
Revan menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan. Pria itu masuk ke dalam ruang rawat Selena dan melihat sang istri sudah sadar
"Revan"
"Heem, ya"
Selena menatap suaminya. "Apa dia baik-baik saja, dia nggak papa kan?" Tanya Selena memegang perutnya
"L–Lena, itu..maksudku—"
"Katakan, apa dia baik-baik saja" Tanya Selena sekali lagi
Revan menggeleng pelan sebagai jawaban. "Karna benturan itu, k–kamu keguguran" Ucap Revan, "Jangan bercanda, Revan. Mah, Revan bercanda kan? Anakku baik-baik saja kan" Tanya Selena kepada Olivia
"Sayang, yang di katakan suamimu benar. Tuhan lebih sayang dengan anak kalian" Jawab Olivia memeluk putrinya, "Mama jangan ikut bercanda kayak Revan, nggak lucu" Bantah Selena melepas pelukan ibunya
Olivia menangkup kedua pipi Selena. "Lihat Mama, Lena. Apa Mama pernah berbohong kepadamu" Pertahanan Selena runtuh, air mata nya mengalir deras keluar dari matanya setelah mendengar perkataan sang ibu. Ia tau betul, jika ibunya tak pernah berbohong apapun kepadanya.
Olivia terus memeluk dan mengusap kepala putrinya, ia tau bagaimana rasanya kehilangan seorang anak yang bahkan belum pernah melihat dunia. Ia sudah beberapa kali mengalami keguguran setelah Selena lahir dan sekarang ia memutuskan hanya akan ada Selena di keluarga kecilnya
Maka dari itu, ia dan Zafran selalu menjaga dan memanjakan Selena tetapi masih dalam porsi yang seharusnya di berikan
"Kenapa bukan aku saja yang pergi, kenapa harus dia" Lirih Selena, "Jangan bicara seperti itu lagi, kamu sama Revan masih punya banyak kesempatan" Balas Olivia menenangkan putri semata wayang nya.
Sekarang hanya Revan yang menemani Selena, sedangkan yang lain harus pulang karna mereka masih ada pekerjaan dan akan kembali ke rumah sakit jika pekerjaan tersebut sudah selesai
"Makanlah ini agar cepat pulih, aku tau kamu udah nggak betah disini" Ucap Revan tersenyum sambil memberikan buah-buahan yang sudah ia kupas dan potong kecil-kecil
"Maafkan aku, maaf karna aku tidak bisa menjaga anak kita" Ucap Selena kembali menitikkan air mata nya, "Lupakan itu, ini semua bukan salahmu. Kalau keadaan bisa di kendalikan, kita semua termasuk kita berdua pasti nggak mau ini semua terjadi. Yang terjadi biarkanlah, kita jadikan ini sebagai pelajaran dan akan berhati-hati kedepannya" Ujar Revan menghapus air mata sang istri
"Terimakasih."
Selena sedang duduk melamun di balkon kamar nya setelah tiga hari di rawat di rumah sakit, tak peduli jika angin malam yang menghembus kencang mengenai dirinya
"Apa yang kamu lakukan disini, Lena. Ayo masuk, disini sangat dingin" Ajak Revan duduk di sebelah wanita itu, "Aku masih ingin disini, Revan" Balas Selena menatap bulan yang bersinar terang
Revan menarik istrinya dan menempatkan kepala Selena di dada bidangnya
"Ini memang tidak mudah untukmu, tapi cobalah untuk mengikhlaskan nya. Aku nggak mau kalau sampai kamu sakit karna kesedihan mu ini" Ujar Revan, "Beberapa waktu yang lalu kita baru saja mengetahui kalau ada malaikat kecil di dalam perutku, tapi tak butuh waktu lama dia pergi" Kata Selena pelan
"Heem, Tuhan nggak pernah ngasih ujian di luar batas kemampuan umatNya. Kita lewatin ini sama-sama, dan mulai fokus kedepannya" Ucap Revan.
Di tempat lain, Vira mengepalkan kedua tangan ketika melihat laporan tentang kejadian yang menimpa kakak ipar nya
Ia keluar dari kamar untuk menemui sang ayah yang berada di ruang keluarga bersama ibunya
"Ayah/Mama" Vira duduk di sofa single yang berada di sebrang sofa yang di tempati orang tuanya
"Kamu butuh sesuatu, Sayang" Tanya Tiara, "Heem? Aku ingin bertanya dan aku harap kalian menjawabnya dengan rinci" Ujar Vira dengan wajah serius
Mereka mengangguk, melihat wajah serius putri mereka membuat mereka paham pasti ada sesuatu hal yang ganjal atau tidak beres
"Anggara, apa kalian mengenal keluarga itu?" Tanya Vira
Evan dan Tiara saling pandang. "Kamu tau dar—"
"Jawab pertanyaan ku, Mah" Sela Vira
"Ya, kami mengenal keluarga itu" Kata Tiara, Vira mengangguk. "Apa hubungan keluarga kita dengan keluarga Anggara bermasalah?" Tanya Vira.
...✧༺⍟༻✧...
👤 : "Alur nggak jelas? Bodo amat. Nggak suka? Bodo amat. Kalian suka atau nggak nya itu urusan kalian"