
Hari ini alisha melakukan beberapa pemeriksaan sebelum mendonorkan darahnya untuk Elisa, serangkaian test alisha lakukan agar darah nya dengan sempurna bisa membuat Elisa bertahan hidup.
Seluruh keluarga Aldebaran selalu menyempatkan diri untuk menunggu elisa saat gadis itu mencuci darah.
.
.
.
Beberapa jam kemudian semua sudah selesai, alisha berisitirahat di kantin rumah sakit, ia melihat seluruh keluarga nya sudah mengerubungi ruangan Elisa dan lagi-lagi hal itu membuat hati nya tercubit.
"Ngapain lo disini?" tanya regan yang sudah duduk di hadapannya
Alisha tersentak kaget melihat kehadiran Regan "R..Regan kamu ngapain disini?" tanya nya gugup
Raut wajah Regan Langung berubah sendu mendengar pertanyaan alisha "Cewek gue masuk rumah sakit, Lo tau Elisa kan?" jawab Regan
"Loh? Elisa sakit apa?" tanya alisha pura-pura terkejut
"Penyakit bawaan, hari ini waktunya dia cuci darah"
"Lo ngapain kesini?" tanya Regan lagi
"Ah aku? tadi ada nenek-nenek kecelakaan terus butuh donor darah, golongan darah kita sama jadi aku habis donor darah" jawab alisha kikuk
Regan tersenyum mendengar itu, rumor bahwa alisha gadis misterius namun baik hati ternyata benar, sedikit Regan tau tentang gadis itu dan Regan membuktikan nya sekarang
"Baik banget Lo"
"Sesama manusia kan harus saling membantu"
"Lo takut ya sama gue? kata Elisa gitu" tanya Regan
Alisha mengangguk jujur membuat Regan terkekeh pelan, memang dirinya semenakutkan itu?
Drtt..drt..drt..
"Gue duluan ya, papa Elisa udah telfon gue" pamit Regan seraya beranjak pergi
Melihat Regan pergi barulah alisha bernafas lega, ia pun segera pergi dari disitu, bisa menjadi masalah besar jika ia ketahuan masih disitu apalagi jika ada yang melihat ia duduk dengan Regan, bisa celaka.
****
Alisha terkejut saat sebuah mobil berhenti di depan nya dengan tiba-tiba, ia lebih terkejut saat pemilik mobil itu keluar.
"Kak Arga" batin alisha takut
"Bagus ya, udah tau pacar milik saudara nya masih berusaha buat di rebut juga, murahan banget kamu!" Ucap Arga dengan mencengkram lengan alisha
Gadis itu memejamkan matanya mendengar ucapan Arga yang begitu menyakitkan, Murahan kata-kata yang terus terngiang-ngiang di pikiran nya, serendah itukan dirinya di hadapan keluarga nya? tak bisakah mereka melihat dirinya lebih dulu sebelum menilai nya? pikir Alisha
"K..kak sakit" rintih Alisha
Namun itu Arga! ia tidak akan pernah melepaskan lawannya sebelum lawannya tumbang, dengan kasar Arga membenturkan kepala alisha di tembok lorong rumah sakit itu, beruntung lorong itu sepi jadi Arga bisa menyiksa alisha dengan sesuka hati nya
Melihat alisha yang sudah tidak sadarkan diri barulah Arga melepaskan tubuh gadis itu, Arga tersenyum puas lalu meninggalkan alisha yang sudah tergeletak.
.
.
.
Pasangan paruh baya melewati lorong rumah sakit itu, kedua orang itu adalah Tuan dan Nyonya Alister, mereka berencana untuk menjenguk calon menantu mereka yakni Elisa Aldebaran. Ya! memang sudah sejauh itu hubungan keduanya bahkan seluruh keluarga Alister pun menyetujui hubungan mereka berdua
Dengan cepat tuan dan nyonya Alister itupun langsung membawa gadis itu keruang IGD.
"Bagaimana ma? mau kita tinggal atau?" tanya tuan Danu kepada sang istri, karena tujuan mereka kemari tadi untuk melihat kekasih sang putra sulung mereka
Nyonya Maria pun dengan tegas menggeleng, calon menantunya sudah banyak yang menjaga sedangkan gadis yang mereka temui tadi tak ada yang tahu identitas nya, dan mereka juga belum bisa menghubungi sanak saudara gadis itu.
"Tidak pa, kapan-kapan kita bisa mendatangi Elisa mama ingin menemani gadis itu" Jawab nyonya Maria dengan mata yang selalu menatap ruangan IGD
Tuan Danu pun hanya diam mengangguk, karena sejujurnya ia juga kasihan dengan gadis itu, gadis malang pikir tuan Danu
.
.
.
Ceklek
"Ma, mama tidak papa?" tanya Regan yang terlihat khawatir
"Bukan mama yang sakit bang, ini tadi kita ketemu gadis cantik ini di lorong rumah sakit, dia kehilangan banyak darah tadi, beruntung rumah sakit ini punya stok darah yang sama" jelas nyonya Maria
Mata Regan menajam melihat keadaan alisha yang jauh dari kata baik-baik saja, padahal tadi waktu mereka bertemu gadis itu terlihat baik-baik saja bahkan mereka masih tersenyum bersama.
"Dia satu kampus sama Regan ma, namanya alisha" ungkap Regan setelah lama terdiam
"Syukurlah" nyonya Maria menghela nafas lega, setidaknya ada yang mengenal gadis ini
"Regan, coba hubungi keluarga nya minta ke guru pasti tau" pinta nyonya Maria.
"Dia gadis misterius ma, pihak sekolah bahkan gatau orang tua sama alamat tempat tinggal nya" jawab Regan jujur
Danu yang sejak tadi diam pun bingung harus bagaimana, ia kasihan namun bukankah lebih kasihan keluarga nya jika tidak ada yang tahu kondisi anaknya?
"Kita jaga dulu ma, nanti papa bantu cari nomor keluarganya" ucap tuan Danu dan dijawab anggukan oleh nyonya Maria
"Gimana keadaan Elisa bang?" tanya nyonya Maria
"Sudah lebih baik ma, dia sedang tidur"
"Syukurlah, maafin mama ya bang karena lebih milih jagain alisha, bukan maksud mama tidak mau menjenguk Elisa" jelas nyonya Maria dan Regan pun mengangguk jika ia di posisi sang mama pasti Regan akan melakukan seperti apa yang mama nya lakukan.
"Gadis misterius, kenapa gue jadi penasaran?"
"Kalau gitu regan keruangan Elisa dulu ya ma, nanti Regan kesini lagi"
"Iya, kabarin mama ya kalau ada apa-apa"
Regan mengangguk lalu beranjak pergi setelah sekilas ia menatap mata alisha yang masih terpejam karena obat tidur.
.
.
.......
......- Bersambung -......
Maaf ya kalau jelek wkwk ,visual nyusul nich tapi kalian berhak berimajinasi dengan visual yang kalian suka, papa yo~
Mohon dukungan kalian ya🙏