MARRIED BY MISTAKE

MARRIED BY MISTAKE
EKTRA PART - 02



Di tengah malam, Revan belum bisa memejamkan matanya. Pandangan matanya terus mengarah ke seorang wanita yang sudah melahirkan putranya, dengan mata sembab wanita itu tertidur pulas.


Jari telunjuknya perlahan membelai wajah Selena, senyuman terbit di wajahnya melihat Selena tertidur dengan tenang.


Lama kelamaan Selena merasa ada berjalan di wajahnya, ia menggeliat kecil dan membuka matanya.


"Revan"


"Maaf mengganggu tidurmu" Ucap Revan mencium kening istrinya, "Kenapa belum tidur?" Tanya Selena dengan mata melirik ke arah jam dinding


"Nggak papa, ayo tidur lagi" Kata Revan, "Jangan bohong, ada masalah" Desak Selena, "Nggak ada, Sayang. Ayo tidur lagi" Revan menuntun kepala Selena agar bersandar di dada bidang nya


"Revan" Selena mendongakkan kepalanya menatap suaminya


"Hem"


"Devan, bagaimana kalau besok menanyakan Kendrick lagi? Lima tahun aku terus berbohong kepada-nya, apa sekarang aku harus melakukan nya lagi" Ucap Selena, "Kita ajak Devan bertemu dengan Kendrick besok, dan kita juga akan memberinya pengertian tentang keadaan sekarang" Balas Revan


"Tapi dia masih kecil"


"Tidak, Lena. Mau bagaimana pun Kendrick juga pernah berperan penting dalam hidup Devan sebelum aku kembali, dia sudah menjaga Devan walaupun itu semua ada maksud tersembunyi. Kita akan membawa Devan bertemu dengan Kendrick besok, lebih cepat dia tau itu lebih baik" Ujar Revan diangguki setuju oleh Selena, "Lebih baik kita tidur sekarang"


"No!"


"No? Apa lagi"


"Adik Devan" Bisik Selena lalu melancarkan aksinya.


Di pagi hari, sepasang suami-istri terusik dengan suara pekikan bocah enam tahun yang berada di depan pintu kamar mereka.


"Ayah! Buna! Ayo bangun!"


Selena segera mengenakan pakaian nya lalu berjalan membuka pintu.


"Anak Buna udah siap? Maaf, Buna bangun kesiangan" Ucap Selena mencium pipi gembul milik Devan, "Adek capek dari tadi teriak terus, kenapa buka pintunya lama sekali" Rajuk Devan mengerucut kan bibirnya


"Iya, maaf. Sekarang Adek ke meja makan dulu, sebentar lagi ayah sama Buna nyusul" Titah Selena


"Oke, Buna" Bocah itu berlari ke ruang makan sesuai perintah dari Ibunya.


"Kenapa belum mandi?" Tanya Selena masuk ke walk in closed menyiapkan keperluan Revan ke kantor, "Nungguin kamu" Jawab Revan memeluk Selena dari belakang


Selena mendelik ketika menyadari suaminya belum memakai apapun. "Revan, pakai bajumu!"


Bukannya menuruti, Revan malah semakin mempererat pelukannya. "Karya ku sungguh indah, lihatlah lehermu"


Wanita itu melotot lalu menyibak rambutnya. "Astaga, tadi Devan?" Selena menepuk jidatnya karena ceroboh


Revan tersenyum. "Biarkan saja, bukankah tadi malam kau yang memulainya?"


Wajah Selena memerah mengingat aksi liarnya tadi malam kepada sang suami.


"Buruan mandi, kasian Devan nunggu lama di meja makan" Tegur Selena mengalihkan pembicaraan, "Aku sendiri? Aku punya istri, jadi harus bedua" Dengan sigap Revan menggendong bridal wanitanya.


Selesai membersihkan diri, Revan dan Selena menghampiri putra mereka yang sudah menunggu di meja makan


"Selamat pagi" Sapa pasangan tersebut


"Pagi" Balas Devan malas, "Hey, kenapa wajah anak Buna di tekuk seperti ini?" Tanya Selena memegang dagu anak laki-laki nya


"Nggak tau" Bocah itu melenggang pergi dari sana.


Melihat putranya pergi, Selena segera menyusul nya ke kamar.


"Adek" Selena berjalan mendekati Devan yang duduk di atas karpet bulu sambil menonton kartun


"Maaf, tadi ayah sama Buna terlalu lama membuatmu menunggu" Ucap Selena memindahkan Devan kepangkuan nya lalu mendekap tubuh kecil itu


Devan tetap diam.


"Adek nggak mau maafin ayah sama Buna?" Tanya Selena, Devan menoleh. "Adek maafin kok, Buna"


Selena senang melihat senyum Devan kembali lagi untuknya, ia mencium gemas pipi putranya.


"Udah hampir jam tujuh, kita harus sarapan dengan cepat atau nanti akan terlambat" Kata Selena menggendong Devan


"Oke, Buna."