MARRIED BY MISTAKE

MARRIED BY MISTAKE
43



"Kalau kamu ada masalah, cerita sama Mama. Jangan di pendem sendiri" Ucap Olivia menggenggam tangan putrinya


"Nggak ada masalah, Mah. Hanya saja saat ini aku merindukan Revan, mau sampai kapan aku berbohong kepada Devan kalau ayahnya sedang bekerja. Walaupun Ken selalu ada buat Devan, ikatan antara Revan dan Devan nggak akan pernah hilang. Untuk saat ini mungkin Devan masih memercayai ucapan Ken kalau dia ayahnya, tapi itu tidak akan bisa berlangsung lama. Semakin hari Devan semakin pintar, dia perlahan akan memahami semuanya" Jelas Selena pelan seiring air mata yang mengalir


"Untuk saat ini, jangan mengatakan apapun dulu. Kita akan bicara dengan perlahan sama Devan, kita beri dia pengertian. Mama akan membantumu untuk ini" Kata Olivia merengkuh tubuh rapuh Selena


"Dan ya, tadi Ken datang ke rumah" Ucap Selena, "Bukankah itu sudah biasa, dia datang pasti ingin bertemu dengan Devan" Balas Olivia


"Bukan, dia datang ke rumah bukan untuk bertemu dengan Devan melainkan untuk melamar ku menjadi istrinya" Jelas Selena


"Lalu?"


"Aku menolaknya dengan alasan ingin fokus mengurus Devan" Kata Selena, "Aku tau dia pria baik, bahkan dia mau meluangkan waktunya untuk bertemu dengan Devan. Tapi kalau aku menerimanya, itu sama saja aku menyakiti Ken karna hatiku sepenuhnya masih ada Revan"


"Lakukan apa yang menurutmu baik, Mama akan mendukung apapun keputusan yang kamu ambil" Balas Olivia.


Di tempat lain, Davira menatap sinis lelaki di depannya


"Apa" Ketus lelaki itu yang menyadari tatapan sinis Davira, "Nggak, mending istirahat. Tenaga masih kek kucing begitu mau keluar" Ledek Vira


"Untung sayang" Lelaki itu beranjak pergi dari ruangan Davira, sebelum benar-benar menghilang dari balik pintu lelaki itu melempar gulungan kertas ke arah Davira


"Dasar" Umpat Davira kesal.


***


"Papa"


"Hai, Boy. Bagaimana kabarmu" Tanya Kendrick, "Baik, Papa dari mana" Tanya balik Devan


"Pulang kerja, ini Papa beliin Adek mainan" Jawab Kendrick menyerahkan sebuah mobil remot dan juga robot kontrol kepada Devan


"Ken, jangan terlalu memanjakan Devan. Aku jadi tidak enak denganmu" Timpal Selena, "Devan juga anakku, Nona. Tidak perlu sungkan" Kata Kendrick


"Terimakasih"


"Papa, malam ini Papa tidur di sini ya" Pinta Devan, Kendrick menatap ke arah Selena sebentar lalu kembali menatap Devan. "Untuk malam ini tidak dulu, Boy. Papa masih ada pekerjaan, mungkin lain kali" Jawab Kendrick


"Papa nggak mau tidur sama Adek sama Buna?" Tanya Devan lagi


"Adek, Papa masih ada pekerjaan. Nanti Adek tidur sama Buna aja ya" Sahut Selena tak enak dengan pembahasan putranya, "Nggak mau, Adek mau tidur sama Papa sama Buna" Tungkas Devan dengan mata yang mulai memerah menahan tangis


"Hey, apa jagoan Papa menangis? Baiklah, malam ini Papa tidur disini. Kau senang sekarang?" Devan mengangguk


Lagi-lagi, Selena hanya bisa menghela nafasnya. Ia melirik ke Olivia yang mengangguk.


"Ini sudah malam, lebih baik kita istirahat" Ucap Olivia, diangguki mereka bertiga.


Kendrick menggendong Devan masuk ke dalam kamar di susul Selena di belakang, wanita itu tidak menutup rapat pintu kamar karna tak ingin menimbulkan sesuatu yang seharusnya tidak muncul


"Sekarang Adek tidur, Papa sama Buna ada disini" Ucap Kendrick


"Buna" Panggil Devan melihat Selena masih berdiri dan enggan untuk ikut berbaring


"He'em, ya" Dengan ragu, Selena berbaring di sebelah Devan. Pertama kalinya ia satu ranjang dengan pria lain selain Revano dan juga Devano


"Ayo tidur" Kata Selena, seperti biasa Devan akan memeluk Selena dengan erat seakan tak ingin lepas.


Dengkuran halus pun terdengar, dan itu menandakan kalau Devan sudah tertidur. Selena dengan perlahan melepas pelukannya lalu berdiri


"Terimakasih dan maaf, karna Devan sudah membuang waktumu" Ucap Selena, "Tidak ada masalah, Nona. Selagi Devan bahagia, saya akan melakukan nya. Kalau begitu saya permisi, selamat malam" Urai Kendrick sebelum pergi


"Malam."