MARRIED BY MISTAKE

MARRIED BY MISTAKE
23



"Kamu kenapa, Ra. Dari tadi aku perhatiin kamu ngelamun terus, ada masalah? Coba cerita" Ujar Evan menatap bola mata Tiara, "Nggak papa, Kak. Mungkin aku cuma kecapean" Jawab Tiara tersenyum


"Kita udah hidup bersama selama bertahun-tahun, kamu nggak bisa boong gitu aja sama aku" Sambung Evan


Tiara menghela nafasnya, ia masih memikirkan noda darah di baju Vira tadi siang. Ada rasa ganjal di hatinya ketika mendengar jawaban dari anak bungsunya


"Tadi siang aku nggak sengaja liat noda darah di baju Vira" Ucap Tiara, "Darah? Mungkin dia lagi dapet tamu" Kata Evan


"Nggak mungkin, Kak. Noda itu ada di depan, dan aku juga tau betul kapan dia akan dapat tamu" Balas Tiara


"Waktu kamu tanya dia jawab apa?" Tanya Evan, "Katanya kemarin malam dia abis nolongin orang kecelakaan, tapi aku ngerasa ada yang aneh sama Vira" Jelas Tiara, "Nggak usah di pikirin, itu hanya perasaan mu saja" Balas Evan tersenyum, "Berfikirlah positif, nggak baik buat kesehatan kalau kamu terus mikir yang nggak-nggak."


"Revan, ayo katanya mau keluar" Ujar Selena dari ambang pintu, "Iya, sebentar. Lagi nyisir rambut, biar ganteng. Lumayan kalo ada yang kecantol satu" Kata Revan santai sambil menyisir rambut di depan cermin


"Dua juga boleh"


"Beneran?"


"Tapi aku pulang ke rumah papa mama" Ketus Selena melenggang pergi ke lantai dasar, Revan menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat kepergian istrinya. "Yang ada aku cincang sama mama. Kalo di liat mama emang lembut, tapi kalo udah marah nggak ada yang bisa ngehindar termasuk ayah" Kata Revan bermonolog


Setelah selesai, ia segera menyusul Selena yang berada di lantai dasar


"Ayo" Ajak Revan kepada Selena yang duduk sambil menonton tv, "Kamu aja sendiri, katanya mau gebet orang 'kan" Balas Selena cuek


Cup


Revan mencium pipi kiri Selena. "Nggak, Sayang. Tadi cuma bercanda, ayo"


Selena menggeleng dan merentangkan kedua tangannya, Revan paham lalu menggendong koala Selena


"Lena" Panggil Revan mulai menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumah


"Ya"


"Kamu nggak ada niatan buat berhenti bekerja? Bukannya aku ngelarang, tapi aku cuma khawatir aja sama kamu" Ujar Revan hati-hati takut Selena tersinggung, "Entahlah, kalau masalah itu aku masih belum memikirkan nya. Tapi kalau kamu mau berhenti nggak papa, aku akan berhenti" Balas Selena


"Nggak, aku mau kamu berhenti sesuai keinginan mu sendiri dan bukan dari perintah siapapun" Lanjut Revan


Sampai di sebuah restoran, mereka berdua turun dan melangkah masuk ke dalam. Revan mengajak Selena ke meja yang sudah ia pesan


Tiga waiters datang dan meletakkan pesanan ke meja Revan dan Selena, setelah itu mereka kembali bekerja


"Kamu yang ngerencanain ini?" Tanya Selena tersenyum hangat, "Ya, siapa lagi. Nggak mungkin Gibran yang menyiapkannya" Jawab Revan, "Kau suka?"


"He'em, terimakasih"


Mereka makan malam dengan tenang, tapi itu tak berlangsung lama ketika suara dering telfon Revan terdengar


"Siapa?"


"Mama"


^^^"Halo, Mah"^^^


"..."


^^^"Di luar sana Lena, ada apa?"^^^


"..."


^^^Uhukkk uhukkk^^^


^^^"Ha?"^^^


"..."


^^^"Baiklah, kami akan segera kesana."^^^


Di kediaman Kenneth, semua sedang berkumpul termasuk Ishita, Erlangga, dan Freya. Di mana Shakila? Dia ikut suaminya di negara K, pernikahannya dengan sang suami sudah berlangsung dua tahun dan sudah di karuniai seorang putri kecil yang masih berusia sebelas bulan.


"Bukannya udah Tara bilang kalo Mama harus rutin minum obat, kenapa nggak di dengerin" Omel Tara sedih melihat Aileen terbaring lemah di ranjang, "Mama jarang makan juga kan? Makanya badan Mama agar kurusan, Tiara juga udah bilang kalo Mama nggak usah mikir yang aneh-aneh. Mama tinggal nikmatin masa tua Mama, urusan yang lain biar kami yang urus"


Wanita lansia itu hanya tersenyum, ia bersyukur melihat kedua putrinya sangat perhatian dengannya


"Mereka benar, Aileen. Kesehatan itu penting, kau sangat beruntung mempunyai putri yang perhatian denganmu" Timpal Ishita


"Ya, bahkan mereka sangat overprotective"


"Itu harus" Sahut 2T bersamaan


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


"Oma kenapa?" Tanya Selena mendekati ranjang Aileen diikuti Revan di belakang, "Oma nggak papa, cuma telat minum obat" Jawab Tiara


"Revan"


"Oma nyebelin, kenapa bandel sih. Udah di bilang jangan sampai telat minum obat, apa lagi makan" Gerutu Revan duduk di tepi ranjang, "Kalau udah drop kayak gini siapa sedih? Kita"


"Iya, Oma minta maaf"


"Ini terakhir kalinya Oma drop karna alasan yang sama, lain kali Revan nggak mau maafin Oma kalau Oma kayak gini lagi" Ujar Revan


"Iya, sini" Pemuda itu memeluk sayang Aileen. Setelah kepergian Lio, tidak ada lagi semangat hidup Aileen. Tapi ia mencoba bertahan untuk anak dan cucunya yang selalu disisinya kapanpun ia membutuhkan mereka


"Revan sayang sama Oma"


"Oma juga sayang sama kamu, Nak."