MARRIED BY MISTAKE

MARRIED BY MISTAKE
42



Seorang wanita berjalan menelusuri setiap sudut rumah mencari keberadaan putra semata wayang nya. Tingkah aktif sang anak membuatnya kadang kualahan untuk mengatasinya


"Bi, apa Bibi liat Devan" Tanya wanita tersebut yang tak lain adalah Selena aprilia


"Dia ada bersamaku, Nona" Sahut seseorang dari arah pintu, Selena tersenyum lega melihat putranya baik-baik saja


"Ken? Bagaimana bisa Devan ada bersamamu" Tanya Selena mengambil alih Devan dari gendongan Kendrick, "Tadi waktu saya parkir mobil, saya lihat Devan sembunyi di belakang kursi taman depan rumah. Dia minta keluar gerbang saat ada penjual mainan lewat" Jelas Kendrick


"Maaf, Devan terus merepotkan mu" Ucap Selena, "Tidak sama sekali, saya malah senang bisa memanjakan dia" Balas Kendrick


Satu tahun belakang, hubungan Kendrick dan Devanobegitu dekat. Bahkan Devan memanggil lelaki itu dengan sebutan papa, dan Ken tidak masalah asal Devan senang


"Buna" Panggil bocah laki-laki itu. Devan selalu memanggil sang ibu dengan sebutan buna, bahkan sudah di ajari memanggil mama bocah tiga tahun itu tetap tidak ingin memanggil sang ibu dengan sebutan mama


"Ya, Adek mau sesuatu" Tanya Selena tersenyum


"Adek ngantuk, Buna" Selena lagi-lagi tersenyum, kemudian pamit ingin menidurkan Devan ke kamar. Sebelum itu, ia meminta pelayan untuk menyuguhkan secangkir kopi untuk Kendrick


Karna Devan sudah sangat mengantuk, jadi tidak butuh waktu lama untuk menidurkan nya. Setelah memastikan Devan benar-benar tertidur, Selena keluar dari kamar menemui Kendrick yang berada di ruang tamu


"Maaf, menunggu lama" Ucap Selena duduk di sofa single jauh dari Kendrick duduk, "Tidak, santai saja" Balas Kendrick


"Bagaimana dengan pencarian tentang adikmu, apa sudah ada titik terang" Tanya Selena, "Belum, sangat susah bahkan saya hampir menyerah" Jawab Kendrick


"Bagaimana bisa seperti itu? Dia adikmu"


"Ya, itu benar. Bahkan di dunia ini hanya dia keluarga saya" Tambah Kendrick


"Ohya, kamu kesini mau ketemu sama Devan atau ada maksud lain?" Tanya Selena yang melihat wajah Kendrick yang tiba-tiba sedikit ragu


"I–itu, sa–saya—"


"Kau baik-baik saja?" Tanya Selena


Kendrick menghembuskan nafasnya pelan lalu menatap Selena dengan serius. "Saya ingin melamar anda menjadi istri saya" Ucap Kendrick mengeluarkan sebuah kotak merah dari sakunya


"Kenapa?"


"Tidak, aku yakin sekarang kamu sedang bercanda. Mana mungkin pria seperti mu ingin menikahi janda seperti ku. Bahkan aku sudah mempunyai anak, di luaran sana masih ada wanita yang lebih menarik dariku" Ujar Selena, "Apa wajah saya terlihat sedang bercanda, Nona?" Tanya Kendrick membuat Selena menatap serius kembali pria itu


"Maaf, tapi aku belum berfikir untuk menikah lagi. Aku hanya ingin fokus mengurus Devan" Jawab Selena menolak halus, "Baiklah, tidak masalah. Tapi apa saya masih boleh bertemu dengannya, Nona" Tanya Kendrick


"Tentu, aku tidak akan melarang."


Setelah kepulangan Kendrick, Selena kembali ke kamar. Ia duduk di tepi ranjang mengamati wajah damai putra semata wayang nya


Ia menunduk menatap cincin yang masih melingkar di manisnya.


"Aku merindukan mu, Revan. Apa kau sudah bahagia disana? Putra kita sudah tumbuh besar, dia persis seperti mu. Kadang tingkahnya yang terlalu aktif membuatku sedikit kelelahan mengatasinya" Ucap Selena terkekeh pelan


"Buna"


Dengan segera Selena menghapus air mata nya yang mulai turun dan mengganti nya dengan senyuman


"Ya, maaf Buna mengganggu tidurmu" Kata Selena mengusap pelan kepala Devan, "Buna nangis? Apa Adek nakal?" Tanyanya dengan wajah polos


"Nggak, Sayang. Adekan anak pinter, dan Buna nggak nangis. Tadi Buna nggak sengaja kena debu, jadi gini" Kilah Selena


"Buna, Adek mau ketemu nenek" Pinta Devan, "Nenek? Baiklah, nanti kita kesana. Sekarang Adek mandi, Buna bantu" Anak laki-laki itu mengangguk semangat.


"Nenek!" Devan berlari masuk ke dalam rumah orang tua Selena


"Hai, tampan. Di mana buna-mu" Tanya Olivia menangkap Devan ke gendongan nya


"Aku disini, Mah" Timpal Selena mencium punggung tangan Olivia, "Nenek, tadi Buna nangis kayak Adek" Adu Devan


"Nangis?" Olivia beralih menatap Selena yang tersenyum samar