang istri.


"Aku bisa sendiri" Tolak Selena, "Gimana? Baru di pegang aja udah bilang perih, buka mulutnya" Ledek Revan


Olivia dan Zafran tersenyum melihat tingkah mereka berdua.


"Udah nurut aja, lagian tangan kamu juga lagi sakit" Timpal Olivia, Selena mengangguk pasrah.


Selesai sarapan, Zafran dan Revan pamit pergi ke kantor. Kini ibu dan anak tersebut duduk santai di halaman rumah


"Bagaimana hubungan kalian? Apa semua baik-baik saja" Tanya Olivia, "Ya, semuanya baik-baik saja. Revan masih sama seperti Revan yang ku kenal dulu" Jawab Selena, "Hanya saja kadang dia terlalu berlebihan dengan ku" Lanjut nya diakhiri dengan kekehan


"Itu tandanya Revan sayang sama kamu" Imbuh Olivia, "Mm..bagaimana dengan perasaan mu kepada Revan? Apa kamu masih mencintanya sama seperti dulu"


Selena menatap sang Ibu. "Aku nggak tau, Mah. Setelah kejadian di hotel waktu itu, aku nggak ngerti lagi dengan perasaan ku sekarang"


"Mama, Lena" Kedua wanita tersebut menoleh dan melihat Revan berdiri tak jauh dari mereka


"Revan"


"Revan, kamu kok balik lagi" Tanya Selena was-was jika Revan mendengar percakapannya dengan Olivia, "Ada yang ketinggalan di kamar, makanya aku pulang" Jawab Revan, kemudian pamit masuk ke dalam


"Mah, gimana kalo Revan dengar tadi" Ucap Selena cemas, "Kenapa kamu cemas? Itu malah baik dong" Balas Olivia, Selena tak menjawab dan memilih menyusul Revan kedalam untuk memastikan kalau suaminya tak mendengar apapun


Selena masuk ke kamar. "Revan"


"Ya"


"Udah ketemu?" Revan mengangguk


"Revan, apa kamu tad—"


"Menurutmu?"


Revan mendekat menggiring Selena ke dinding, tangannya bertumpu di dinding mengurung Selena di depannya


"Re–Revan, ap—"


"Kenapa tidak mengatakannya dari awal? Kenapa kamu menyembunyikan perasaan mu? Apa yang kamu takut kan" Tanya Revan pelan dengan mata terus menatap wajah cantik Selena


"K–kau tadi hanya salah dengar, aku tidak ada perasaan apapun untukmu" Bantah Selena mendorong tubuh Revan agar menjauh darinya


"Aku tidak pernah mengatakan kalau kamu memiliki perasaan untukku, Lena" Balas Revan membuat Selena terdiam, "Kenapa kamu diam? Ada yang salah dengan ucapanku barusan"


"Lebih baik kamu kembali ke kantor, jangan lupakan tugasmu di sana"


Revan meraih pinggang Selena yang hendak keluar dari kamar. "Apa yang ku dengar tadi benar, Lena? Kau mencintai ku?"


Wanita itu memalingkan wajahnya. "Sudah ku katakan kalau kamu hanya salah dengar, lebih baik kamu kembali ke kantor"


"Tatap diriku dan katakan kalau kamu tidak pernah mencintaiku" Perintah Revan, Selena diam


"Ayo, Lena. Katakan kalau kamu tidak pernah mencintaiku, dan hanya ada kebencian di hatimu untukku"


"Lena—"


"Aku mencintaimu, Revan!! Tapi aku tidak ingin terlalu berharap kepadamu, karna kamu menikahi ku hanya untuk menebus kesalahanmu!"


"Kau tidak menganggap serius perkataan ku tadi malam, Lena?" Wanita itu mengangguk pelan


Kedua tangan Revan beralih memegang kedua pipi Selena. "Apa yang harus ku lakukan agar kamu percaya kalau aku memang benar-benar mencintaimu? Katakan saja, aku akan melakukannya agar kamu percaya dengan ucapanku semalam"


Selena merunduk pelan. "Jangan pernah pergi dariku" Lirih Selena memeluk erat tubuh tegap Revan.


...»»——⍟——««...