MARRIED BY MISTAKE

MARRIED BY MISTAKE
33



"Bagaimana dengan istri dan anak saya, Dok. Apa mereka baik-baik saja" Tanya Revan cemas


Tadi saat sedang duduk tenang di dekat jendela, Selena mengeluh perut nya keram dan juga merasa ada sesuatu yang keluar. Revan yang melihat noda darah di pahanya segera membawa Selena ke rumah sakit untuk di periksa.


"Nyonya dan bayinya baik-baik saja, Tuan. Hanya saja kandungan nyonya lemah, dan saya menyarankan agar nyonya tidak terlalu banyak fikiran dan juga beraktivitas. Dan mohon untuk menjaga emosi nyonya agar tetap stabil dan juga makan makanan yang bernutrisi"


"Baik, Dok."


Sepanjang lorong rumah sakit menuju ruang rawat Davira, Revan mendorong kursi roda yang di tempati Selena. Awalnya wanita itu menolak, tetapi dengan sedikit paksaan membuat Selena pasrah


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


"Revan, Lena kenapa? Kok pake kursi roda" Tanya Olivia mendekati pasangan yang baru saja masuk diikuti Catrin, Tara dan Tiara, "Ya, Revan. Kau apakan menantuku" Tambah Tiara menatap garang putranya


"Lena nggak papa, Mah. Tadi kita habis periksa dan kata dokter Lena nggak boleh banyak gerak" Jelas Revan, "Baringkan Lena di ranjang itu, biarkan dia istirahat" Perintah Tiara


Revan menuruti ucapan ibunya lalu menggendong bridal Selena menuju ke ranjang yang letaknya tak jauh dari brangkar Vira


"Bagaimana keadaan Vira, Mah. Apa ada perkembangan" Tanya Revan duduk di tepi brangkar adiknya, "Belum ada perubahan, entah siapa yang ia temui di sana sampai di begitu nyaman menutup matanya" Jawab Tiara menatap sendu putrinya


"Kalian udah makan? Kalau belum Revan pesenin" Tanya Revan, "Kami udah, tapi kalo Mama-mu kayaknya belum. Soalnya nggak ada bekas makanan disini" Jawab Catrin


"Revan keluar dulu beli makanan sama cemilan" Pamit Revan diangguki para wanita di sana kecuali Vira


Mama mohon bangun, Sayang. Mama menunggumu disini, mau sampai kapan kamu tidur. Pinta Tiara dalam hati.


Revan kembali ke ruangan Vira dengan membawa beberapa kantong plastik di kedua tangannya, ia membeli buah, cemilan, dan juga makan siang untuk mereka nanti


"Van, kamu beli apa aja. Banyak banget" Tanya Tiara, "Buah, cemilan, sama makan siang" Jawab Revan


"Aku mau cemilannya" Sahut Selena, "Kamu makan buah-buahan aja, ini aku udah beliin. Kamu nggak boleh makan snack dulu" Larang Revan


"Tapi aku pengen.."


Revan mengambil salah satu snack yang berada di kantong plastik tadi dan membuka nya. Sengaja ia membeli buah dan cemilan yang lumayan banyak, buah itu untuk Selena sesuai yang di sarankan dokter sedangkan cemilannya untuk para Ibu.


Revan sudah mengenal betul bagaimana ketiga ibu itu, walaupun usia mereka sudah tak muda lagi tetapi jiwa harus tetap muda.


***


Pukul empat pagi, Selena mengguncang tubuh suaminya yang masih tertidur pulas. Sebenarnya ia kasian membangunkan Revan pagi-pagi, tapi karna menginginkan sesuatu jadi terpaksa


"Eunghh...Lena, ada apa?" Tanya Revan mencoba mengumpulkan nyawanya, "Aku pengen nasi goreng, perutku lapar" Pinta Selena


"Heem, baiklah. Aku akan membuatnya" Selena mengangguk semangat lalu naik ke punggung Revan, "Lena, jangan ulangi hal itu lagi. Kalau jatuh gimana" Tegur Revan


"Iya, maaf"


Revan berjalan keluar dari kamar dengan hati-hati, ia mendudukkan Selena di kursi yang berada di meja makan


"Nasi goreng nya yang pedes" Ucap Selena, "Nanti perutmu sakit" Balas Revan, Selena menggeleng. "Pokoknya yang pedes"


Revan mengangguk lalu meracik bahan-bahan yang di perlukan, sebenarnya sudah ada bumbu instan tetapi Revan memilih meraciknya sendiri. Karna bumbu instan dengan racikan tangan rasanya akan berbeda


Selena memperhatikan dengan serius suaminya yang sibuk memasak, matanya semakin lama semakin berat sampai tak sadar ia tertidur dengan kepala menelungkup di atas meja makan


"Lena, mak—" Revan menggelengkan kepalanya lalu meletakkan sepiring nasi goreng di atas meja


"Lena, ayo bangun. Ini nasi goreng nya udah jadi" Ucap Revan mengusap lembut kepala Selena, Revan memindahkan Selena duduk di pangkuannya. "Lena"


Revan menghembuskan nafasnya pelan, kemudian menggendong bridal Selena masuk ke kamar


"Maaf, menunggu lama" Ucap Revan membaringkan Selena di tempat tidur, sebelum kembali keluar dari kamar ia menyempatkan mencium kening wanita itu


"Makan aja deh, nanti kalau Lena nyari tinggal bikinin lagi. Ada baik juga dia tidur, dia nggak jadi makan pedes walaupun nggak pedes-pedes amat gue bikinnya" Ucap Revan mulai memakan nasi goreng buatan nya tadi, selesai makan Revan memilih menonton tv karna matanya sudah tidak bisa di ajak tidur.