
Keluarga Kenneth dan Fabian, sekarang berada di ruang rawat Davira. Pintu ruangan itu terbuka menampilkan Chris dengan baju serba hitam
"Siang, Tuan/Nyonya"
"Siang"
"Nyonya Tiara, boleh saya mengatakan sesuatu? Ini menyangkut Ira" Ijin Chris, "Katakan yang ingin kau sampaikan" Balas Tiara tanpa mengalihkan pandangannya dari Vira yang terbaring
"Sebelum sampai di rumah sakit, Ira mengatakan kepada saya kalau dia tidak membuka matanya dia ingin meminta maaf terutama kepada anda, Nyonya Tiara" Ucap Chris
"Apa yang kau katakan?!"
"Ra, tenang. Dia hanya menyampaikan apa yang Vira katakan" Kata Evan mengusap bahu istrinya, "Ada lagi?"
"Tidak ada, begitu saya permisi" Chris berlalu pergi dari sana meninggalkan keluarga itu.
"Kenapa dia pandai sekali membuatku terkejut, Kak. Belum genap dua puluh empat jam, dia sudah dua kali membuat ku terkejut" Lirih Tiara yang menangis di pelukan suaminya, "Vira akan baik-baik saja" Ucap Evan.
Sekarang Selena berada di taman yang berada di rumah sakit sambil menatap ponselnya
"Apa aku kasih tau Revan aja, ya? Tapi–ash...kenapa semuanya jadi seperti ini" Resah Selena
"Bolehkah saya duduk, Nona" Pinta seseorang, Selena menoleh dan melihat seorang pria dengan style kantornya
"Silahkan, Tuan" Balas Selena menggeser tubuhnya membuat jarak, "Terimakasih" Ucapnya tersenyum tipis, "Apa yang anda lakukan disini sendirian?" Tanyanya
"Mencari udara, lalu anda?"
"Saya baru saja ingin menjenguk adik saya" Jawabnya, "Kenapa tidak menjenguknya sekarang, habiskan waktu berharga anda dengannya" Kata Selena
"Itu memang benar, tapi ada sesuatu yang membuat saya lebih tertarik sampai menyamping kan adik saya" Jawabnya
"Maksudnya?"
"Lupakan itu, kalau tidak keberatan apa saya boleh tau nama anda?" Ucapnya mengulurkan tangan
"Selena" Wanita itu menerima uluran tangan pria di sampingnya
"Kendrick."
***
"Kau di mana, Lena. Seperti itu bukan di rumah"
^^^"Itu–Revan, a–aku—"^^^
"Lena, katakan dan jangan coba berbohong"
^^^Selena menghembuskan nafasnya pelan. "Aku ada di rumah sakit"^^^
"Rumah sakit? Kamu nggak papa kan, Lena. Aku akan pulang sekarang"
^^^"Revan dengerin dulu. Aku nggak papa, kamu jangan khawatir. Tapi—"^^^
"Tapi apa?"
"Kenapa tidak ada yang menghubungi ku?"
^^^"Maaf"^^^
"Hufft...bagaimana keadaannya sekarang"
^^^"Belum ada perubahan"^^^
"Besok aku akan pulang, malam ini aku akan menyelesaikan semuanya"
^^^"Tap—" Belum selesai Selena bicara, Revan sudah memutuskan sambungan telepon nya. ^^^
Sambungan telepon terputus, Selena beranjak dari sana menuju ke ruangan adik ipar nya
"Lena, kamu dari mana?" Tanya Olivia yang datang bersama Zafran, Manaf, dan juga Catrin
"Nyari udara di luar, Mah. Kalian kapan datangnya" Tanya balik Selena mencium punggung tangan para orang tua lalu duduk di sebelah Tiara
"Baru aja sampe" Jawab Zafran.
***
Pagi-pagi sekali, Selena merasa ada sesuatu yang melingkar di perutnya. Wanita itu kekeh ingin menginap di rumah sakit agar bisa menggantikan Tiara menjaga Vira, jadi Evan meminta pihak rumah sakit menyiapkan satu ranjang lagi dan di letakkan satu ruangan dengan Vira
Ia menoleh dan melihat Revan tertidur pulas di samping nya, ia tersenyum dan tangannya mengulur mengusap rahang tegas milik suaminya
Tapi tak lama, ia merasa mual. Tidak mengingat kalau tangan Revan masih memeluknya, dengan cepat ia turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi
Hempasan cukup kencang di tangannya membuat Revan terbangun, samar-samar ia mendengar suara mualan dari kamar mandi
"Lena, kau baik-baik saja" Tanya Revan mengetuk pelan pintu kamar mandi agar tidak mengangguk orang tuanya yang masih tertidur, "Lena"
Ceklek
"L–Lena" Dengan sigap, Revan menopang tubuh Selena yang lemas. Pemuda itu menggendong bridal Selena dan membawanya kembali ke brangkar
Revan mengambilkan sebotol air mineral untuk Selena dan tak lupa menggunakan sedotan agar Selena mudah meminumnya
"Minum dulu" Selena menggeleng
"Tidur lagi aja, biar enakan" Ucap Revan, "Udah nggak ngantuk" Kata Selena menatap wajah Revan
"Revan? Kapan kamu pulang" Tanya Tiara menghampiri pasangan itu, "Tadi jam dua, Mah" Jawab Revan menyalami tangan ibunya
"Terus Lena kenapa?"
"Biasa, tadi abis mual. Jadi lemes" Kata Revan dan Tiara mengangguk paham, "Ini masih terlalu pagi, kalian tidur lagi aja" Tambah Tiara
"Iya, terus Mama ngapain bangun?" Tanya Revan
"Nggak papa. Mama mau nemenin Vira, kalian tidur lagi aja" Tiara melangkah pergi meninggalkan putra dan menantunya.