
BUAT KALIAN YANG HOBI REBAHAN DAN GA ADA PENGHASILAN, KALIAN BISA CEK IG AUTHOR @_imrsya.
SELAMAT MENCOBA!!
☆
Anggota keluarga Kenneth, Fabian, Auriga, Mahatama sekarang duduk bersama di ruang tamu menunggu penjelasan dari Davira.
"Jelaskan sekarang" Evan mulai membuka suara
"Seperti yang ku katakan tadi, aku menculik Kendra adiknya Kendrick untuk menggantikan Bang Revan di kecelakaan itu. Aku membawa salah satu anak buah kepercayaan Kendrick dan membayarnya untuk membocorkan semua rencana Kendrick, dan ternyata nggak sia-sia aku ngeluarin uang banyak untuk ini"
"Alasan kenapa waktu Kakak ipar melahirkan aku datang terlambat adalah karna aku harus mengurus Bang Revan yang koma di markas, hampir satu tahun lamanya Bang Revan terbaring lemah di sana. Aku sudah melakukan apapun agar Bang Revan tetap hidup, bahkan kalaupun harus mengganti jantungnya akan aku carikan saat itu. Walaupun dia menyebalkan, tapi aku tidak akan membiarkan nya pergi begitu saja" Vira terkekeh pelan
"Dan berkat Chris, bebanku berkurang. Dia memantau Kakak ipar dan Devan, sedangkan aku memantau kesehatan Bang Revan di sana"
"Dan juga baru kali ini Vira memuji kekasihnya" Celetuk Revan
"Kekasih?"
Revan tersenyum melihat sang adik yang mendeliki nya. "Iya, Mah. Chris sama Vira itu pasangan kekasih. Tapi baru kali ini Vira memuji Chris"
"Vira?"
Vira mengangguk pasrah, mau mengelak juga nggak ada gunanya. "Iya."
Kini Revan terus berjalan mengikuti di mana pun Selena pergi, sedari tadi dia belum sama sekali berbicara dengan wanita itu
"Lena" Revan mengikuti Selena yang masuk ke kamar
"Lena"
"Apa" Wanita itu masih sibuk dengan kegiatannya tanpa memperdulikan Revan
Tangan Revan mengulur menarik pinggang ramping Selena.
"Aku sibuk" Ketus Selena memalingkan wajahnya, "Sibuk? Sedari tadi kau hanya beralasan untuk menghindari ku" Balas Revan, "Kau marah, Sayang?"
"Tidak"
Selena memejamkan kedua matanya ketika ada benda kenyal yang menempel di keningnya, air matanya perlahan runtuh mengalir di pipinya
"Maafkan aku, ku mohon jangan menangis" Ucap Revan mengelap air mata Selena lalu memeluknya erat, "Hariku selama ini sangat berat selama kau pergi, Revan. Aku berusaha untuk tidak mengeluh kepada siapapun, aku memendamnya sendiri selama ini. Rasa lelahku hilang setelah melihat senyum putra kita, Devan. Kau tau? Dia selalu menanyakan dirimu, aku bisa berbuat apa saat itu. Dia masih terlalu kecil untuk memahami semuanya" Selena terisak di pelukan Revan
Revan menggiring Selena duduk di tepi ranjang, meletakkan Selena di pangkuannya.
"Aku akan berusaha mengganti waktu kebersamaan kita yang terbuang, aku akan menjadi sandaran dan juga tempat keluh kesahmu. Kita mulai semuanya dari awal lagi" Ujar Revan mengusap punggung Selena
"Terimakasih, terimakasih karna sudah mau kembali" Kata Selena pelan
"Buna" Devan masuk ke kamar dan melihat sang Ibu menangis
"Om jahat! Om udah buat Buna Adek nangis!" Sentak Devan memukul lengan Revan
"Tapi Om-nya jahat, Buna. Dia udah buat Buna nangis" Kata Devan, Selena menggeleng. "Bukan Om, tapi Ayah. Dia Ayah Adek, ayo salim" Suruh Selena
"Ayah?"
"He'em, ayo" Tangan mungil Devan mengulur lalu mencium punggung tangan Revan
"Papa mana, Buna" Tanya Devan
Selena menatap Revan yang mengangguk. "Papa tadi ada urusan sebentar, dan nggak sempet pamit sama Adek. Nanti papa kesini lagi" Ucap Selena, "Apa Adek udah makan?"
"Belum, Adek kesini mau panggil Buna" Jawab Devan, "Ayo kita makan, pasti semuanya udah nunggu" Ajak Revan.
***
Malam hari, Selena sedang membacakan sebuah dongeng pengantar tidur untuk Devan. Tetapi anak laki-laki itu tak kunjung tidur
"Adek kenapa? Biasanya di bacain dongeng langsung tidur" Tanya Selena, "Adek mau ketemu papa, Buna. Kata Buna tadi papa pergi sebentar" Jawab Devan
"Adek, mungkin papa lagi banyak kerjaan di kantor. Sekarang Adek tidur, besok mungkin papa kesini" Bukannya memejamkan mata, Devan malah menangis kencang
Revan yang baru saja selesai mengganti baju pun segera mendekat
"Devan kenapa, Lena" Tanya Revan, "Mau ketemu sama Kendrick, dia nggak mau tidur kalau belum ketemu" Jelas Selena
Revan menggendong Devan dan berusaha menenangkan nya. "Adek, malam ini tidur sama Ayah sama Buna ya? Besok kita jalan-jalan kalau sekarang Adek tidur" Bujuk Revan
"Jalan-jalan kemana, A–Ayah" Sebutir cairan kristal menetes dari sudut mata Revan mendengar panggilan Ayah dari putranya
"Terserah Adek mau kemana, Ayah akan turuti semua. Sekarang Adek tidur dulu, okey" Devan mengangguk.
Setelah memastikan Devan benar-benar sudah tertidur, Revan memindahkan Devan di pinggir dan Revan menempatkan diri di tempat Devan tadi di samping Selena
Merasa ada pergerakan di kasur, Selena mulai membuka mata nya.
"R–Revan, di mana Devan?" Tanya Selena, "Dia ada, sekarang giliranmu menidurkan ku" Ucap Revan, "Mau di bacain dongeng kayak Devan?" Selena pura-pura tak mengerti
"No, kita buatkan lima adik untuk Devan" Bisik Revan, "Jangan gila, Devan sudah cukup. Nggak nambah" Balas Selena
"Tapi aku ingin jatahku tiga tahun ini, aku tak akan berhenti sampai pagi" Ucap Revan tersenyum manis
"Pelan-pelan, kita sudah lama tidak melakukannya" Revan mengangguk setuju, dan memulai aksinya.
~ END ~
👤 : "TERIMAKASIH UNTUK PARA READERS YANG UDAH NYEMPETIN WAKTU BUAT BACA CERITA NGGAK JELAS AUTHOR. MONMAAP, CERITA SAMPE DISINI. BYE!!"
👤 : "Yang mau mampir ke cerita Author yang baru silahkan, nggak juga nggak papa"